Wormhole

By nggieng • Aug 1st, 2007 at 11:35 am • Category: Kosmologi, Sejarah, Tokoh

Sebetulnya ingin mendengarkan lanjutan cerita petualangan Asa menempuh perjalanan yang jauhhhh banget, tapi mungkin Asa lagi mencoba perjalanan melewati wurmhole kali ya? Soalnya ada beberapa komentar yang mengarah pada kata-kata ajaib itu. Jadi menggelitik, apa sih sebetulnya wormhole itu?

Wormhole? Wormhole itu adalah ’sesuatu’ yang ada secara teoritis. Paling tidak sampai detik tulisan ini ditulis, wormhole hanya ada di atas kertas teori, atau muncul di film-film dan buku-buku fiksi ilmiah. Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang(waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang(waktu). Sulit dibayangkan ya?

Di tahun 1919, Arthur Eddington membuktikan, ketika pada waktu itu terjadi Gerhana Matahari Total; bintang-bintang di sekitar Matahari teramati dalam posisi yang bergeser dari posisi yang seharusnya.Tentu saja pada saat gerhana, bintang-bintang bisa diamati pada siang hari. Dan bukti pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Einstein memang benar. Bagaimana bintang bisa bergeser dari posisi yang seharusnya? Karena medan gravitasi Matahari membelokkan arah pancaran cahaya bintang.

Gerhana Matahari 1919
Gerhana Matahari 1919

Tapi bukti pembengkokan cahaya oleh Matahari pada saat gerhana itu tidak ada hubungannya dengan wormhole. Pembuktian oleh Eddington tersebut menunjukkan bahwa teori Relativitas Einstein itu benar. Dari teori itu, satu pemikiran fundamental yang kita tahu kemudian adalah, bahwa massa mempengaruhi ruang(dan waktu). Secara umum gravitasi berkaitan erat dengan geometri, bagaimana arah cahaya bisa berbelok, itu tidak terbayangkan sebelumnya. Secara sederhana, bagaimana hubungan gravitasi dan geometri bisa digambarkan seperti gambar berikut ini.

Gambaran Ruang Waktu
Gambaran Ruang Waktu

Perlu dipahami bahwa sebelum Einstein, ruang dan waktu adalah dua entitas yang terpisah, tetapi teori Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu merupakan entitas tunggal yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, geometri disini perlu dipahami sebagai relasi-ruang waktu.

Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. Solusi ini adalah yang menjadi cikal-bakal adanya blackhole (Blackhole Schwarzschild).

Di tahun 1916, tidak lama setelah Einstein memperkenalkan teori Relativitas; Ludwing Flamm menyadari bahwa persamaan Einstein mempunyai solusi yang lain, dikenal sebagai White Hole, dan bahwa kedua solusi tersebut menguraikan adanya dua daerah dalam ruang-waktu (datar) yang terhubungkan (secara matematis) oleh adanya suatu ‘lorong’ ruang-waktu. Karena teori belum mengatakan dimana wilayah ruang waktu itu di dunia nyata, jadi bisa saja black-hole sebagai pintu masuk dan white hole sebagai pintu keluar, tapi bisa saja di dunia yang sama dengan kita (ruang waktu yang bisa kita pahami), atau di ruang dan waktu yang lain (semesta lain, semesta paralel, masa lalu, sekarang, masa depan?). Tetapi, White Hole melanggar Hukum Ke-2 Termodinamika, dengan demikian, keberadaan White Hole sulit diterima secara mudah.

Pada tahun 1935, Albert Einstein dan Nathan Rosen mempelajari lebih lanjut kaitan Black Hole dan White Hole tersebut; bahwa dari perumusan teori Relativitas Umum, struktur ruang-waktu yang melengkung bisa menghubungkan dua wilayah dari ruang-waktu yang jauh, melalui suatu bentuk serupa lorong, sebagai jalan pintas dalam ruang. Pekerjaan ini secara formal dikenal sebagai jembatan Einstein-Rosen. Tujuannya bukan untuk mempelajari perjalanan yang lebih cepat dari cahaya atau perjalanan antar semesta, tetapi lebih pada mencari penjelasan pada partikel fundamental (seperti elektron) dalam ruang-waktu. Jembatan Einstein-Rosen ini dikenal juga dengan nama lain, seperi Lorentzian Wormhole atau Schwazschild wormhole.

