Bagaimana Bentuk Jagad Raya? Reviewed by Momizat on . Saya Mau Tanya !  1. Bagaimanakah Bentuk Jagad Raya ? 2. Apa benar Jagad Raya Mengembang ? Jika Ya ! 3..Apakah Ada Ruang Lain Di Luar Jagad Raya Kita ? (DhiKaic Saya Mau Tanya !  1. Bagaimanakah Bentuk Jagad Raya ? 2. Apa benar Jagad Raya Mengembang ? Jika Ya ! 3..Apakah Ada Ruang Lain Di Luar Jagad Raya Kita ? (DhiKaic Rating:

Bagaimana Bentuk Jagad Raya?

Saya Mau Tanya ! 
1. Bagaimanakah Bentuk Jagad Raya ?
2. Apa benar Jagad Raya Mengembang ? Jika Ya !
3..Apakah Ada Ruang Lain Di Luar Jagad Raya Kita ?
(DhiKaiceZ – SMAN 1 Sungguminasa – Makassar)

Yang ingin tahu bentuk Jagad Raya atau Alam Semesta ini bukan cuma kamu loh. Para astronom pun ingin tahu seperti apa alam semesta kita ini.

Berdasarkan pengamatan, dalam skala besar, alam semesta berada dalam keadaan homogen dan isotropi serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Homogen memberi arti dimanapun pengamat berada di alam semesta ia akan mengamati hal yang sama. Sedangkan isotropi artinya ke arah manapun pengamat memandang ia akan melihat hal yang sama. Dengan demikian tidak ada tempat istimewa di alam semesta. Model ini menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.

Nasib alam semesta sendiri ditentukan oleh pertarungan antara momentum pemuaian dan gaya tarik gravitasi. Laju pemuaian alam semesta ini dinyatakan oleh konstanta Hubble H0, sedangkan besarnya gravitasi ditentukan oleh kerapatan dan tekanan materi di alam semesta.  Jika tekanan materi rendah, seperti halnya terjadi pada sebagian besar bentuk materi, maka nasib alam semesta akan ditentukan oleh kerapatan. Nilai kerapatan sangat berperan penting untuk menentukan bentuk alam semesta jika dibandingkan dengan kerapatan kritis. Apakah kerapatan alam semesta lebih besar, sama atau kurang dari kerapatan kritis akan ikut menentukan nasib alam semesta.

Ada tiga kemungkinan umum dari “bentuk alam semesta”.

Tiga model solusi untuk alam semesta. Kredit : NASA

Pertama, alam semesta seperti balon. Alam semesta akan memiliki kurvatur positif seperti bola. Untuk kasus seperti ini para astronom menyebutkan alam semesta tertutup yang artinya, alam semesta akan memiliki ukuran terbatas tapi tidak memiliki batasan. Sama seperti balon yang sebenarnya ukurannya terbatas tapi kamu bisa meniupnya sampai sebesar yang kamu suka.  Seandainya kamu mengendarai pesawat luar angkasa sejauh mungkin ke satu arah maka kamu akan menemukan dirimu kembali pada titik yang sama.  Dalam alam semesta tertutup, kerapatan alam semesta lebih besar dari kerapatan kritis sehingga suatu saat alam semesta akan berhenti mengembang dan kemudian mengalami keruntuhan terhadap dirinya sendiri yang disebut Big Cruch.

Kemungkinan kedua adalah alam semesta datar yang memiliki kurvatur nol. Alam semesta ini seperti sepotong kertas atau bisa digambarkan juga seperti potongan bahan balon yang bisa ditarik. Dalam alam semesta datar, kerapatan alam semesta sama dengan kerapatan kritis. Tapi tidak berarti alam semesta ini tidak bisa memuai. Alam semesta datar juga bisa memuai selamanya tapi laju pemuaiannya mendekati nol.

Kemungkinan ketiga adalah alam semesta terbuka atau alam semesta yang memiliki kurvatur negatif. Kalau digambarkan ia akan tampak seperti bentuk pelana. Pada alam semesta terbuka, kerapatan alam semesta lebih kecil dari kerapatan kritisnya dan alam semesta akan memuai selamanya dan yang menarik, laju pemuaiannya tidak akan pernah mendekati nol.

Dari ketiga model tersebut mana yang mendekati?
Wahana WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) yang memetakan alam semesta menunjukkan semesta kita memiliki model alam semesta datar.

Hasil pengamatan juga menunjukkan kalau alam semesta memuai dipercepat dengan area terluar bergerak menjauh dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Tapi bukankah dalam alam semesta datar laju pemuaiannya mendekati nol?

