Mari Mengenal Paralaks Bintang

Di malam hari yang gelap, kita dapat melihat taburan ratusan bintang di langit. Bintang-bintang tersebut hanya tampak sebagai titik-titik terang dan redup yang sama ukurannya di lihat mata kita. Namun lebih jauh, seberapa terang suatu bintang tidak menentukan jaraknya terhadap kita. Untuk menentukan jarak bintang, para astronom menggunakan berbagai metode, yang akan dibahas di bagian selanjutnya.

Penemuan Bintang Terdingin Mengisi Gap Bintang dan Planet

Bagaimana rasanya berada dekat Matahari? Tentu kita akan menjawab, panas, sampai bisa hangus, deh. Tentu saja, karena suhu permukaan Matahari sendiri 6.000 K. Kali ini, justru ditemukan bintang baru yang sangat dingin, hanya 632 K atau sekitar 350 derajat Celsius. Penemuan bintang yang satu ini memang tidak spektakuler seperti menemukan supernova, namun tetap memberikan banyak informasi dan kaitan antara bintang dan planet khususnya planet raksasa (planet gas). Bintang terdingin yang ditemukan ini adalah sebuah bintang katai cokelat atau yang lebih kita kenal sebagai bintang gagal.

Pertukaran Magnet di Bintang Mirip Matahari

Sama seperti Matahari, bintang lainnya pun memiliki motor perputaran (spinning engine) yakni medan magnetnya. Bidang magnetik tersebut mirip dengan yang ada di batangan magnet, kecuali sisi utara dan selatannya akan terus berganti secara reguler. Untuk Matahari, pergantian tersebut terjadi setiap 11 tahun. Bagaimana dengan pertukaran magnet pada bintang lainnya ?

Ledakan Nova Membersihkan Debu di Sekelilingnya

Keck Interferometer di W.M Keck Observatory, Mauna Kea Hawaii berhasil mengamati ledakan bintang yang dikenal dengan nama nova dan berhasil memberikan informasi yang cukup spesifik tentang kejadian ini. Pengamatan dilakukan oleh Keck Interferometer dengan menggabungkan 2 teleskop Keck 10 meter menjadi sebuah megateleskop tunggal. Dalam pengamatan ini, Keck Interferometer menggunakan mode null untuk mengambil data nova yang dikenal dengan nama RS Ophiuchi.

Begini cara kerja bintang – Bagian 1: Gravitasi dan tekanan Gas

Tiga orang astronom, Carl Hansen, Steven Kawaler, dan Virginia Trimble, dalam buku teks terbaru mereka tentang struktur bintang, berjudul Stellar Interiors: Physical Principles, Structure, and Evolution (Interior Bintang: Prinsip Fisis, Struktur, dan Evolusi), menulis, “Jika Anda ingin tahu bagaimana bintang bekerja, pergilah keluar dan lihatlah mereka selama beberapa malam. Apa yang mereka lakukan hanyalah bersinar dengan stabil sepanjang waktu.” Secara historis ini betul. Mari kita lihat Matahari sebagai contoh.

Gugus Bintang dalam Awan Molekul

Gugus bintang lahir bersebadan di dalam awan molekul raksasa dan pada saat pembentukannya hanya dapat diamati dalam panjang gelombang inframerah karena awan antar bintang yang melingkupi gugus ini menghamburkan panjang gelombang optik. Dari katalog gugus-gugus muda dapat disusun distribusi usia gugus muda dan gugus terbuka, dan ditemukan bahwa lebih dari 90% gugus muda tidak terus terikat secara gravitasi dan bertahan menjadi gugus terbuka namun menguap dan bergabung dengan bintang-bintang medan di sekitarnya. Dengan kata lain, terdapat tingkat kematian gugus yang tinggi.