Kepler 10c dan Metode Baru Penentuan Planet

Pada pertemuan American Astronomical Society di Boston, tim Kepler mengumumkan satu lagi tambahan planet yang berhasil dikonfirmasi keberadaannya dalam keluarga Kepler-10.  Planet tersebut akan dikenal sebagai Planet Kepler-10 c, planet kedua dalam sistem bintang Kepler-10.

Kepler & Sistem Multi Planet Yang Ditemukannya

Semenjak misi Kepler diluncurkan, penemuan planet berukuran lebih kecil dari planet Neptunus tampaknya menjadi hal yang tidak lagi asing. Hanya dengan data yang diambil dalam 4 bulan pertama misinya, ia berhasil memberikan bukti keberadaan 1200 kandidat planet. Di antaranya ada 408 yang berada dalam sebuah sistem yang terdiri dari dua atau tiga planet dan yang lebih menarik lagi, sebagian besar di antaranya sangat berbeda dari Tata Surya.  Ke-408 planet tersebut diketahui berada pada 170 sistemu multi planet yang berbeda.

Sistem Keplanetan Kepler-11 Yang Menakjubkan

Tahun 1995, dunia dikejutkan dengan penemuan planet pertama yang mengorbit bintang lain. Pegasi 51 menjadi titik awal perjalanan penemuan planet-planet yang mengitari bintang lain. Satu per satu planet ditemukan. Satu demi satu kejutan pun tersaji bagi manusia, untuk melihat kalau Tata Surya bukanlah satu-satunya sistem keplanetan dan Tata Surya tidaklah unik.

Kapankah astronomi mulai tidak sama dengan astrologi?

Bagi seseorang yang mengaku belajar astronomi, tidak jarang terjadi ada orang yang minta diramalkan nasibnya, seraya mengatakan bahwa bintangnya adalah X dan meminta supaya dibaca peruntungannya di masa datang. Kebanyakan hanya bercanda saja untuk membuat si astronom kesal, namun tidak sedikit pula yang serius, mengira bahwa astronomi adalah bidang studi untuk mempelajari cara-cara meramalkan masa depan berdasarkan posisi benda-benda langit.