Selamat Datang di Danau Kuno Mars, Perseverance!

“Touchdown confirmed! Perseverance telah mendarat dengan aman di permukaan Mars”.

Kegembiraan di ruang kontrol saat Perseverance mengonfirmasi pendaratan di Mars. NASA/JPL-Caltech
Kegembiraan di ruang kontrol saat Perseverance mengonfirmasi pendaratan di Mars. NASA/JPL-Caltech

Robot penjelajah kelima NASA akhirnya tiba di Mars pada tanggal 19 Februari 2021 pukul 03:55 WIB. Misi ketiga ke Mars ini akhirnya tiba menyusul Hope dan Tianwen-1 yang sudah tiba terlebih dahulu.

Kegembiraan dan tepuk tangan memenuhi ruangan kontrol saat sinyal radio dari Perseverance tiba dan mengindikasikan kesuksesannya mendarat di Kawah Jezero, Mars. Perjalanan sejauh 470,7 juta km itu berhasil dilalui termasuk proses pendaratan otomatis oleh percy yang dikenal sebagai teror tujuh menit. Semua terlewati dan Perseverance sudah tiba di rumah barunya. Tanah Mars yang tandus. 

Kesuksesan misi Perseverance seakan menghapus setiap tantangan yang dihadapi ketika mempersiapkan misi, terutama di tahap akhir jelang peluncuran kala wabah Covid19 melanda dunia. Wabah yang memaksa semua orang untuk bekerja dari rumah tentu jadi tantangan untuk mempersiapkan peluncuran misi. 

Membuat robot penjelajah, melakukan uji coba, sampai pada peluncuran membutuhkan ratusan pekerja yang tentunya tidak bisa semua dilakukan dari rumah. Wabah covid19 jelas menjadi tantangan untuk bisa menyelesaikan persiapan misi sampai peluncuran. Bahkan ketika pendaratan, tidak semua tim yang terlibat bisa hadir di ruang kontrol karena covid19. Keselamatan tim tetap menjadi prioritas. Sebisanya bekerja dari rumah atau bekerja di lokasi dengan prosedur keamanan yang sangat ketat. 

Pada akhirnya misi Perseverance bisa diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2020. Misi ini bukan hanya membawa instrumen untuk meneliti planet, tapi ada Plat Covid-19 yang dipasang di salah satu sisi untuk memperingati mereka yang terdampak Covid-19 dan menjadi penghormatan bagi petugas kesehatan yang berada di garis depan. 

Tak cuma itu.  Plat bertuliskan “Explore as one” atau “Menjelajah sebagai satu kesatuan” juga dipasang pada Perseverance. Selain itu, tiga mikrocip berisi 10.932.295 nama dari kampanye “Kirimkan namamu ke Mars” juga dipasang pada plat tersebut. Dari Indonesia, terdapat 237.616 nama dan di antara nama-nama itu ada nama langitselatan, gerhana.info, dan KamusAstro.

Selain nama-nama dari Bumi, mikrocip juga diisi dengan 155 esai yang masuk tahap final penamaan robot penjelajah misi Mars 2020. Kontes ini dimenangkan oleh Alex Mather yang mengusulkan nama Perseverance pada robot penjelajah Mars 2020 dan Vaneeza Rupani yang mengusulkan nama Ingenuity untuk helikopter. 

Pendaratan di Mars

Ilustrasi Perseverance saat diturunkan oleh derek-terbang. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Ilustrasi Perseverance saat diturunkan oleh derek-terbang. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Misi Perseverance merupakan misi robot penjelajah kelima yang mendarat di Mars setelah Sojourner, Spirit, Opportunity, dan Curiosity. Akan tetapi, Perseverance yang juga dipanggil Percy ini merupakan pendaratan ke-9 NASA di Mars. Sebelumnya sudah ada pendarat Viking 1 dan 2 pada tahun 1975, kemudian ada Mars Pathfinder yang membawa Sojourner pada tahun 1996, Phoenix pada tahun 2008, dan InSight di tahun 2018. Di antara misi yang berhasil tentu ada yang gagal seperti Mars Polar Lander pada tahun 1999. 

Meskipun wantariksa milik NASA sudah berhasil tiba dan bahkan menjelajah Mars, namun setiap misi tidaklah sama. Tantangan dan tingkat kesulitan yang dihadapi tentunya berbeda karena tiap wahana yang dikirim merupakan versi perbaruan dari misi sebelumnya.

