Patroli Pendarat Tianwen-1 Dari China Sukses Mendarat di Mars!

Patroli Pendarat Tianwen-1 yang membawa rover atau robot penjelajah Zhu Rong dalam misi Tianwen-1 berhasil mendarat di Mars!

Ilustrasi Patroli pendarat Tianwen-1 saat akan mendarat di Mars. Kredit: CNSA
Ilustrasi Patroli pendarat Tianwen-1 saat akan mendarat di Mars. Kredit: CNSA

Keberhasilan China menjejak permukaan Mars menempatkan Negeri Tirai Bambu tersebut sebagai negara ketiga yang berhasil mendarat di Mars setelah Amerika dan Rusia. 

Misi Tianwen-1 merupakan misi pertama China ke Mars. Bukan hanya pengorbit, China mengirimkan juga pendarat dan robot penjelajah. Dengan kata lain, dalam misi pertama ini China mencoba untuk mengorbit, mendarat, dan menjelajah permukaan Mars

Dan misi ini berhasil. 

Setidaknya sampai saat ini, selain Tianwen-1 sudah mengorbit Mars, wantariksa pendarat juga sudah tiba di permukaan Mars. Langkah selanjutnya adalah menurunkan robot penjelajah Zhu Rong ke permukaan Mars dan memulai penjelajahan selama 90 sol.

Keberhasilan pendaratan di Mars menandai langkah China dalam misi penjelajahan antarbintang. Pendaratan misi Tianwen-1 di Mars merupakan lompatan penting dari sistem Bumi – Bulan ke sistem antarplanet. Dan tentunya keberhasilan ini juga menghasilkan jejak pertama China di Mars. Sebuah tonggak penting dalam industri kedirgantaraan.

Presiden China,  Xi Jinping

Akhirnya Zhu Rong pun Mendarat di Mars

Patroli Pendarat Tianwen-1 dan robot penjelajah Zhurong sukses mendarat di Mars tanggal 15 Mei 2021. Kredit: CNSA
Patroli Pendarat Tianwen-1 dan robot penjelajah Zhu Rong sukses mendarat di Mars tanggal 15 Mei 2021. Kredit: CNSA

Tanggal 15 Mei 2021 pukul 07:18 waktu Beijing atau 06:18 WIB, Patroli Pendaratan Tianwen 1 sukses mendarat di Utopia Plain. Sebelumnya Pengorbit Tianwen-1 telah lebih dahulu tiba dan mengorbit planet Merah tetangga Bumi pada tanggal 10 Februari 2021.

Sama seperti pendaratan lainnya di Mars, butuh waktu untuk mengirimkan perintah ke Mars. Jadi ketika stasiun kendali di Bumi mengirimkan perintah, wantariksa sudah tiba di Mars saat menerima pesan. Karena itu, wahana pendarat Tianwen-1 juga sudah disiapkan untuk pendaratan otopilot mulai saat turun dari atmosfer sampai mendarat di permukaan Mars. 

Proses pendaratan Tianwen-1 dimulai tanggal 15 Mei 2021 pukul 00:00 WIB saat wahana dikeluarkan dari orbit parkirnya. Setelah itu, wahana melakukan manuver ke Mars dan memasuki orbit. Pukul 3 dini hari, patroli pendarat memisahkan diri dari pengorbit, dan tiga jam kemudian memasuki atmosfer Mars pada ketinggian 125 km. 

Patroli pendarat bergerak turun ke Mars dengan kecepatan awal 4,8 km/detik. Agar tidak terbakar saat bergesekan di atmosfer, wahana pendarat Tianwen-1 diberi pelindung panas. Saat mendekati permukaan, wahana membentangkan parasut raksasa untuk memperlambat kecepatan, dan menyalakan roket pendorong untuk melakukan pengereman. 

Saat di ketinggian 100 meter dari permukaan, wantariksa menggunakan sistem laser penuntun untuk survei area pendaratan dan mengenali batuan besar yang bisa jadi rintangan. 