Pada tahun 1962, John Wheeler dan Robert Fuller menunjukkan bahwa wormhole tipe jembatan Einstein-Rosen tidak stabil, menyebabkan cahaya pun tidak dapat melewatinya sesaat wormhole terbentuk. Lalu, apakah wormhole tidak bisa dilalui? (Traversable)? Kita akan meninjau tentang traversable wormhole sejurus nanti.

Demikian, sejak saat itu, teori tentang wormhole terus menerus dikaji; demikian juga, urban legend tentang wormhole pun hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam literatur fiksi ilmiah.

Teori ilmiah tentang wormhole terus berkembang: semuanya mempunyai prinsip yang sama, yaitu solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai ‘jalan pintas’ dalam ruang-waktu.

Bagaimana wormhole terbentuk? Kembali pada ilustrasi gambar Bumi. Jika ada kelengkungan ruang-waktu pada suatu titik, dan tersambung dengan kelengkungan pada ruang-waktu yang lain, maka demikian lah gambaran wormhole ada. Seperti pada ilustrasi berikut, yang diambil dari film Stargate S1, seolah-olah semuanya itu indah dan menyenangkan. Seperti pintu Doraemon, kita buka pintu-nya, lalu kita sampai di suatu tempat yang jauhh sekali. Ah indahnya fiksi ilmiah.

Wormhole berdasarkan gambaran Film Stargate SG1
Wormhole berdasarkan gambaran Film Stargate SG1

Wormhole yang berkaitan dengan hubungan dalam ruang-waktu, dikenal sebagai Laurentzian wormhole. Hubungan disini tentu saja dikatakan sebagai jalan pintas, karena: Jika perjalanan dari Gerbang ke Bulan, bisa dilakukan jauh lebih cepat, bahkan lebih cepat daripada laju cahaya menempuh jalur normal. (Tentu saja artian lebih cepat dari laju cahaya ini karena menggunakan jalur yang lebih pintas, bukan karena ‘lebih cepat dari laju cahaya’). Itu tentu saja, bila perjalanan memang dapat dilakukan melalui wormhole.

Tetapi, kompleksitas muncul, karena, apakah kita bisa menentukan ujung perjalanan kita? Apakah kita akan keluar di ujung, di semesta yang sama? Atau di semesta paralel? Atau kita muncul di waktu yang sama? Apakah kita muncul di waktu kita? Atau di masa lalu? Atau masa depan? Tentu saja semua mungkin, karena Laurentzian wormhole merupakan produk dari Teori Relativitas Umum yang menyatakan bahwa semua bergerak baik dalam ruang maupun dalam waktu.

Lorentzian wormholes terbagi dalam dua jenis:
1) Inter-universe wormholes, wormholes yang menghubungkan semesta kita dengan ’semesta’ yang lain. Ini adalah dugaan tentang adanya semesta paralel.
2) Intra-universe wormholes, wormhole yang menghubungkan dua daerah dalam semesta yang sama.

Ada juga wormhole lain yang dikenal sebagai Euclidean wormholes, yang mana, wormhole ini ada dalam proses yang sangat mikro, karena menjadi perhatian utama para ahli teori medan quantum. Dengan demikian wormhole jenis ini, pada saat ini tidak akan dibahas, dan Laurentzian wormhole adalah wormhole yang kita bahas.

Kembali pada pertanyaan, apakah mungkin kita melakukan perjalanan melalui wormhole? Kip Thorne dan Mike Morris pada tahun 1988 mengusulkan bahwa wormhole bisa dipertahankan kestabilannya mempergunakan materi eksotik (materi yang masih teoritis, dan belum ditemukan di dunia, dengan perilaku seperti massa yang negatif atau menolak gravitasi, alih-alih patuh pada hukum Gravitasi Newton). Model teori ini dikenal sebagai Morris-Thorne wormhole. Teori-teori yang kemudian dikembangkan untuk mempertahankan kestabilan wormhole, sehingga bisa dilalui, sampai saat ini berpedoman pada argumentasi bahwa, tidak ada materi yang kita ketahi bisa berperanan untuk mempertahankan kestabilan, karena membutuhkan adanya energi negatif.

