fbpx
langitselatan
Beranda » Gerhana Bulan & Matahari Tahun 2024

Gerhana Bulan & Matahari Tahun 2024

Gerhana Matahari Total 2024 akan jadi fokus perburuan gerhana tahun ini. Selain itu masih ada Gerhana Matahari Cincin di paruh kedua musim gerhana.

Gerhana Matahari yang dipotret Wijaya Sukwanto dari Antartika tanggal 4 Desember 2021. Kredit: Wijaya Sukwanto
Gerhana Matahari yang dipotret Wijaya Sukwanto dari Antartika tanggal 4 Desember 2021. Kredit: Wijaya Sukwanto

Musim gerhana tahun 2024 akan diisi oleh 4 gerhana dengan komposisi 2 gerhana bulan dan 2 gerhana matahari. Musim pertama gerhana dimulai bulan Maret dengan Gerhana Bulan Penumbra disusul Gerhana Matahari Total dua minggu kemudian. Sedangkan musim kedua gerhana dimulai bulan September dengan Gerhana Bulan Sebagian yang diikuti oleh Gerhana Matahari Cincin.  

25 Maret – Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan Penumbra menjadi gerhana pembuka di tahun 2024 dan bisa diamati dari Indonesia timur tapi dalam rentang waktu yang sangat singkat setelah Matahari terbenam. Hal ini karena Gerhana Bulan Penumbra ini berlangsung siang sampai sore hari di Indonesia.

Saat gerhana, Bulan tidak akan menghilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk bisa mengetahui apakah Bulan sedang berada dalam kondisi Gerhana ataukah hanya Bulan Purnama biasa. Bulan hanya tampak berubah sedikit gelap, atau berkurang kecerlangannya. 

Saat Gerhana Bulan Penumbra, Bulan akan masuk dalam kerucut penumbra Bumi, dan tetap menerima sebagian cahaya Matahari untuk dipantulkan. Kontak pertama Gerhana Bulan Penumbra 25 Maret terjadi pukul 11:53 WIB dan berakhir pukul 16:32 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 14:13 WIB dengan total durasi gerhana selama 4 jam 39 menit. 

Gerhana Bulan Penumbra ini bisa diamati dari sebagian besar wilayah Europe, Asia Timur/Utara, sebagian Australia, sebagian Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Lautan Pasifik, Lautan Atlantik, Arktik, Antartika. 

Untuk wilayah Indonesia, pengamat di Indonesia timur yakni di Papua dan sebagian wilayah Maluku berkesempatan menyaksikan gerhana penumbra. Bulan terbit dalam kondisi gerhana pada pukul 17:47 WIT dan bisa diamati sampai pukul 18:31 WIT ketika gerhana berakhir. Untuk wilayah Indonesia tengah dan barat, gerhana sudah selesai saat Bulan Purnama terbit di sore hari. 

8 April – Gerhana Matahari Total

Dua minggu setelah gerhana Bulan, para pengamat di Amerika Tengah dan Amerika Utara  berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total. 

Lintasan totalitas gerhana dimulai dari Samudera Pasifik dan mengarah ke Meksiko, Amerika, dan Kanada. Sementara itu, para pengamat yang berada di Lautan Pasifik, bagian utara Amerika Selatan, Amerika Utara, Lautan Atlantik, Arktik, dan sebagian kecil bagian barat Eropa, bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian. 

Lokasi pertama yang menyaksikan gerhana sebagian dimulai pada pukul 22:42 WIB dan lokasi terakhir yang menyaksikan berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 03:52 WIB. Gerhana total mulai teramati pada pukul 23:38 WIB dan berakhir pukul 02:55 WIB. 

Puncak Gerhana Matahari Total terjadi pada pukul 01:17 WIB selama 4 menit 28 detik di Meksiko dengan lebar wilayah totalitas 197,5 km.

Baca juga:  Sekilas Peristiwa Langit Tahun 2023

18 September – Gerhana Bulan Sebagian

Paruh kedua musim gerhana dimulai dengan Gerhana Bulan Sebagian pada tanggal 18 September 2024. Lagi-lagi pengamat di Indonesia tidak bisa menyaksikan peristiwa ini. Gerhana Bulan Sebagian ini hanya bisa disaksikan oleh pengamat yang berada di Amerika, Eropa, Afrika, sebagian wilayah Asia selatan, Lautan Pasifik, Lautan Atlantik, Arktik, Antartika. 

Peristiwa GBS 18 September 2024 dimulai pukul 07:41 WIB saat Bulan memasuki bayangan kabur atau penumbra dan gerhana sebagian dimulai pukul 09:12 WIB ketika Bulan memasuki bayangan umbra Bumi. Bulan meninggalkan umbra Bumi pukul 10:15 WIB dan akhirnya gerhana bulan berakhir pada pukul 11:47 WIB saat Bulan meninggalkan bayang kabur. 

Gerhana akan berlangsung selama 4 jam 6 menit namun gerhana sebagian saja akan berlangsung selama 1 jam 2 menit. 

2-3 Oktober – Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin menjadi penutup gerhana tahun 2024 dengan jalur cincin hanya melintasi Chile dan Argentina. Sementara itu, gerhana Matahari sebagian bisa diamati oleh pengamat yang berada di Amerika Selatan, sebagian kecil Amerika utara, serta pengamat di lautan Pasifik, lautan Atlantik, sebagian kecil Selandia Baru, dan Antartika. 

Lokasi pertama yang menyaksikan gerhana sebagian dimulai pada tanggal 2 Oktober pukul 22:42 WIB dan lokasi terakhir yang menyaksikan berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 04:47 WIB. Gerhana cincin mulai teramati pada pukul 23:50 WIB dan berakhir 3 Oktober dini hari pukul 03:39 WIB. Gerhana Matahari Cincin ini mencapai maksimum tanggal 3 Oktober pukul 01:45 WIB selama 7 menit 25 detik di lautan Pasifik dengan lebar wilayah yang dilalui gerhana cincin 266,5 km. 

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini