langitselatan
Beranda » Astronom Menemukan Fosil-Bintang Langka di Galaksi Katai

Astronom Menemukan Fosil-Bintang Langka di Galaksi Katai

Seperti bayi yang baru lahir, bintang-bintang yang baru terbentuk mewarisi ‘gen’ bintang induknya.

Bintang-bintang di galaksi katai amat redup, Pictor II, yang terletak di rasi Pictor. Kredit: CTIO/NOIRLab/DOE/NSF/AURA. Pengolahan foto: T.A. Rector (Universitas Alaska Anchorage/NSF NOIRLab), M. Zamani & D. De Martin (NSF NOIRLab).
Bintang-bintang di galaksi katai amat redup, Pictor II, yang terletak di rasi Pictor. Kredit: CTIO/NOIRLab/DOE/NSF/AURA. Pengolahan foto: T.A. Rector (Universitas Alaska Anchorage/NSF NOIRLab), M. Zamani & D. De Martin (NSF NOIRLab).

Baru-baru ini, tim ahli astronomi menemukan bintang istimewa yang gen-gennya cocok dengan ciri-ciri kimiawi bintang-bintang pertama di alam semesta.

PicII-503 adalah fosil-bintang langka yang berada di tepi luar salah satu galaksi katai yang terkecil dan paling redup: Pictor II. Astronom menemukan PicII-503 dengan menggunakan kamera khusus yang dipasang di teleskop canggih di Chile dalam kegiatan survei untuk mencari bintang-bintang tua di Galaksi Bimasakti dan galaksi-galaksi katai.

Bintang-bintang pertama di alam semesta kita berasal dari awan gas hidrogen dan helium. Bintang-bintang ini tumbuh dengan membakar hidrogen dan helium di pusatnya yang sangat panas. Dari proses pembakaran ini, terbentuklah unsur-unsur yang lebih berat seperti karbon dan besi. Para astronom menyebut unsur-unsur berat ini ‘logam.’ Lama-kelamaan, bintang-bintang pertama ini kehabisan bahan bakar di pusatnya lalu meledak, melontarkan logam-logam ke sekitarnya. Dari unsur-unsur inilah bintang generasi selanjutnya terbentuk.

Para astronom menduga PicII-503 adalah bintang generasi kedua karena bintang ini memiliki ‘gen’ yang sama dengan bintang-bintang pertama. Berdasarkan data dari berbagai teleskop canggih, tim astronom menyimpulkan bahwa PicII-503 kaya akan karbon dan memiliki sedikit unsur besi dan kalsium, jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan bintang-bintang lain di halo Bimasakti. Bintang-bintang ini disebut bintang kaya-karbon miskin-logam.

Para astronom menduga bintang-bintang seperti PicII-503 terbentuk dari ledakan ‘kecil’ supernova bintang-bintang generasi pertama di galaksi-galaksi katai. Setelah ledakan, logam berat seperti besi yang terbentuk di dekat pusat bintang menjadi sisa-sisa bintang mati, sedangkan logam-logam yang lebih ringan di lapisan luar bintang yang meledak (karbon, misalnya) terlontar ke sekitar dan menjadi bahan pembentukan PicII-503. Seandainya ledakan supernova sangat kuat, logam-logam akan mudah terlepas dari gravitasi galaksi katai Pictor II sehingga PicII-503 tidak akan pernah terbentuk.

Yang lebih menarik lagi, penemuan PicII-503 ini menunjukkan bahwa bintang-bintang miskin-logam di halo Bimasakti mestinya juga berasal dari galaksi-galaksi katai yang telah bergabung dengan galaksi kita. Para astronom amat senang karena berhasil menemukan jejak kimiawi langka dari alam semesta ketika masih sangat muda. Tim ini sekarang tak sabar untuk menemukan lebih banyak fosil-bintang yang memiliki ‘gen’ bintang-bintang pertama di alam semesta.

Fakta Keren


Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

Kanal LS

Error 403 The request cannot be completed because you have exceeded your quota. : quotaExceeded
Toko LS
tanya LS

Paling Banyak Dicari

Kisah Perjalanan Matahari dan Kawan-Kawan Sepermainan Melintasi Galaksi Bimasakti
Fenomena Langit Bulan April 2026
Iklim Global dan Iklim Matahari
Planet Bumi, Si Kelereng Biru Rumah Kita
Apakah Matahari Mengelilingi Bimasakti?
Kembali ke Bulan: Catatan Perjalanan Artemis II

Langanan LS