Alam semesta datar memang bisa memuai selamanya tapi tidak dengan kecepatan seperti itu. Karena itu para astronom menduga keberadaan energi gelap yang mendorong galaksi untuk saling menjauh.

Ada apa di luar alam semesta ?
Jawabannya tidak diketahui ada apa di luar alam semesta. Tapi perlu diingat, ruang dan waktu dimulai ketika terjadi Dentuman Besar aka Big Bang karena itu tidak ada apapun sebelum Big Bang.  Artinya tidak ada apapun di luar alam semesta.

Dalam alam semesta datar, alam semesta memang memuai selamanya. Tapi, usia alam semesta pun terbatas sehingga secara teknis pengamat hanya bisa mengamati volum terbatas dari alam semesta. Kesimpulannya alam semesta jauh lebih besar dari alam semesta yang sudah teramati.

Bacaan lainnya :
Kisah Perjalanan Alam Semesta
Menit-Menit Awal Alam Semesta
Apa Penyebab Kematian Alam Semesta?

____

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS !

Profil Penulis

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen dan nebeng kapal orang.

Tulisan di LS : 54

Tulis komentar dan diskusi...


8 Komentar di artikel ini

  • Lealdo Ayubi R

    Dulu ada postingan ilmuwan yg beragumen tentang adanya multiverse yg menyatakan bahwa setiap universe diselubungi gelembung, seandainya itu benar apa jdinya klw kita berasumsi jika nantinya universe kita mengembang tak stabil yg membuat gelembung yg melapisi universe kita pecah & materinya berhamburan ke ruang antar universe. Apakah materi itu bisa masuk ke gelembung universe lain atau hanya memberi secerca informasi saja untuk pengamat di universe lainnya? Maaf pertanyaannya terlalu jauh

    Reply
  • dunia genggam

    Aku kurang ngerti gan soal ginian, tapi aku juga kurang setuju jika alam semesta itu datar. Aku lebih setuju jika alam semesta itu balon, kenapa ? jawabanya adalah karena semua yang ada didalamnya berbentuk balon (contoh planet, matahari, komet, meteor, bintang dll.). Ada satu hal yang membuat saya agak bingung, menurut para ahli alam semesta pertama kali berbentuk satu bintang besar yang meledak menjadi keping2an keseluruh dunia, tapi kenapa ya semua pecahanya menjadi bulat seperti balon?

    Reply
    • DhiKaiceZ

      Ketika Bigbang,,
      pecahan bigbang tersebut berbentuk debu,,
      lama kelamman debu itu memadat menjadi sebuah planet,,

      Reply
  • skaga

    Setahu saya menurut teori yang diterima alam semesta R^3 kita berbentuk bola (3-sphere). Kurvatur k = +1, 0, dan -1 itu menggambarkan bentuk R^4 (apakah alam semesta kita bola dalam ruang datar, lengkung positif, atau lengkung negatif). Hal ini berhubungan dengan kecepatan ekspansi bola alam semesta apakah konstan, diperlambat, atau dipercepat) Terima kasih..

    Reply
  • Tsani

    bukannya mnrut astronom francis, Jean Pierre Luminet alam smesta brbentuk dodecahedron y? seingat sya itu adlah teori yg pling bnyak di trima oleh astronom di suruh dunia

    Reply
    • Pengembara Angkasa

      Benar adanya. Jean-Pierre Luminet dan kawan-kawan mengandaikan alam semesta berbentuk dodecahedron untuk menjelaskan spektrum daya radiasi latar kosmik (CMB) yang menurun drastis pada sudut lebih besar dari 60 derajat. Papernya cukup menarik dan bisa dibaca di sini: http://www.obspm.fr/actual/nouvelle/oct03/luminet-nat.pdf

      Teori Luminet dan kawan-kawan ini akan bisa dikonfirmasi lebih baik kalau kita sudah punya data yang paling lengkap dari Satelit Planck, yang saat ini sedang mengamati radiasi CMB dengan lebih teliti.

      Reply
  • muhammad basir

    aku beragumen bahwa alam semesta itu tak memiliki bentuk

    Reply
  • Joe def

    menurut alquran, langit itu ada tujuh lapis .. jd alam semesta yang dapat kita lihat ini hanyalah berada lapisan pertama .. lalu bagaimana dengan lapisan-lapisan selanjutnya ..?

    note : lapisan langit pertama manusia butuh jutaan ribu tahun cahaya mungkin lebih untuk menjelajahi, bagaimana dengan lapis ke 2, 3, 4, 5, 6, 7. ? Wallahu A’lam Bishawab , hanya tuhan yang tau .. semoga dengan mempelajari alamsemesta semakin besar pula keimanan kita kepada sang penciptanya .. amin ..

    Reply

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top