Kendati wormhole masih menjadi wacana teori (dan urban legend), tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen. Apakah kemudian wormhole itu tidak mungkin ada? Atau mungkinkah wormhole dibuat?

Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang ne(u)tron. Kenapa bintang netron? Bintang netron adalah jenis bintang yang massa-nya mencapai 1,35 sampai 2,1 kali masssa Matahari, tetapi dengan radius hanya 20 sampai 10 km, mencapai 30 ribu - 70 ribu lebih kecil daripada Matahari. Dengan demikian, maka berat-jenis bintang netron mencapai of 8×10^13 to 2×10^15 g/cm^3.

Seberapa banyak? “Secukupnya” - sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin yang lain di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya — dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.

Fakta bahwa perjalanan menembus waktu, apabila meloncat ke masa depan itu bisa diterima, karena memang tidak bertentangan dengan Teori Relativitas Khusus, tetapi jika perjalanan-nya mundur dalam waktu? Itu menjadi kontroversi, sulit dipahami, bahkan bisa menimbulkan paradoks.

Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat; gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu!

Disinilah kontroversinya, jika seseorang kembali dari masa depan, lalu membunuh orang-tuanya sebelum dia dilahirkan, lalu bagaimana dia bisa ‘ada’ dan melaksanakan misi membunuh orang-tuanya? Dengan pengetahuan akan teori Quantum, Stephen Hawking memperkenalkan ‘Konjektur Perlindungan Kronologi’, yang bisa ‘melindungi’ perjalanan antar waktu tersebut. Karena secara teori, di dalam lorong pasangan partikel-antipartikel secara terus menerus tercipta dan saling meniadakan, dengan demikian energi meluap dengan amat sangat, bahkan bisa melebihi energi eksotis yang diperlukan untuk membuka gerbang wormhole. Dan, wormhole akan terganggu dan tertutup, bahkan sebelum mesin waktu tercipta. Lalu apakah dengan demikian mesin waktu itu tidak mungkin?

Apapun yang mungkin sebenarnya bisa terjadi, apakah wormhole sebagai mesin waktu ada? Bisa terjadi? Atau sebagai portal antar ruang? Semua masih terbuka, masih harus menunggu penantian yang panjang, karena masih harus mencari pemahaman dan penyatuan teori mekanika quantum dan gravitasi. Masih banyak yang harus dipelajari, dan jika memang berminat ikut mempelajarinya, banyak yang belum dipahami; sementara menunggu, biarkan pengarang fiksi ilmiah bercerita tentang eksotika wormhole, atau kita nikmati saja kartun Kalvin & Hobbes berikut ini.

Calvin & Hobbes
Calvin & Hobbes

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as:

nggieng Mahasiswa magister astronomi ITB yang semenjak S1, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan buku "Perjalanan Mengenal Astronomi", sampai dengan penerbitan Internasional, dan sekarang terlibat aktif sebagai reporter & fotografer di Komunitas Astronomi langitselatan.
Email this author | All posts by nggieng

«« Hobby roket untuk Amatir ? - bag. 1
Astronom Radio? Kenapa Tidak? »»

28 Responses »

  1. berat juga euy…..

  2. dr dulu susah bgt ngejelasin ttg wormhole yg nanya ke saya… hehhe…

    kira2 klo dikasih artikel ini, mereka akan lbh ngerti ga ya?!? ^^

  3. yang penting dibaca dulu, kl gak ngerti ditanya, kan ada forum untuk berdiskusi lebih mendalam .. :)

    kl mau dibagi2kan silakan, tapi mohon ijin memberitahukan sumber-nya dari langitselatan, secara ini masalah etika ber-informasi, sekaligus pembelajaran berdiskusi ilmiah. Selamat bagi-bagi ilmu .. :)