Tidak boleh ada kegagalan.

Patroli Pendarat Tianwen-1 berhasil mendarat dengan mulus di Dataran Utopia yang sudah ditentukan sebagai area pendaratan. 

Keseluruhan proses tersebut menghabiskan waktu 9 menit, dan berhasil!  Patroli Pendarat Tianwen-1 yang membawa robot penjelajah Zhu Rong berhasil mendarat di Mars. Selain Zhu Rong, saat ini di Mars masih ada tiga misi aktif di permukaan Mars. Yang pertama adalah robot penjelajah Curiosity di kawah Gale yang tiba tahun 2012. Selain itu ada misi InSight yang tiba tahun 2018, dan tentunya robot penjelajah Perseverance dan helikopter Mars Ingenuity yang tiba 18 February 2021 di Kawah Jezero.

Sementara itu, 30 menit setelah terpisah dari wahana pendarat, wahana pengorbit Tianwen-1 kembali ke orbit parkir untuk menyambungsiarkan komunikasi patroli pendarat. 

Hamparan Luas Utopia Planitia

Lokasi pendaratan robot penjelajah Zhurong dari China. Kredit: NASA/ABC News
Lokasi pendaratan robot penjelajah Zhu Rong dari China. Kredit: NASA/ABC News

Patroli Pendarat Tianwen-1 yang membawa robot penjelajah Zhu Rong mendarat di Mars, atau tepatnya di sebelah selatan Utopia Planitia.

Nama Zhu Rong diambil dari nama dewa api di China dan ditentukan lewat pemungutan suara daring. Zhu Rong, nama ini memberi arti “menyalakan api penjelajahan antarbintang di China” dan lambang dari tekad masyarakat China untuk menjelajah bintang dan menyingkap misteri alam semesta.

Rencananya, patroli pendarat Tianwen-1 akan menurunkan robot penjelajah Zhu Rong ke permukaan pada tanggal 22 Mei 2021. Setelah itu, Zhu Rong akan mengeksplorasi dataran selebar 3.300 km tersebut. Utopia Planitia merupakan dataran luas hasil tabrakan miliaran tahun lalu.

Materi vulkanik yang menutupi area ini diperkirakan telah mengalami modifikasi dari proses terkini yang terjadi di Mars, seperti pembekuan yang terjadi terus menerus maupun proses pencairan es. 

Utopia Planitia, tempat Zhu Rong sekarang duduk, adalah hamparan datar yang luas di cekungan luas tanpa fitur yang terbentuk ketika benda yang lebih kecil menabrak Mars miliaran tahun yang lalu. Para astronom menduga kalau di bawah permukaan Mars terdapat lapisan tanah beku yang tersembunyi. Harapannya, Zhurong bisa mendeteksi kantung es purba tersebut.

Untuk melaksanakan misinya, China National Space Administrative (CNSA) memperlengkapi Zhu Rong dengan Kamera Multispektrum, Radar Penetrasi-Permukaan, Detektor Medan Magnet Permukaan Mars,  Instrumen Pengukuran Meteorologi Mars, Detektor Senyawa Permukaan Mars, dan Kamera Navigasi dan Topografi Mars.

Selama 90 sol atau 93 hari di Bumi, radar pada Zhu Rong akan memotret sampai kedalaman 100 meter di bawah permukaan untuk memahami struktur geologi planet dan mencari kantung air es purba. Zhu Rong juga akan mempelajari keberadaan mineral pada bebatuan, iklim dan geologi Mars, memecahkan batu dan merekam komposisi kimianya. Kamera Navigasi dan Topografi memotret bebatuan di sekeliling Zhurong dan citranya untuk menentukan rute perjalanan.

Seperti apa hasilnya, kita tunggu saja sampai Zhu Rong menjejak Mars dan mulai menjelajah si planet merah.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...