LEAP: Kawah Jamus Ngawi Inspirasi Menjelajah Planet Mars

Artikel Pemenang 2 Lomba Esai Artikel Astronomi Populer (LEAP) LS
Penulis: Gathut Sugiarto (Ngawi, Jawa Timur)

Menyaksikan keindahan kebun teh di wilayah Jamus bersama keluarga, membuat kami menjadi segar kembali. Sambil melihat lihat mata air dan mengajak anak-anak untuk berenang di kolam mata air Sumber Lanang, kami juga menikmati bakso dan mie yang banyak di jual di sekitar kolam renang. Disela-sela wisata kami ada lokasi yang membuat kami tertegun. Tepat di area tempat parkir yang disediakan petugas wisata, terdapat sebuah kawah yang luasnya kurang lebih seukuran 2 kali lapangan sepak bola. Kedalaman kawah tersebut menurut perkiraan kami sekitar 10 sampai 20 meter, perkiraan secara visual. Di sekeliling bibir kawah ditanami oleh pepohonan sehingga melingkari kawah. Kami agak heran karena kawah ini belum memiliki nama dan kalaupun ada, kami belum pernah mendengarnya, sebab biasanya di Indonesia, tempat-tempat yang unik selalu di beri nama julukan yang menyerupainya. Contohnya Watu Ulo di pantai Jember yang menyerupai bentuk ular yang memanjang dan bersisik. Beberapa hari kemudian kami teringat kembali tentang kawah itu dan dengan bantuan Google maps , kami mengamati bahwa bentuk kawah dan kontur tanah di sekelilingnya mirip kupu-kupu, dan kini kami memberi nama Kawah Kupu2.

Kami berfikir bahwa kawah Jamus yang berada dekat dengan kawasan taman wisata kebun teh Jamus, Ngawi, Jawa Timur, adalah sebuah kawah meteorit . Karena beberapa kawah meteorit yang sering kami saksikan melalui berbagai media setelah peristiwa jatuhnya meteor di Rusia baru-baru ini mirip dengan kawah Kupu2 Jamus ini. Berbagai informasi tentang kawah tumbukan meteorit di berbagai wilayah di dunia, banyak di sajikan ketika itu. Ulasan yang begitu detail, membuat kami membayangkan jika sebuah batu meteor sampai jatuh menghantam bumi tepat dikawasan padat penduduk tentu akan sangat mengerikan sekali.

Sumber: https://www.google.co.id/maps/@-7.5602196,111.1834953
Sumber: https://www.google.co.id/maps/@-7.5602196,111.1834953

Dari informasi media televisi dan situs you tube , kita bisa turut merasakan getaran kejut meteorit di Rusia yang belum sempat menghantam bumi tersebut terasa begitu dahsyat dan merusak. Mendengar begitu dahsyatnya kekuatan meteor yang jatuh, kami membayangkan bila kawah Jamus adalah sebuah kawah meteorit, tentunya kawasan Jamus juga pernah mengalami kejadian yang dahsyat dimasa lampau. Kami terdorong untuk mencoba membandingkan kawah meteorit yang telah tercatat dan dipublikasikan, dengan kawah Jamus, melalui media internet. Dan walaupun nantinya memang tidak terbukti, toh nantinya kami akan mendapat tambahan pengetahuan dan wawasan tentang benda2 angkasa luar yang dapat mengancam keselamatan manusia di bumi.

Akhirnya kami menggunakan kata kunci pencarian elips dan oval, meteorit crater untuk mencari kesesuaian bentuk kawah. Sampai pada saat pencarian kami di situs situs internet yang membahas tentang kawah meteor atau meteorite crater, kami menemukan sebuah situs yang mempresentasikan kelompok ilmuwan yang sedang meneliti wilayah cekungan di kawasan Saginaw bay, Michigan, Amerika. Mereka giat melakukan survey dan analisis baik secara teori maupun simulasi dari data yang diperoleh melalui survey lapangan.

