Gerhana Matahari Sebagian 13 September 2015

Gerhana Matahari dan Bulan merupakan peristiwa yang istimewa dan terjadi setiap tahun. Musim gerhana tahun 2015 dihiasi oleh 4 gerhana yang terdiri dari 2 gerhana matahari dan 2 gerhana bulan. Dan di bulan Septermber ini kita akan mengakhiri musim gerhana tersebut dengan Gerhana Matahari Sebagian yang terjadi tanggal 13 September dan Gerhana Bulan Total tanggal 28 September yang sayangnya tidak akan bisa dinikmati dari Indonesia.

Gerhana Matahari Sebagian. kredit: Mr. Eclipse/Fred Espenak
Gerhana Matahari Sebagian. kredit: Mr. Eclipse/Fred Espenak

Gerhana Matahari terakhir di tahun 2015 merupakan Gerhana Matahari Sebagian yang sayangnya hanya dapat dinikmati sebagian kecil masyarakat di Bumi. Bagaimana tidak, lintasan gerhana matahari sebagian ini hanya melintasi  area bagian selatan Afrika dan dinikmati dari Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Mozambique, Zwaziland, Lesoto, Madagaskar,  Zambia, Zimbabwe, dan sebagian besar area di Antartika.

Meskipun tidak banyak yang bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian di penghujung tahun 2015, akan tetapi berita yang beredar tentang peristiwa alam yang satu ini menarik perhatian sebagian masyarakat. Gerhana Matahari Sebagian dan Gerhana Bulan Total yang mengakhiri Musim gerhana tahun 2015 memang akan terjadi bertepatan dengan Hari Raya Sangkakala atau Rosh Hashanah dan hari raya Pondok Daun atau Sukot dari masyarakat Yahudi. Diberitakan karena terjadi bertepatan dengan perayaan hari raya Yahudi maka akan terjadi peristiwa besar.

Menarik bukan? Sayangnya, itu hanya berita bohong atau hoax aka cocoklogi.

Tidak ada yang aneh jika Gerhana Matahari terjadi bertepatan dengan perayaan Rosh Hashanah mengingat bangsa Yahudi menggunakan kalender Bulan dalam menentukan hari raya mereka. Dengan melandaskan semua pada fase Bulan, maka Rosh Hashanah atau Tahun Baru Yahudi yang dirayakan pada hari pertama bulan Tishrei akan dimulai ketika fase Bulan Baru.  Dan Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada dalam fase Bulan Baru. Karena itu, tentu saja tidak mengherankan jika perayaan Tahun Baru Yahudi bertepatan dengan Gerhana Matahari dan tidak ada hubungan apapun antara gerhana Matahari dengan kejadian di Bumi selain Bumi menjadi gelap sesaat dan hewan akan berpikir malam akan menjelang. Meskipun demikian karena Gerhana Matahari Sebagian masih menyisakan sinar Matahari yang menerangi Bumi, tidak akan ada perubahan pada sikap hewan. Berbeda dengan Gerhana Matahari Total.

Meskipun demikian tidak setiap Bulan Baru terjadi gerhana matahari karena Bulan bergerak mengelilingi BUmi dengan kemiringan orbit 5º. Artinya, tidak setiap Bulan Baru, bulan akan berada tepat segaris di antara Bumi dan Matahari.

Gerhana Matahari sebagian terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari tapi hanya sebagian piringan Matahari yang ditutupi cahayanya oleh piringan Bulan. Akibatnya pengamat yang mengalami gerhana sebagian hanya akan melihat berkurangnya cahaya Matahari dan bukan gelap seperti halnya gerhana cincin dan total.

Gerhana Matahari Sebagian 13 September 2015 akan dimulai ketika piringan Bulan mulai menutupi piringan Matahari dan berakhir ketika piringan Bulan meninggalkan piringan Matahari.

Kontak pertama Bulan dan Matahari akan terjadi jam 04:41:40 UT atau 11:41 WIB dan kontak terakhir akan terjadi jam 09:06:25 UT atau 16:06:25 WIB. Puncak Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi jam 06:54:11 UT atau 13:54:11 WIB. Sayangnya peristiwa tidak akan dapat dilihat dari Indonesia. Akan tetapi kita bisa menyaksikannya lewat tayangan langsung dari Slooh.  Meskipun tahun ini Indonesia tidak berkesempatan menikmati Gerhana Matahari, akan tetapi tanggal 9 Maret 2016 seluruh masyarakat Indonesia akan dapat menikmati Gerhana Matahari yang jalur totalitasnya akan melintasi Indonesia.

Seri Saros 125
Gerhana Matahari Sebagian 13 September 2015 merupakan bagian dari rangkaian Seri Saros 125  ketika Bulan sedang berada di titik tanjak naik dan bergerak menuju ke selatan di setiap gerhana. Seri Saros 125 dimulai dengan Gerhana Sebagian di belahan Bumi utara pada 4 Februari 1060 dan akan berakhir dengan gerhana sebagian di belahan Bumi selatan pada 9 April 2358. Durasi total seri saros 125 adalah 1298,17 tahun.

Seri Saros 133 memiliki 73 gerhana Matahari dari 33 gerhana sebagian, 34 gerhana cincin, 2 gerhana hybrid, dan 4 gerhana total.

Seri Saros merupakan sebuah siklus terjadinya gerhana secara periodik yang berselang 18 tahun 11 hari 8 jam. Artinya kalau ada dua gerhana yang terpisah atau terjadi dalam selang waktu tersebut, kedua gerhana itu akan memiliki geometri gerhana yang sama.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...