List/Grid

Meteor Subscribe to Meteor

Hujan Meteor Orionid 2011

Di penghujung bulan Oktober Hujan Meteor Orionid kembali mengunjungi para pecinta langit saat Bumi melintasi sisa debu ekor komet Halley.

Hujan meteor Perseid yang tampak muncul dari Rasi Perseus. Kredit : Star Walk

Hujan Meteor Perseid 2011

Sambil menjalankan ibadah puasa tahun ini, ada fenomena alam yang juga bisa dinikmati meskipun agak sulit. Apalagi kalau bukan fenomena tahunan Hujan Meteor Perseid.

Citra kompleks kawah Majalengka berdasarkan Google Earth, lengkap dengan kelima kawah dan labelnya. Kompleks kawah Majalengka adalah kawah tumbukan benda langit pertama di Indonesia. Kredit foto : Koesoemadinata, 2011 dengan modifikasi oleh Sudibyo, 2011

(Kandidat) Kawah Tumbukan Benda Langit di Majalengka

Di perbatasan kabupaten Majalengka dan Sumedang (Jawa Barat), tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilutung pada koordinat 6º 50’ LS 108º 11’ BT, telah lama dijumpai struktur geomorfologi berbentuk melingkar dengan ukuran cukup besar. Jejak–jejak lingkaran tersebut mengesankan sebagai kawah dan ada yang berbentuk nyaris utuh, namun ada pula yang kurang dari separuh.

Citra komposit instrumen kamera HI–1 STEREO–A pada 17–22 Juni 2009. Lingkaran putih menunjukkan posisi 3200 Phaethon yang terekam dari waktu ke waktu. Busur putih di sisi kiri menunjukkan posisi radius 0,14 SA dari Matahari (jarak perihelion Phaethon). Busur putih tersebut menjadi dasar kerucut yang berpuncak di Matahari (tidak diperlihatkan) dengan sisi–sisi berupa sepasang garis putih. Kerucut ini membatasi area dimana aktivitas pita koronal Matahari berskala besar terjadi pada 20 Juni 2009 pukul 15:49 WIB.  Kredit foto : Jewitt & Ling

Geminids, Dari Mana Asalmu ?

Setiap hari Bumi diguyuri batuan dari antariksa dalam kuantitas yang cukup besar. Astronom Linda Elkis T. Tanton menuturkan sebanyak 55 hingga 216 juta ton batuan antariksa menerobos atmosfer Bumi per hari, yang jika dikumpulkan di satu tempat bisa membentuk sebuah bukit.

Hujan Meteor Quadrantids 2011. kredit : Stellarium

Hujan Meteor Quadrantids 2011

Selamat Tahun Baru 2011!

Memulai tahun baru tentunya masing-masing kita punya kegiatan. Apakah kegiatan itu bersama teman, keluarga, atau sendiri tapi tentunya semua bisa menjadi awal yang baik bagi perjalanan di tahun yang ada di depan kita.

Hujan Meteor Geminid akan tampak muncul dari rasi Gemini. kredit : StarWalk

Hujan Meteor Geminid 2010

Di penghujung tahun 2010, atau tepatnya semenjak tanggal 7 – 17 Desember 2010, hujan meteor Geminid kembali mengunjungi penduduk Bumi saat melintasi pecahan asteroid 3200 Phaethon.

Foto bersama peserta Diseminasi Cuaca Antariksa dan Benda Jatuh

Diseminasi Cuaca Antariksa Dan Benda Jatuh

Tanggal 2 November 2010, LAPAN Bandung mengadakan program Diseminasi Cuaca Antariksa dan Benda Jatuh selama satu hari penuh.

Hujan meteor Orionid dengan radian dari Rasi Orion. Kredit : StarWalk

Hujan Meteor Orionid 2010

Di penghujung bulan Oktober 2010, di antara hujan yang kadang kala mengguyur kota atau langit yang senantiasa dihiasi awan, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan peristiwa hujan meteor Orionids yang terjadi setiap tahun kala Bumi melintasi sisa debu ekor Komet Halley.

Hujan Meteor Perseid yang muncul dari arah rasi Perseus di jam 3 dini hari pada tanggal 13 Agustus 2010. kredit : StarWalk

Hujan Meteor Perseid di Awal Agustus

Jika di akhir bulan Juli lalu, kita ditemani oleh puncak hujan meteor Delta Aquarid, maka di awal Agustus, para pengamat langit akan kembali diajak untuk menikmati hujan meteor Perseid.

Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan yang tampak di Rasi Aquarius dan juga Capricorn. Kredit : StarWalk

Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan

Ada kejadian apa di penghujung bulan Juli? Ada fenomena menarik apa di bulan Agustus? Itulah beberapa pertanyaan yang terlontar dari masyarakat yang ingin tahu lebih banyak tentag fenomena alam terkait astronomi.

Hujan Meteor Pi Puppids

Di bulan april ini, selain hujan meteor Lyrids yang menghebohkan ada juga hujan meteor pi puppids yang berlangsung semenjak tanggal 18 – 25 April 2010.

Rasi Lyra di arah timur laut. Kredit : Starwalk

Menanti Hujan Meteor Lyrid 2010

Bersiap-siaplah untuk menikmati hujan meteor Lyrid, yang bisa diamati dari arah rasi Lyra. Hujan meteor yang telah teramati semenjak dua ribu tahun yang lalu, mungkin bukanlah hujan meteo ryang meriah, dengan rata-rata 10-20 meteor perjam, tetapi kadang terjadi dalam jumlah yang besar; di tahun 1982 tercatat mencapai 90 meteor perjam, dan bahkan pernah mencapai 180-300 permenit.