Para peneliti itu ingin membuktikan hipotesa mereka bahwa kawasan cekungan Saginaw bay terbentuk akibat dari tumbukan meteor yang jatuh di kawasan tersebut dengan sudut tumbukan jatuhnya kurang dari 10° derajat dari horisontal atau oblique impact. Di perkirakan ukuran cekungan memiliki panjang sekitar 300 km dan lebar 150 km. Di bagian timurnya ada lautan yang menjorok ke dalam dari danau raksasa Michigan disebut Saginaw- Bay. Mereka memperkirakan bahwa peristiwa jatuhnya meteorit terjadi pada masa era zaman es Pleistosin sekitar ~800.000 tahun yang lalu, dimana kawasan Amerika utara masih di selimuti lapisan es yang sangat tebal bahkan mencapai ketebalan lebih dari 2000 meter lebih. Perkiraan usia terbentuknya kawah Saginaw, dikaitkan pula dengan temuan penyebaran batuan tektite di kawasan Australia dan Timur Asia sampai Asia tenggara yang menurut para peneliti terjadi akibat jatuhnya benda langit raksasa sekitar 790 ribu tahun yang lalu. Karena batuan tektit biasanya terbentuk dari hasil tumbukan sebuah meteor yang berukuran besar.

Di Indonesia salah satu contoh batuan tektit adalah batu satam yang banyak ditemukan di Kepulauan Belitung dengan usia pembentukan akibat tumbukan meteor sekitar lebih dari 780 ribu tahun lalu.

Para peneliti juga mengaitkan gundukan tanah berbentuk elips dan oval yang banyak di sepanjang wilayah pesisir Timur Carolina. Gundukan berbentuk elips itu di duga adalah destal ejecta atau lontaran partikel tumbukan yang terpental jauh. Jarak lontaran tersebut kurang lebih 1000 km dari kawah Saginaw bay. Analisis dilakukan dengan menarik garis lurus sejajar dengan garis tengah panjang dari struktur gundukan elips yang tersebar di Carolina.

Sumber: http://cintos.org/SaginawManifold/InferredOrientation/index.html
Sumber: http://cintos.org/SaginawManifold/InferredOrientation/index.html

Dalam merekonstruksi kronologi tumbukan, para peneliti menggunakan metode perhitungan yang cukup rumit dan akhirnya mendapatkan garis segitiga untuk menentukan posisi kawah tumbukan atau triangulasi. Intinya mereka terlebih dahulu membuat kawah bayangan berbentuk elips berdasarkan dua titik tersebut untuk kemudian diukur pergeseran perpindahannya dari cekungan Saginaw dengan berdasarkan asumsi waktu loft time yaitu waktu yang dibutuhkan partikel dari mulai terlontar, sampai jatuh di kawasan pesisir timur Carolina bay. Karena bumi berputar pada porosnya maka sudut jatuh akan bergeser dari titik awal lontaran. Untuk meteorit yang berukuran raksasa dengan kawah bekas tumbukan yang sangat luas maka pergeseran sudut jatuh partikel lontaran dari awal titik lontaran akan tampak jelas.

Sedangkan untuk merekonstruksi bentuk kawah meteorit para peneliti tersebut menggunakan perbandingan sebuah kawah meteorit yang berbentuk elips oval di Planet Mars untuk merekonstruksi bentuk dan kontur kawah Saginaw. Kawah meteorit di planet Mars yang dipilih adalah yang dapat merepresentasikan bentuk kontruksi kawah meteorit Saginaw hasil hipotesa yaitu berbentuk elips.

