Wahana Kepler & Kandidat Planet Baru

Sejak bulan Mei 2009 sampai Maret 2011, hasil penemuan planet-planet baru di bintang lain menunjukkan peningkatan yang stabil dalam jumlah kandidat planet-planet kecil maupun jumlah bintang yang memiliki planet lebih dari satu.

Wahana Kepler milik NASA merupakan salah satu mata di angkasa yang terus mencari planet-planet baru di bintang-bintang lain. Dalam pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, NASA merilis penemuan 461 kandidat planet baru oleh Kepler dengan 4 planet di antaranya merupakan kandidat potensial yang memiliki ukuran kurang dari 2 kali ukuran Bumi dan mengorbit di zona laik huni bintangnya.

Ukuran kandidat planet yang ditemukan Kepler. Kredit : NASA
Ukuran kandidat planet yang ditemukan Kepler. Kredit : NASA

Semenjak pertama kali bertugas pada bulan Mei 2009, Kepler benar-benar melakukan sebuah lompatan besar dalam penemuan planet-planet di bintang lain.  Tercatat 2740 kandidat planet extrasolar yang mengitari 2036 bintang berhasil ia identifikasi dan jumlah itu terus bertambah.  Di antaranya ada 350 obyek yang menjadi kandidat planet seukuran Bumi dan 1100 lainnya memiliki ukuran tidak melebihi 2 kali radius Bumi.  Sistem yang ditemukan juga tidak hanya memiliki satu planet. 43% kandidat berada dalam sistem multi planet ( salah satunya merupakan sistem dengan 6 buah planet).   Keberadaan sistem multi planet yang cukup banyak  menunjukkan kalau sistem keplanetan seperti Tata Surya yang kita kenal merupakan sistem yang umum ditemukan di galaksi.

Kepler Akan Terus Bertugas
Misi Wahana Kepler sudah disetujui perpanjangan kerjanya sampai dengan 2016 dan ia akan terus bertugas untuk mencari planet-planet baru di bintang lain. Tak hanya itu, perhatian lebih juga ditujukan untuk mencari planet-planet seukuran Bumi atau planet yang berada di zona laik huni yang berpotensial untuk mempertahankan kehidupan.

Dalam tugasnya, Kepler melakukan pengukuran terhadap perubahan yang terjadi pada kecerlangan lebih dari 150000 bintang. Perubahan kecerlangan tersebut terjadi ketika sebuah planet melintas di depan bintang atau melakukan transit. Ketika ia lewat di depan bintang induknya, maka kecerlangannya akan berubah atau mengalami peredupan sesaat. Setidaknya ada 13000 sinyal mirip transit yang harus dipelajari oleh para peneliti untuk mengetahui transit yang memang berasal dari planet.

Kandidat yang sudah ditemukan pun masih harus dipelajari dan dikonfirmasi lagi keberadaannya.  Awal tahun 2012, 33 kandidat planet dalam data Kepler berhasil di konfirmasi sebagai planet dan terus meningkat mencapai 105 sampai dengan saat ini.

Perjalanan Kepler masih terus berlanjut, dan pencarian tak akan berhenti. Siapa tahu tak lama lagi planet serupa Bumi sudah bisa ditemukan.

Sumber : NASA

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...