ISON, Dari Debu Kembali Menjadi Debu

Saga komet ISON akhirnya berakhir tragis. Bintang berekor yang semenjak setahun silam digadang-gadang bakal meraih tahta “komet abad ini” seiring prediksi awal yang memperlihatkan ia bakal menghias langit sebagai obyek lebih terang ketimbang Bulan purnama akhirnya jatuh tersungkur di beranda Matahari. Jangankan menyamai Venus atau bahkan seterang Bulan purnama, komet ISON hanya sempat mencapai magnitudo semu sekitar -2,5 saja sebelum kemudian mulai meredup. Hingga 2 Desember 2013, apa yang semula berupa komet ISON telah berubah total menjadi awan debu yang terus melebar dan meredup dengan magnitudo semu hanya sekitar +8.

Setelah Asteroid Apophis Kian Mengabur

Asteroid Apophis telah melewati titik terdekatnya dengan Bumi pada Rabu 9 Januari 2013 pukul 18:42 WIB kemarin dengan jarak 15 juta km dari Bumi. Banyak yang penasaran dan mengira asteroid yang berjuluk Sang Penghancur ini bakal benar-benar melintas demikian “dekat” (dalam perspektif manusia) sehingga menjadi benda langit yang kasat mata tanpa perlu dibantu alat-alat optik seperti binokuler dan teleskop.

Asteroid Toutatis Melintas di Dekat Bumi

Pada Rabu 12 Desember 2012 pukul 13:40 WIB mendatang, sebuah bongkahan batu raksasa sebesar dua kali Gunung Merapi dengan wujud mirip kentang bakal melayang di antariksa dekat Bumi dengan jarak hanya 6,95 juta kilometer atau setara dengan 18 kali jarak Bumi-Bulan, suatu jarak yang sangat dekat dalam skala astronomis. Inilah asteroid Toutatis.