Kawah berbentuk Kupu Kupu di Mars. Kredit: NASA / JPL / UA / mosaik oleh Emily Lakdawalla
Kawah berbentuk Kupu Kupu di Mars. Kredit: NASA / JPL / UA / mosaik oleh Emily Lakdawalla

Kawah meteorit yang ada di planet Mars yang di gunakan sebagai model pembanding adalah hasil pengamatan wahana antariksa Odyssey dengan menggunakan perangkat THEMIS yaitu The Thermal Emission Imaging System hasil kerjasama dengan Arizona State University. Dari hasil tiga data gambar yang diperoleh kemudian dicapture oleh seorang pegiat bidang astronomi Amerika, Emily Lakdawalla, dan menjadi satu gambar yang lebih representatif. Kawah terletak di sebelah Utara wilayah Acheron Possae di sebelah Utara gunung raksasa Mount Olympus. Arah jatuh meteor adalah dari barat ke Timur. Panjang kawah ini diperkirakan 10 km dan lebar 7.5 km. Diperkirakan kawah ini terbentuk dari oblique impact dengan sudut kurang dari 10° derajat tangensial horisontal terhadap permukaan planet Mars.

Terdapat ciri yang unik pada kawah ini yaitu adanya proxima ejecta yang berbentuk sayap di sisi Utara dan Selatan kawah. Para pengamat menyebutnya dengan Butterfly crater karena bentuknya mirip kupu-kupu. Dari model kawah tersebut para peneliti mencoba mensimulasikan bentuk kawah Saginaw bay dengan menggunakan bantuan google earth dan software komputer.

Kawah Saginaw. Kredit: http://cintos.org/SaginawManifold/Saginaw_Bay
Kawah Saginaw. Kredit: http://cintos.org/SaginawManifold/Saginaw_Bay

Dari hasil penggabungan dua cekungan tadi kemudian dilakukan overlaying bentuk topografi wilayah cekungan dengan model. Dan kemudian dilakukan rekonstruksi bentuk kawah.

Rekonstruksi kawah: Kredit: http://cintos.org/SaginawManifold/Saginaw_Bay
Rekonstruksi kawah: Kredit: http://cintos.org/SaginawManifold/Saginaw_Bay

Tampak dari hasil rekonstruksi didapatkan suatu bentuk kawah Elips dengan bentuk butterfly crater. Walaupun masih terdapat banyak perbedaan pendapat para peneliti yang terlibat namun secara garis besar mereka telah mendekati peristiwa saat terjadinya tumbukan meteorit di kawasan Michigan tersebut.

Ada hal yang menarik dari informasi yang kami dapatkan dari situs2 internet, bahwa menurut beberapa hipotesa, terbentuknya kawah di Utara Acheron Possae Mars adalah akibat dari tumbukan sebuah moonlet yang jatuh. Moonlet adalah batuan alami yang mengorbit sebuah planet. Moonlet tersebut jatuh karena adanya pengaruh gravitasi Bulan Phobos yang berulang ulang ketika berpapasan.

Kami mencoba membayangkan bahwa di masa milyaran hingga jutaan tahun yang lalu, Bumi kita memiliki banyak moonlet yang bertebaran mengorbit Bumi dan kemudian berjatuhan satu persatu ke Bumi. Dan sebenarnya moonlet juga banyak di temui di beberapa planet lain di tata Surya kita saat ini, berdasarkan hasil pengamatan wahana angkasa luar. Perkiraan kami jika hipotesa ini benar dan berlaku juga untuk kawah meteorit Saginaw bay, maka moonlet yang jatuh di Michigan merupakan moonlet yang terakhir di orbit Bumi. Sehingga pada era masa Pleistosin sekitar ~800 ribu tahun yang lalu, langit Bumi kita sudah bersih dari moonlet. Sementara Bulan kita justru melindungi Bumi dari beberapa hantaman batuan kosmis raksasa yang berbahaya. Terlepas benar tidaknya hipotesa tersebut kita patut bersyukur bahwa langit Bumi kita telah bersih dari batuan orbiter berbahaya dan lebih aman berkat adanya Bulan.