Perbandingan robot penjelajah yang dikirim ke Mars oleh NASA. Kredit: XILINX
Perbandingan robot penjelajah yang dikirim ke Mars oleh NASA. Kredit: XILINX

Dari sisi ukuran, Sojourner  hanya seukuran oven microwave, sementara Perseverance justru seukuran mobil SUV (kendaraan utilitas sport). Dari sisi berat pun, kelima robot penjelajah yang dikirim ke Mars mengalami perubahan signifikan sejak Soujorner yang hanya seberat 11 kg sampai Curiosity yang beratnya 900 kg dan tentunya Perseverance adalah yang paling berat yakni 1025 kg.  Selain itu, Perseverance juga membawa helikopter Ingenuity ke Mars.  Perseverance adalah robot penjelajah terberat yang didaratkan NASA di Mars.

Pembaruan tersebut tentunya berimbas juga pada tantangan bagaimana mendaratkan robot penjelajah dengan aman. Proses yang dikenal dengan julukan teror tujuh menit ini merupakan momen ketika wantariksa turun dari atmosfer ke permukaan Mars secara otomatis tanpa intervensi dari Bumi. 

Sinyal yang dikirimkan butuh waktu 11 menit untuk tiba di Bumi. Itu artinya ketika sinyal yang dikirim Perseverance saat akan turun dari atmosfer tiba di Bumi, wahana sudah selesai proses pendaratan. Dan kita di Bumi belum tahu apakah proses itu gagal atau berhasil. 

Proses Memasuki atmosfer, penurunan, dan pendaratan. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Proses Memasuki atmosfer, penurunan, dan pendaratan. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Proses Entry, Descent, Landing (EDL) atau Masuk Atmosfer, Penurunan, dan Pendaratan, dimulai ketika robot penjelajah Perseverance mencapai lapisan teratas atmosfer Mars dan berakhir saat derek-terbang (skycrane) bertenaga roket menurunkan Perseverance dengan selamat di permukaan Mars.

Ketika Perseverance mencapai lapisan teratas Mars, robot penjelajah ini bergerak dengan kecepatan 19.500 km/jam dan harus memperlambat kecepatan jadi 27 km/jam tujuh menit kemudian saat mendekati permukaan. Saat turun melewati atmosfer, gesekan yang terjadi menghasilkan panas yang tinggi sampai 1300ºC. Sebagai perlindungan, ada pelindung panas yang berfungsi ganda. Sebagai pelindung panas saat turun dari atmosfer dan untuk memperlambat kecepatan. Ketika sudah berada pada ketinggian 11 km dari permukaan, parasut supersonik dikembangkan dan setelah itu, pelindung panas dilepaskan. 

Saat Percy mencapai ketinggian 4 km dari permukaan, sistem autopilot Terrain-Relative Navigation (Navigasi-Permukaan-Relatif) bekerja dan mengambil foto area pendaratan untuk menentukan lokasi pendaratan terbaik. Sistem ini merupakan teknologi autopilot baru yang dipasang untuk pertama kalinya dalam misi ke Mars. Baru saat wahana berada pada ketinggian 2,1 km dari permukaan, parasut dilepas dan derek-terbang turun menuju permukaan. Ketika mencapai ketinggian 21 meter, derek-terbang menurunkan Perseverance dengan kabel dan setelah robot penjelajah didaratkan, derek-terbang akhirnya melepaskan diri dan terbang menjauh dari rover.

Citra pertama Perseverance setelah mendarat di Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Citra pertama Perseverance setelah mendarat di Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Setelah tiba dengan selamat, Percy mengirimkan foto pertamanya di bawah langit Mars sambil memulai aktivitasnya di rumah barunya. Rupanya, helikopter a.k.a drone Ingenuity yang dibawa dan dipasang pada bagian bawah Perseverance juga dalam keadaan baik. Kondisi Ingenuity yang dibawa di perut Perseverance diketahui dari sambungan telpon Mars – Bumi yang dilakukan Ingenuity.

Ilustrasi helikopter Ingenuity yang sedang terbang di Mars. Kredit: NASA
Ilustrasi helikopter Ingenuity yang sedang terbang di Mars. Kredit: NASA

Jangan bayangkan sambungan telpon jarak jauh seperti di Bumi. Yang dilakukan Ingenuity adalah mengirimkan data lewat Percy yang kemudian diteruskan oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) ke Bumi. MRO bertindak sebagai penghubung komunikasi Bumi dan Mars.

Helikopter Ingenuity seberat 2 kg ini masih akan bersama Perseverance selama 30 – 60 hari sebelum melakukan uji terbang. Jika berhasil, drone berbentuk helikopter ini akan jadi helikopter pertama di Mars.

Lagi-lagi, NASA menetapkan batas baru dalam penjelajahan Mars.

Berburu Kehidupan

Lokasi pendaratan misi Mars. Kredit: NASA

Kesuksesan Wantariksa Perseverance mendarat di Kawah Jezero Mars memang bukan akhir perjalanan. Ini adalah awal perjalanan berburu kehidupan di Mars.

