Planet Jupiter dan Saturnus sama-sama merupakan planet gas raksasa pemecah rekor di Tata Surya. Akan tetapi, keluarga bulan yang mengelilingi keduanya ternyata berbeda.
![Ilustrasi simulasi dalam penelitian ini. Jupiter (kiri bawah) punya medan magnet kuat hingga menciptakan rongga dalam piringan. Saturnus (kanan atas) tidak punya medan magnet kuat hingga piringannya berevolusi tanpa ada rongga. Kredit: Yuri I. Fujii/L-INSIGHT [Kyoto University], Shinichiro Kinoshita](https://i0.wp.com/langitselatan.com/wp-content/uploads/2026/06/JupitervsSaturnus.jpg?resize=770%2C650&ssl=1)
Jupiter dan Saturnus merupakan planet terbesar, sekaligus pemegang rekor bulan atau satelit alam terbanyak di Tata Surya. Dan kalau itu belum cukup keren, keduanya merupakan rumah untuk beberapa bulan terbesar yang ada di Tata Surya.
Sampai saat ini, Saturnus punya 280 bulan, sementara Jupiter dengan 100 bulan yang sudah diketahui. Tapi, ada yang menarik. Jupiter memiliki empat bulan besar, termasuk Ganimede, bulan terbesar di Tata Surya. Sementara itu, keluarga bulan di Saturnus didominasi oleh Titan, bulan terbesar kedua di Tata Surya. Anehnya, kedua planet yang punya banyak kemiripan ini punya keluarga bulan yang berbeda.
Perbedaan ini sudah lama jadi teka teki bagi para astronom.
Pertanyaannya, mengapa Saturnus punya banyak bulan tapi hanya sedikit yang besar, dan mengapa Jupiter punya lebih banyak bulan besar dibanding Saturnus.
Para astronom menduga, ini ada kaitannya dengan medan magnet planet. Bayangkan lemari es yang menyimpan magnet.
Jawabannya para astronom harus kembali ke masa kecil Jupiter dan Saturnus. Tujuannya untuk melihat perubahan medan magnet dari waktu ke waktu.
Untuk itu, tim astronom membangun program komputasi untuk memodelkan struktur dalam planet Jupiter dan Saturnus saat masih muda. Mereka juga membuat model piringan raksasa pipih mirip panekuk, disebut piringan sirkumplanet, yang pernah mengorbit Jupiter dan Saturnus di masa lalu.
Hasil pemodelannya ternyata sangat menarik. Jupiter muda memiliki medan magnet yang luar biasa kuat, yang membentuk rongga atau kantung spesial di dalam piringan pipih di sekelilingnya. Rongga ini sangat pas untuk menangkap bulan besar seperti Ganimede. Sementara itu, medan magnet Saturnus terlalu lemah untuk membuat kantong yang sama di dalam piringan. Karena itu, planet Saturnus hanya punya satu bulan besar seperti Titan.
Pemodelan ini berhasil memperlihatkan kalau planet seperti Jupiter bisa memiliki banyak bulan, termasuk yang berukuran besar, sedangkan Saturnus hanya bisa memiliki sedikit saja bulan berukuran besar. Ide atau model yang sama juga bisa diterapkan untuk mencari eksobulan dan piringan mirip panekuk di planet gas raksasa di sistem ekstrasolar.
Siapa tahu, ada misteri baru lainnya yang menanti untuk dipecahkan!
Fakta Keren
Tahukah kamu kalau para astronom pernah mengirim wahana antariksa yang mendarat di Titan, bulan terbesar Saturnus? Wahana Cassini-Huygens merupakan wantariksa pertama yang dikirim manusia untuk mendarat di dunia lain di Tata Surya bagian luar.
















Tulis Komentar