Kembali pada pencarian kami, dan mempelajari pengalaman para peneliti di Michigan , kami mencoba mengikuti mencari model kawah yang mirip dengan kawah Kupu2 Jamus . Kami melakukan analisa yang amat sangat sederhana dan masih dapat dilakukan oleh kami yang masih sangat awam dengan ilmu astronomi dan geologi keplanetan. Yaitu dengan membandingkannya secara visual. Dan kami untuk sementara menganggap bahwa kawah Jamus adalah kawah meteor akibat tumbukan yang menyerempet permukaan tanah atau oblique impact dan memiliki bentuk gundukan serpihan lontaran tumbukkan kupu2 atau butterfly ejecta.

Kawah Jamus. Kredit: https://www.google.co.id/maps/@-7.5602196
Kawah Jamus. Kredit: https://www.google.co.id/maps/@-7.5602196

Ada beberapa kawah di planet Mars yang telah kami pilih yang kami anggap paling mendekati yaitu berbentuk elips atau bulat lonjong. Yang pertama adalah kawah yang berada di area Hesperia Planum, Planet Mars. Area ini terbentuk pada masa Hesperia dimana permukaan planet Mars aktif mengalami erupsi vulkanik. Kawah ini diambil dari wahana milik Mars Express milik ESA , dengan menggunakan kamera High Resolution Stereo Camera (HRSC). Kawah ini memiliki panjang kurang lebih 24,4 km, dan lebar 11,2 km.

Hesperia Planum. Kredit: ESA
Hesperia Planum. Kredit: ESA

Kemudian adalah kawah di pertengahan wilayah hamparan lava basalt dengan luas sekitar area sebaran lava hingga 400 km, Nili Patera, planet Mars. Nili Patera merupakan wilayah yang menarik bagi peneliti geologi planet, karena memiliki dua jenis lava yaitu lava jenis basalt dan dacite dalam satu area wilayah. image kawah ini di ambil oleh Mars Global Surveyor, dengan menggunakan kamera HIRISE yaitu High Resolution Imaging Experiment. Data visual ini diambil atas permintaan Emily Lakdawalla , seorang profesional dibidang antariksa Amerika, melalui program HiWish. Yaitu program yang mempersilahkan masyarakat untuk memilih dan memesan image permukaan planet Mars sesuai kebutuhan yang diperlukan. Diperkirakan memiliki lebar garis tengah 300 meter dan berbentuk elips dan memiliki bentuk ejecta butterfly.

Kawah di Nili Patera, Mars. Kredit: NASA / JPL / UA / Emily Lakdawalla
Kawah di Nili Patera, Mars. Kredit: NASA / JPL / UA / Emily Lakdawalla

Dari ketiga model tersebut, kawah Hesperia Planum memiliki kemiripan dengan lingkaran kawah kupu2 Jamus yang berbentuk lonjong dan melihat dari bentuk ejectanya maka kawah Acheron Possae lebih mirip karena tampak bentuk sayap kupu2 yang lebih jelas.

Usaha kami meneliti kawah kupu2 Jamus adalah sekedar melakukan analisis secara visual dan tentunya hal ini tidak membuktikan secara ilmiah. Namun jika para mahasiswa atau para peneliti tertarik, sangat baik sekali mencoba menelitinya secara ilmiah sebagai bahan studi.

Sampai pada kesimpulan kami bahwa secara visual, kawah Kupu2 Jamus memiliki kemiripan dengan dua kawah meteorit di planet Mars.

Dari hasil “penjelajahan” kami ke planet Mars, membuat kami mengerti dan memahami bahwa hasil dari explorasi Mars yang dilakukan beberapa negara maju, ternyata sangat bermanfaat bagi penelitian di bumi. Ya, planet tempat kita tinggal. Sudah seharusnya kita berusaha lebih banyak mengenal tentang Planet kita sendiri yaitu diantaranya dengan cara melakukan explorasi atau penelitian dibidang geologi dan sumber daya mineral Bumi kita. Agar kita dapat melakukan keseimbangan alam, sehingga kelestarian Bumi ini tetap terjaga.

