Tabrakan Para Raksasa

Tabrakan galaksi bukan hal baru di Alam Semesta. Tapi, peristiwa ini bukan berujung kehancuran melainkan menghasilkan galaksi raksasa yang baru.

Gugus Fornax yang dipotret Kamera Energi Gelap (DECam). Kredit: CTIO/NOIRLab/DOE/NSF/AURA. Olah citra: T.A. Rector (University of Alaska Anchorage/NSF’s NOIRLab), J. Miller (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Zamani (NSF’s NOIRLab) & D. de Martin (NSF’s NOIRLab)

Dalam foto yang dipotret dengan Kamera Energi Gelap (DECam) yang dipasang pada teleskop Víctor M. Blanco 4-meter di  Cerro Tololo Inter-American Observatory (CTIO), Chili, kita bisa melihat kemungkinan adanya tabrakan di masa depan.

Foto ini memperlihatkan populasi galaksi di gugus Fornax yang jaraknya hanya 60 juta tahun cahaya dari Bumi. Sesuai namanya, Gugus Fornax yang beranggotakan lebih dari 600 galaksi ini berada di rasi Fornax (Tungku) dan batas selatan beririsan dengan rasi Eridanus.  

Gugus Fornax termasuk gugus kedua yang kaya dengan galaksi setelah gugus Virgo. 

Nah, apakah kamu melihat sepetak cahaya kabur di sudut kiri bawah pada foto yang dipotret dengan teleskop Victor M. Blanco tersebut?

Benda itu adalah NGC 1427A. Galaksi tak beraturan yang mirip Awan Magellan Besar. Yang menarik, galaksi ini sedang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi yakni 2,2 juta kilometer per jam! 

Di masa depan, NGC 1427A akan bertabrakan dengan galaksi terang NGC 1399 dan NGC 1404. Kedua galaksi terang ini bisa kamu lihat di tengah foto yang ada di laman ini.

NGC 1399 dan NGC 1404 merupakan galaksi paling terang di gugus Fornax. Interaksi gravitasi kedua galaksi menyebabkan NGC 1399 dan NGC 1404 bergerak mendekati satu sama lainnya. Semakin dekat, gravitasinya semakin kuat dan NGC 11399 akan menghisap gas dari NGC 1404, galaksi elps di bagian bawah pada gambar.

Jika dilihat di foto, galaksi-galaksi ini memang tampak kecil. Tapi jangan salah! Setiap galaksi ini dihuni oleh miliaran bintang!

Kamera Energi Gelap (DECam) yang digunakan untuk memotret guus Fornax merupakan salah satu kamera medan lebar dengan performa tertinggi di dunia. DECam merupakan kamera 570 megapiksel yang jauh lebih tajam dibanding kamera ponsel yang rata-rata hanya 10 megapiksel. Kamera yang digunakan untuk survei energi gelap ini telah berhasil menemukan hampir 300 galaksi katai di gugus Fornax!

Fakta keren

DECam merupakan salah satu instrumen survei yang digunakan untuk memotret petak langit yang lebar. Hasil foto DECam membantu para astronom untuk memahami struktur skala besar Alam Semesta. Instrumen survei juga membantu para astronom untuk menemukan objek-objek menarik di langit yang kemudian dipelajari lebih detail dengan teleskop.


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...