  4. Artikel wormhole benar-benar berat. Bagi orang awam ya sulit mengomentari. Tetapi secara umum menunjukkan bahwa manusia biar itu ilmuwan ulung sampai saat ini belum memperoleh gambaran struktur alam semesta. Alih-alih lingkup alam semesta pada tata surya sendiri juga belum terungkap secara utuh. Terbukti baru akhir-akhir ini diketahui ribuan benda langit seukuran Pluto di sekitar wilayah awan Oort, sehingga dampaknya Pluto kehilangan gelar sebagai planet. Pengungkapan posisi tata surya dan miliaran sistem bintang dalam galaksi tampaknya sangat penting untuk membuktikan benar tidaknya teori wormhole. Tampaknya “dark matter” memegang peran dalam membangun struktur tata surya dan galaksi. Sebenarnya saya punya pendapat untuk menggambarkan struktur galaksi secara garis besar, hanya agak aneh dan bisa jadi sangat kontradiktif. Pendapat itu berdasarkan kajian literatur Kitab Suci Al Qur’an dan literatur pengetahuan umum astronomi. Inginnya bisa diterbitin, tetapi apa ada ya penerbit yang mau karena memang sangat sulit mendiskripsikan tentang struktur langit. Apa bisa ya forum ini membantu. Terimakasih.

  5. Bapak Mudjiono benar, tentang peranan dark-matter dalam ‘mengikat’ galaksi dan struktur semesta. Tentu saja ini harus masuk dalam teori struktur galaksi yang mungkin tidak bisa diurai secara sederhana.

    Teori ilmiah itu justru harus dipertentangkan, bukan karena mencari siapa benar siapa salah, tetapi lebih pada mematangkan pemahaman teori, dan dengan demikian mana yang lebih sahih itu yang lebih bisa diterima, demikian bagaimana model sains berkembang. Jadi kalau misalnya pak Mudjiono punya argumentasi ya silakan berargumentasi, tetapi yang perlu dicermati adalah, tetap berpikiran terbuka, karena peminat sains tidak hanya orang-orang yang patuh pada iman, bahkan orang2 yang menisbikan iman pun ada.

    Silakan berdiskusi lebih lanjut di forum (http://langiselatan.com/forum/) :)

  6. artikel ini untuk memperingati Isra Mi’raj?
    mungkin Isra Mi’raj menggunakan fasilitas wormhole ini?
    malaikat jibril (yang konon diciptakan dari cahaya) hanya sanggup mengikuti pada batas tertentu, mungkin ada penjelasannya secara ilmiah?
    kaleee…….. :-D

  7. mau belajar lebih lanjut, buku apa yang disarankan?

  8. Kelihatannya menarik juga

  9. Ya kita sering dengar kisah Isra Mi’raj dari para kyai sejak kecil. Ini kisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus ruang waktu menuju langit ketujuh. Adakah yg bisa memberikan penjelasan secara ilmiah perjalanan bersejarah ini? Kalau dikaitkan dgn wormhole tadi, bagaimana ya.

    Saya berandai-andai kalau kita punya mesin waktu, wow alangkah asyiknya. Kebayang enggak kita bisa jalan-jalan menembus masa silam, misalnya ke jaman Majapahit dan ketemu dengan Ken Dedes atau Roro Jonggrang. Wah, mungkin saya jadi orang paling KEREN ya di sana ha ha ha.

  10. Sambil ngopi, coba kita bayangkan…
    keliatannya teori2 ini cukup bikin kepala pusing, karena jika ada “lubang” yang sedemikian kuat gaya gravitasinya, apakah tidak akan menghancurkan tatanan semesta kita? dan menyedot semua benda di alam semesta kedalamnya? bahkan sebuah bintang sekalipun. Ibarat sebuah lubang kecil didalam bak, yang akan menyedot habis semua air didalam bak hingga kering…. Terus kira2 kemana kita akan keluar ya? apakah kita akan keluar hidup2? secara utuh? atau berantakan? hahaha…..

    Semua benda di alam semesta ini bergerak mengikuti hukum keteraturan, bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, matahari mengelilingi pusat galaksi, dan galaksi2 pun terus bergerak menjauhi pusat semesta, lalu ada dimana wormhole ini? tapi memang asik bermain2 dengan hipotesa kita, walaupun sampai sekarang kita cuma bisa membayangkan………

  11. aha…. maap, aku baru tau ada situs ini,,,, keren banget!
    aku juga seneng hal2 kaya gini,,,
    emang dari sejak SD kita selalu diajarkan bahwa jarak terdekat antara 2 titik adalah bentuk garis lurus, tapi nyatanya : garis lengkung!!

