fbpx
langitselatan
Beranda » Permainan Hubungkan Titik di Sekitar Bayi Bintang

Permainan Hubungkan Titik di Sekitar Bayi Bintang

Pengamatan terbaru mengungkap pola spiral yang tersembunyi di sekeliling bayi bintang bermassa besar yang baru terbentuk!

Peta distribusi materi pada piringan di sekitar protobintang G358-MM1. Tanda “+” putih menandai lokasi protobintang. Garis kontur menunjukkan kekuatan sinyal. Warna mewakili kecepatan garis pandang. Gerakan yang menjauhi pengamat ditampilkan dalam warna merah/oranye dan gerakan menuju pengamat ditampilkan dalam warna biru/hijau, mengindikasikan piringan yang berotasi. Garis abu-abu berlapis mengindikasikan lengan spiral yang teridentifikasi  lewat analisis data. (Kredit: R.A. Burns)
Peta distribusi materi pada piringan di sekitar protobintang G358-MM1. Tanda “+” putih menandai lokasi protobintang. Garis kontur menunjukkan kekuatan sinyal. Warna mewakili kecepatan garis pandang. Gerakan yang menjauhi pengamat ditampilkan dalam warna merah/oranye dan gerakan menuju pengamat ditampilkan dalam warna biru/hijau, mengindikasikan piringan yang berotasi. Garis abu-abu berlapis mengindikasikan lengan spiral yang teridentifikasi lewat analisis data. (Kredit: R.A. Burns)

Yang menarik, para astronom menemukan pola spiral dengan cara mirip permainan menghubungkan titik titik dengan garis pada majalah. 

Ada yang pernah memainkan permainan ini?

Biasanya ketika kita menghubungkan titik-titik tersebut, maka pada awalnya pasi tampak berantakan. Tapi setelah kamu bisa menghubungkan titik-titik itu maka akan tampak pola yang muncul di tengah kekacauan. 

Dan itulah yang terjadi saat para astronom mengamati bayi bintang. Ada pola spiral yang tersembunyi dalam piringan materi di sekeliling bayi bintang. Pola spiral ini berhasil ditemukan setelah para astronom menghubungkan obor antariksa aneh yang disebut maser

Nutrisi Bayi Bintang

Ketika bintang muda terbentuk, di sekelilingnya terdapat piringan gas dan debu. Materi di piringan ini yang menjadi aliran nutrisi berkelanjutan untuk pertumbuhan bayi bintang atau protobintang yang ada di pusat. Untuk protobintang 8 kali lebih masif dari Matahari dan masih terus bertumbuh, aliran nutrisinya tidak berkelanjutan melainkan sesekali ada gumpalan nutrisi yang jatuh ke bayi bintang. Akibatnya terjadi letupan energi yang memanaskan piringan saat bergerak keluar dan pada akhirnya menghasilkan pancaran maser. Para astronom menyebut ledakan singkat yang melepaskan energi itu sebagai semburan berkala masa pertumbuhan.  

Dengan teknik VLBI a.k.a teknik interferometri yang menggabungkan kemampuan beberapa teleskop radio di seluruh dunia, tim astronom internasional di NAOJ mempelajari protobintang massa besar G358-MM1 dengan detail. Mereka juga memetakan permukaan piringan G358-MM1 dengan menghubungkan area yang memancarkan maser. Teknik baru ini disebut pemetaan gelombang-panas. 

Tapi.. kejutan belum berakhir!

Gurita di Piringan

Ternyata piringan yang ada di sekeliling bayi bintang ini pun tidak seperti yang ada pada bintang lainnya. Piringan pada bayi bintang ini berotasi dengan bentuk seperti spiral, mirip gurita. Tapi bukannya berlengan delapan seperti gurita, piringan ini memiliki empat lengan. Menurut para astronom, pola spiral ini merupakan tanda gangguan atau ketidakstabilan pada piringan akibat gravitasi. Biasanya ini terjadi ketika pembentukan bintang masif sedang terjadi. 

Penemuan ini sekaligus juga memperlihatkan relasi antara ketidakseimbangan lengan spiral dengan semburan atau ledakan berkala masa pertumbuhan, sebagai faktor kunci pembentukan bintang massa besar. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik, para astronom mulai mencari bayi bintang lain yang punya maser di sekelilingnya. Mungkin mereka bisa menemukan spiral lain atau bahkan sesuatu yang tidak terduga. 

Fakta keren:

Tahukah kamu? Maser pertama kali diamati di langit pada tahun 1965. Maser ini merupakan sekelompok molekul yang bisa menyerap dan memperkuat radiasi, seperti pelantang yang memperkuat suara!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Baca juga:  Melampaui Cakrawala
Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini