Es di Greenland dan Global Warming

Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen. Foto satelit yang menunjukkan jumlah hari terjadinya proses pelelehan di tahun 2006. Warna biru gelap menunjukkan area yang memiliki hari pelelehan terbesar.
Monitoring terhadap pelelehan saju di lapisan es Greenland secara harian dilakukan dengan Special Sensor Microwave Imaging radiometer (SSM/I) yang berada di pesawat ruang angkasa Defense Meteorological Satellite Program. Sensor akan mengukur sinyal elektromagnetik yang dipancarkan lapisan es dan mendeteksi lelehan salju yang terjadi lebih dari 10 hari lebih lama dari rata-rata yang terjadi pada area tertentu di Greenland.
Dengan adanya hasil pengamatan satelit secara periodik memberikan data dan informasi yang akan membantu para peneliti untuk mengetahui kecepatan alir glacier, banyaknya air dari salju yang mencair dan bergabung dengan lautan disekitarnya, juga untuk mengetahui seberapa banyak radiasi Matahari yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer.

Jumlah hari dimana terjadi pelelehan di tahun 2006 berada di atas rata-rata proses pelelehan di tahun 1988-2005. Area merah gelap mingindikasikan anomali jumlah hari yang berada di atas rata-rata. Credit: NASA/Robert Simmon and Marit Jentoft-Nilsen
Mencairnya salju di Greenland memberi pengaruh yang sangat besar terhadap luas lapisan es yang terus berkurang dan terhadap tinggi dan dalam lautan diseluruh dunia. Sebagian air yang dihasilkan dari salju yang mencair juga akan mengalir kedalam glacier melalui patahan-patahan dan alur lubang vertikal (moulin), kemudian mencapai lapisan batuan dibawahnya dan melubrikasi (meminyaki, mencairkan) lapisan es diatasnya.
Pengamatan dan studi yang dilakukan sebelumnya oleh Jay Zwally dan Waleed Abdalati dari NASA Goddard menunjukkan, air yang mencair pada musim panas pada dasar lapisan es bisa meningkatkan gerak es dan menyebabkan terjadinya peningkatan level lautan (tinggi dan dalamnya) dengan sangat cepat. Fenomena ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

Gambar skematik permukaan glacial yang mengilustrasikan bagaimana moulins mentransport air ke dasar glacier. credit : NASA.
sumber : NASA
ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet.Email this author | All posts by ivie
115 Comments
Trackbacks
- Global warming « EDWIN MANDAGI BLOG
- Please Save Our World ! « Tofan A. R. On The World
- first » Blog Archive » Global Warming
- sebuah klip Global Warming ! « neverending story of me
- Cairnya salju tua « HUTAN KITA







aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh gawat gimana nich kita harus bertindak !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kalo boleh tw,, emank berpa bnyak or brapa tbal cie ES yng mencair itu
tiap hari na ????
gmnaa punn , kitaa hrs bertindag ..
jgn hnyaa bicaraa !! marii kita bktikann ..
iindonesiia btuh perubahan !!
Helllllo !~~!
emang itu para ya????????????????????????????????????????????????????????
parah bgtt ..
Aduhhh!!!! gmn? indo? mn mau pada gak pikirin sih.memang sudah semakin parah ttp gak smua org pduli! kayak org kaya, cuma mikirin diri sendiri( kebanyakan)
klok gw kok mikirnya gini ya
kalau es mencair suhu di bumi pasti tinggi y, air laut ikut menguap, atmosfer tebel lg, suhu bumi turun lg, es mbeku lg, normal
tapi kyknya pnjelasan yg ada gak sesimple itu …
tpi mdh2n kenyataannya sesimple itu biar ada ruang bwt anak cucu kita nanti…
sebelum global warming semakin melelehkan bumi kita, ada baeknya kalu kita pesen speedboat sebanyak2nya …
he he he … kalu perlu, sokongan beli kapal pesiar lengkap dengan pabrik2 pembuatan makanan didalamnya, jadi kita gak perlu khawatir kelaparan … ia tow … ???