  12. buat biangkerok, sebetulnya bukan masalah garis lurus atau melengkung, bergantung pada geometri-nya (kalo garis lurus di permukaan bola kan akan selalu melengkung juga, dari kacamata geometri ruang datar). Yang penting adalah bagaimana sesuatu bergerak diantara dua titik itu menggunakan energi terkecil, alias paling irit; itu yang dibilang sebagai lintasan terpendek. Jadi jarak terpendek itu bergantung juga pada energi sistem.

    Kalau bicara soal fisikanya bakal njlimet, tapi intinya, semua bergantung pada bagaimana bangun-nya (geometrinya).

  13. lumayan berat…tapi semakin tak kumengerti..maka akan selalu kucari hingga kudapat memahaminya..makasih mas2 semua atas ilmunya
    wassalam

  14. Aku pernah baca, katanya dimensi kita ini dibatasi oleh waktu, dan waktu itu juga terpengaruh oleh gravitasi. kalo wormhole punya gravitasi yang segede itu, gimana berantakannya waktu di dalam situ yaaa??? =P

    Hey, bagi semua-semuanya, ada yang bisa kasih aku referensi buku tentang peran serta Al-Qur’an dalam perumusan struktur alam semesta ini?? aku nyari banget lho… Pak Mudjiono punya??

  15. Sbnrnya kisah menembus worhole yg sampe skg sulit dibuktikan oleh para ahli fisika di dunia ini sudah dibuktikan, terutama bagi umat Islam, yaitu perjalan Rasulullah Saw dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa dlm 1 detik lalu lanjut menuju “Sidratul Munthaha”… Kalo dipikirkan, utk menempuh perjalanan yg sangat jauh dgn kecepatan sebegitu dahsyatnya dgn tanpa melewati wormhole, mungkin tubuh fisik Rasulullah Saw sudah hancur lebur krn bergesekan dgn udara bumi…. Tidak mungkin lah, bahkan meteor masuk ke atmosfer bumi aja hancur baru di lapisan luarnya

    Kisah kedua adalah pemindahan singgasana ratu Bilqiz oleh seorg pembesar manusia ketika zaman kerajaan Israel yg dipimpin oleh Nabi Sulaiman As… Dlm sepersekian detik (sekejapan mata saja), maka singgasana (bangku ratu) sudah berpindah tempat… Secara logika fisika itu tdk mungkin bila si singgasana tsb tidak didematerialisasikan lebih dulu lalu ditarik melalui wormhole spy cepat pindah lalu di materialisasikan kembali….

  16. Meski anak tekkim, aku tuh tertarik banget ama yang namanya astrofisika.Mungkin ga’ ya kalo ada asteroid nabrak bumi,kita belokkan dan kita hilangkan ke dalam wormhole ini?Makasih atas ilmunya mas!

  17. dulu, saya tertarik dgn lubang dimensi, waktu ada film tentang pesawat jelajah galaksi yang terdampar di celah waktu, dan pernah terdampar di neraka… it’s out of my mind…
    di dalam al qur’an, ada bbrp contoh kekuasaan Allah untuk merekayasa waktu… membuka tabir dimensi, seperti dzulqornain yg bisa kemana saja, isro mi’roj dgn perjalanan waktu menembus langit, … dll… subhanAllah…
    bagaimanapun wacana dan teoritical tentang wormhole dan relativitas waktu sangat menggoda imajinasi manusia dengan segala keterbatasan ilmunya…jauh dari ilmu yg dimiliki Allah….
    …saya masih menunggu, bukti dan fakta teori ini di hal yang nyata…

  18. [...] Keberadaan wormhole dalam teori dimulai ketika Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa bisa membuat ruang (waktu) melengkung/terlipat, semakin besar massa, semakin melengkung ruang (waktu).Langit Selatan [...]

