Planet Merkurius: Pengantar Pesan di Langit

Merkurius. Planet paling kecil di Tata Surya, sekaligus juga paling dekat dengan Matahari.  Permukaan planet Merkurius penuh dengan kawah. Selain itu, planet ini juga kering dan tandus.

Proses Kelahiran Matahari dan Planet di Tata Surya

Tata Surya itu mirip lingkungan perumahan untuk Bumi dan planet-planet yang mengelilingi Matahari. Kali ini kita akan menelusuri bagaimana planet dan bintang bisa terbentuk. Untuk itu mari kita bertualang ke masa lalu. Bukan benar-benar melakukan perjalanan waktu, tapi mari kita telusuri kembali jejak perjalanan Tata Surya.

Meteoroid dari Luar Tata Surya

Sebuah meteoroid yang berupa asteroid-mini memasuki atmosfer Bumi pada 9 Januari 2014 TU dinihari waktu Indonesia. Ia menjadi meteor-terang (fireball) dan mencapai puncak kecemerlangannya manakala tiba di ketinggian 19 kilometer di atas paras air laut, di lepas pantai utara pulau Irian. Lima tahun kemudian barulah disadari bahwa asteroid mini tersebut datang dari luar tata surya kita.

Komet Borisov, Bintang Berekor dari Luar Tata Surya

Saat dilihat umat manusia untuk pertama kalinya, tak ada keraguan bahwa benda langit itu adalah bintang berekor. Komet. Ia memang hanya terlihat sebagai sebintik cahaya samar dengan bentuk ekor tak kalah samar pula. Juga sangat redup. Dengan magnitudo mendekati +19 maka kecerlangannya hanya 1 % dari kecerlangan planet–kerdil Pluto yang legendaris dan sulit diamati itu (terutama dari Indonesia).

Saturnus: Jawara Satelit di Tata Surya

Sepanjang ingatan penulis sebagai pecinta Astronomi, planet Jupiter memegang hampir semua rekor keplanetan di Tata Surya: planet terbesar, planet dengan jumlah satelit terbanyak, planet dengan sistem badai yang bertahan ratusan tahun, dan sejenisnya. Namun, temuan para ilmuwan dari Carnegie Institution of Science (Carnegie Science) telah menurunkan Jupiter dari tahta planet dengan satelit terbanyak. Mari kita sambut sang jawara Satelit Terbanyak yang baru: Saturnus!

2019 MO, Asteroid Mini yang Jatuh ke Bumi

Sebuah asteroid mini telah jatuh ke Bumi hanya dalam 12 jam pasca dilihat manusia untuk pertama kalinya. Inilah untuk keempat kalinya umat manusia berhasil mendeteksi sebuah benda langit yang sedang menuju ke Bumi saat masih berada di antariksa. Kali ini disertai bonus, asteroid ini yang terbesar di antara ketiga asteroid lainnya sehingga memiliki energi terbesar.