NASA. Kredit: Melinweb
NASA. Kredit: Melinweb

Sementara untuk teknologi satelit komunikasi dan pengamatan cuaca, bangsa Indonesia telah lama merintisnya, namun peran Industri atau para ahli astronomi kita untuk explorasi luar angkasa misalnya untuk explorasi Matahari, planet2 tetangga Bumi kita, atau explorasi tentang asteroid dan meteorit, terasa masih kurang.

Menurut kami rasanya belum cukup hanya dengan membayar jerih payah mereka ketika kita membutuhkan data bagi kepentingan penelitian dan pendidikan. Bangsa kita juga harus turut andil secara aktif. Bahkan peran industri kita juga harus ikut dalam misi proyek penelitian ruang angkasa. Khusus untuk industri, sebenarnya penjelajahan ruang angkasa juga banyak membutuhkan industri pendukung, seperti trasportasi, informasi dan telekomunikasi, stasiun2 peluncuran wahana atau sarana dan prasarana, publikasi, edukasi, pariwisata, kerajinan kreatif, termasuk cendera mata dan asesoris tentang luar angkasa dan astronomi, dan masih sangat banyak lainnya.

Pameran aerospace di Chengdu. Kredit: China Photos / Getty Image
Pameran aerospace di Chengdu. Kredit: China Photos / Getty Image

Jika industri Indonesia bisa ikut aktif mensuport explorasi ruang angkasa ini maka selain sangat bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda kita, nilai ekonomi yang kita dapat juga tidak sedikit. Untuk itu pemerintah harusnya aktif mengadakan semacam kerja sama teknologi atau paling tidak mengadakan pameran industri explorasi ruang angkasa dengan mengikut sertakan industri dalam negeri kita bersama dengan industri2 ruang angkasa negara lain yang lebih maju.

Akhirnya, mungkinkah suatu saat kawasan daerah kami terutama di area kebun teh Jamus dapat menjadi kawasan edukasi astronomi atau geologi yang unik. Dan seandainya kawah kupu2 Jamus sebuah kawah meteorit mungkin suatu saat akan dibangun semacam museum dan observatorium bintang dan benda angkasa luar seperti Boscha di Lembang, Jawa Barat, sebagai pelengkap sarana edukasi dan penelitian.

Observatorium Bosscha. Kredit: langitselatan
Observatorium Bosscha. Kredit: langitselatan

Bukankah negara sebesar Indonesia butuh lebih banyak observatorium astronomi? Dan bila ini terwujud, betapa besar keuntungan dan manfaat yang di peroleh masyarakat, baik bagi para pelajar, mahasiswa, maupun dari kalangan peneliti yang berminat. Bahkan industri pariwisata tentu akan mendapatkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Ya, semoga saja.

[divider_line]

Sumber Penulisan:

  1. http://www.academia.edu/1204160/The_structure_and_formation_of_diapirs_in_the_Yinggehai- Song_Hong_Basin_South_China_Sea
  2. http://www.tektites.co.uk/billitonites.html
  3. http://cintos.org/SaginawManifold/InferredOrientation/index.html
  4. http://arizonageology.blogspot.co.id/2011/01/mars-butterfly-crater-formed-by.html
  5. http://cintos.org/SaginawManifold/Saginaw_Bay
  6. http://m.esa.int/Our_Activities/Space_Science/Mars_Express/Butterfly_impact_crater_in_Hesperia_Planum
  7. http://www.planetary.org/blogs/emily-lakdawalla/2012/11081607-hiwish-butterfly-crater.html
  8. PENGAMATAN langsung di lapangan.

Ditulis oleh

Avatar

Gathut Sugiarto

LEAP

LEAP

Lomba Esai Astronomi Populer (LEAP) yang diselenggarakan oleh langitselatan. 10 Terbaik akan kami tampilkan tulisannya di langitselatan dengan akun LEAP.

Tulis komentar dan diskusi...