Perseverance mendarat di Kawah Jezero, dasar danau kuno di Mars. Kehadirannya menemani Curiosity dan Insight yang sedang bertugas di Mars, meskipun lokasi pendaratannya terpisah jauh. 

Perseverance berada 3700 km dari Kawah Gale tempat Curiosity bertugas dan 3200 km dari Elysium Planitia, lokasi misi InSight. Berada di tiga lokasi berbeda, ketiga misi ini punya tugasnya masing-masing. Curiosity bertugas untuk menyelidiki apakah lingkungan Mars memang bisa mendukung kehidupan mikroba.  Sementara itu, InSight mempelajari struktur interior planet Mars untuk memahami pembentukan awal planet batuan maupun evolusinya. 

Perseverance yang baru tiba punya tugas yang cukup spesifik. Mencari kehidupan dan tanda-tanda kehidupan pada batuan. Percy juga akan mempelajari iklim dan geologi Mars, sekaligus menjadi wahana yang mempersiapkan penjelajahan manusia di planet merah ini. 

Kawah Jezero yang jadi lokasi pendaratan Perseverance. Kredit: NASA/JPL-Caltech/MSSS/JHU-APL/ESA dan NASA/JPL-Caltech/ASU

Kawah Jezero dipilih karena dulunya kawah ini diduga merupakan danau kuno. Jadi pada awal terbentuknya Mars, area ini ditutupi lautan dan diduga Perseverance bisa menemukan tanah lempung yang terbentuk pada kondisi basah. Dengan demikian, Percy bisa mencari jejak kehidupan masa lalu.

Selain Ingenuity, si helikopter pertama Mars, untuk pertama kalinya kita akan mendengar suara dari Mars. Untuk itu, Perseverance diperlengkapi dengan dua mikrofon yang merekam suara di Mars. Percy juga akan melakukan pengeboran untuk mengambil sampel dari dalam batuan.  

Bedanya, sampel tidak dianalisis di Mars melainkan dimasukan ke dalam 43 tabung berbentuk cerutu yang dibawa. Tabung sampel akan ditinggalkan di lokasi pengambilan dan baru akan diambil dan dibawa ke Bumi oleh misi NASA berikutnya. 

Foto-foto dari Mars

Setelah tiba di Mars, Perseverance mengirimkan foto-foto dari lokasi pendaratan maupun saat sedang proses pendaratan ketika, wantariksa ini bergantung pada kabel yang digunakan oleh derek-terbang untuk menurunkan Percy ke permukaan Mars. 

Perseverance yang menggantung di derek-terbang. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Perseverance yang menggantung di derek-terbang. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Foto saat Perseverance diturunkan oleh derek-terbang dipotret oleh kamera yang dipasang pada sistem EDL. Dan lagi-lagi ini merupakan yang pertama dilakukan saat pendaratan di Mars. 

Kamera HIRISE memotret Perseverance yang sedang melayang turun dengan parasur supersonik. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Kamera HiRISE pada MRO memotret Perseverance yang sedang melayang turun dengan parasur supersonik. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Foto lainnya datang dari MRO yang dipotret kamera HiRISE dari jarak 700 km dari Perseverance. Foto ini memperlihatkan Perseverance sedang melayang turun ke permukaan dengan parasut supersonik.

Citra berwarna pertama Perseverance setelah pelindung debu dilepas. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Citra berwarna pertama Perseverance setelah pelindung debu dilepas. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Tak berhenti di situ, setelah tiba di permukaan, Perseverance juga memotret lingkungan sekeliling area pendaratan. Foto pertama merupakan foto hitam putih yang agak berkabut karena dipotret sebelum pelindung debu yang dipasang pada kamera saat EDL dilepaskan. Foto diambil hitam putih supaya bisa dikirim lebih cepat karena resolusi lebih rendah dan berkasnya lebih kecil. Foto berwarna kemudian diambil setelah pelindung debu dilepaskan. 

Foto roda Perseverance dan batuan berongga di permukaan Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Foto roda Perseverance dan batuan berongga di permukaan Mars. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Foto lainnya memperlihatkan roda Perseverance dan batuan berongga di sekelilingnya. Diduga ini merupakan batuan basalt yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik dalam hal ini pembekuan magma. Tapi bisa juga ini merupakan batuan sedimen yang mengalami erosi. 

Foto-foto awal yang dikirim Perseverance sangat indah dan memukau. Mars memang tak pernah berhenti membuat kita tertarik untuk mengungkap setiap cerita yang pernah tersimpan di masa lalu maupun masa kini planet tersebut. Satu hal pasti, Perseverance akan mulai bertugas untuk menyingkap misteri apakah kehidupan memang pernah ada di Mars lewat batuannya. 

Kita tunggu saja cerita dari Perseverance. Selamat bekerja di rumah baru, Percy!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...