  19. Kritik untuk kang nggieng……

    1. Pada kalimat “Kembali pada pekerjaan Einstein, teori Einstein mempergunakan teori matematis yang dikenal sebagai persamaan medan Einstein, dan solusinya dikenal sebagai solusi Scwarzschild. Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi. ”

    Sebetulnya solusi Schwarzschild bukanlah satu-satunya solusi persamaan medan Einstein, karena masih banyak solusi lainnya. Mungkin lebih baik menggunakan kata-kata “…dan salah satu solusinya dikenal sebagai solusi Schwarzschild…”
    Solusi yang lainnya tidak berkaitan dengan Schwarzschild black hole maupun white hole.

    2. Pada kalimat terakhir, mungkin lebih baik menggunakan kata-kata”…Solusi teori ini menguraikan tentang medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi dan tidak bermuatan.”
    Karena ada juga solusi medan gravitasi pada massa yang simetri-bola, tidak berotasi dan bermuatan dari Reissner-Nordstorm yang ditemukan tak lama berselang.

    3. Pada penjelasan mesin waktu mengikuti logika relativitas Einstein…:
    “Bila, salah satu ujung wormhole yang tadi telah dibuat tersebut digerakkan dengan laju mencapai laju cahaya, dan sesuai dari teori Relativitas Khusus, semakin laju suatu benda, mencapai kecepatan cahaya, waktu berjalan menjadi lambat; gerak relatif tersebut menciptakan perbedaan waktu antara keduanya. Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang diam, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang bergerak, dia akan kembali ke masa lalu!”

    Apa penjelasannya tidak terbalik niy….yaitu:

    Sedemikian sehingga tercipta adanya lorong yang ujung-ujungnya berbeda waktu. Jika dari ujung yang bergerak, seseorang bergerak jauh ke masa depan, tapi kebalikannya, dari ujung yang diam, dia akan kembali ke masa lalu!

    Misalnya ujung wormhole yang bergerak dan diam adalah sama-sama tahun 2008 saat ini jika konstruksi mesin waktu dibuat. Maka di ujung yang bergerak waktunya berjalan lambat menurut relativitas khusus Einstein sehingga bisa saja masih di tahun 2008. Sedangkan di ujung yang diam sudah mencapai tahun 2010 karena waktunya bergerak cepat.
    Jadi, dari ujung yang bergerak di tahun 2008 sang penjelajah waktu justru menuju ke masa depan di tahun 2010, sedangkan dari ujung yang diam di tahun 2010 dia akan kembali ke masa lalu di tahun 2008 saat memasuki ujung yang bergerak tadi.

    Demikian kritik dan penjelasan dari saya…Semoga bisa dipahami dan dimaklumi.
    Terima kasih….

  20. Wah, terimakasih banyak atas koreksi dan masukkannya pak! Terutama untuk nomer satu dan nomer dua, untuk yang nomer tiga? Masih butuh diskusi khusus pak, nanti akan saya coba uraikan dulu, mudah-mudahan supaya tidak membingungkan pembaca lain.

    Mungkin bapak punya argumen yang bisa mencerahkan? Trimakasih.

  21. wah kalu jelaskan ke anak smp tambah rumit juga ya.
    tapi tak coba dah

  22. Mantep kang penjelasannya!
    bisa dihubungin ke teori warp juga ya…?

  23. Hm…menurut saya black hole adalah sumber energi terbesar kedua dari bimasakti dan teori Einstein yg mengatakan bahwa suatu benda yg memiliki energi yg tetap berputar cepat pd porosnya akan menghasilkan suatu dimensi waktu dan itu terbukti

  24. Coba kita tunggu teori menakjubkan berikutnya.

  25. wormhole itu ibarat jalan pintas diantara ke-2 ruang/tempat dan bsa juga dianggap sebagai jalur alternatif atau jalan tol

  26. Wiii…….bacaannya BERAT juga ternyata……
    bagi anak umur 14 tahun kayak aku yang pingintau tentang astronomi kok kayaknya BERAT BANGET yaaa…….

    aq pingin tau tentang baintang-bintang SUMMER TRIANGLE donk….

  27. So,,,,apa muNgkin di “Bermuda Triangle” ad wormhole yach????

  28. Penjelasan yg canggih coy…model wormhole yg dijelaskan nggieng cukup mudah dipahami…

Leave a Reply