Duet Kosmik

Tertangkap kamera: tarian indah sepasang galaksi yakni galaksi spiral NGC 152 dan tetangganya yang lebih kecil, NGC 1510.

Pasangan galaksi NGC 1512 (kiri) dan 1510 (kanan) Kredit: Dark Energy Survey/DOE/FNAL/DECam/CTIO/NOIRLab/NSF/AURA. Proses citra: T.A. Rector (University of Alaska Anchorage/NSF’s NOIRLab), J. Miller (Gemini Observatory/NSF’s NOIRLab), M. Zamani & D. de Martin (NSF’s NOIRLab)

Sepasang galaksi ini jaraknya 60 juta tahun cahaya dari Bumi dan bisa diamati di rasi Horologium (Jam) di langit belahan selatan.

Tampak sulur luar NGC 1512 membentang seakan menyelimuti si kecil NGC 1510. Sementara itu, aliran bintang yang bercahaya menjembatani kedua galaksi menjadi bukti interaksi gravitasi di antara keduanya. Proses yang sudah berlangsung selama 400 juta tahun! 

Interaksi yang terjadi akibat gravitasi mempengaruhi laju pembentukan bintang di kedua galaksi dan mengubah bentuk keduanya. Di masa depan, kedua galaksi akan bergabung menjadi galaksi baru yang besar. 

Para ilmuwan yang bekerja dengan Kamera Energi Gelap (DECam), salah satu kamera paling canggih di dunia, berhasil mengabadikan interaksi kedua galaksi tersebut. Kamera Energi Gelap ini dipasang pada teleskop 4 meter Victor M. Blanco di Cerro Tololo Inter-American Observatory (CTIO), Chile. 

Fakta keren:

Butuh waktu 6 tahun dari 2004-2010 untuk merancang dan membuat Kamera Energi Gelap a.k.a DECam. Kamera ini dibuat untuk survei energi gelap, proyek internasional untuk memetakan ratusan sampai jutaan galaksi serta untuk menemukan ribuan supernova. Tujuannya untuk memahami energi gelap dan perannya dalam mempercepat pemuaian Alam Semesta.


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...