fbpx
langitselatan
Beranda » Semburan Gas Panas Super Cepat Naga Raksasa

Semburan Gas Panas Super Cepat Naga Raksasa

Untuk pertama kalinya, para astronom mengamati bintang serupa Matahari menyemburkan gas menyala. Mirip naga raksasa yang menyemburkan api. 

Ilustrasi erupsi plasma supermasif dari EK Draconis sedang mendekati planet muda. Kredit: NAOJ
Ilustrasi erupsi plasma supermasif dari EK Draconis sedang mendekati planet muda. Kredit: NAOJ

EK Draconis. Bintang yang ukurannya mirip Matahari, tapi lebih muda. Bintang ini yang memperlihatkan pada para astronom apa itu erupsi filamen supermasif. 

Itu artinya, ketika masih muda, Matahari bisa juga batuk-batuk dan memuntahkan plasma dalam jumlah besar. Akibatnya, lingkungan di sekeliling Matahari jadi sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup planet-planet. Apalagi untuk Bumi yang saat itu butuh lingkungan yang nyaman untuk munculnya kehidupan serta evolusinya.

Plasma yang dimuntahkan itu merupakan gas yang sangat panas sehingga terurai menjadi ion dan elektron, bagian sangat kecil yang membentuk atom.

Dalam pengamatan dengan beberapa satelit dan teleskop termasuk teleskop Seimei 3,8 meter di Hepang, para astronom menemukan erupsi suar super pada bintang EK Draconis, bintang serupa Matahari.  EK Draconis juga memuntahkan aliran plasma yang luar biasa besar, sekitar 10 kali lebih masif dari yang teramati pada Matahari. 

Bukan hanya besar. 

Aliran plasma ini juga sangat cepat sekitar 500 km per detik atau 1500 kali lebih cepat dari kecepatan suara!

EK Draconis berada pada jarak 111 tahun cahaya di rasi Draco. Bintang ini merupakan bintang muda serupa Matahari, dan para astronom memperkirakan kalau erupsi plasma memang umum terjadi pada bintang muda. 

Jika demikian, suar atau semburan plasma tersebut bisa mempengaruhi evolusi kehidupan pada planet di sekitar bintang. Apakah semburan plasma ini punya peran dalam evolusi kehidupan di Bumi? Ilmu pengetahuan masih terus mencari jawabannya. 

Fakta keren:

Erupsi plasma biasanya melepaskan radiasi elektromagnetik seperti gelombang radio, sinar-X, cahaya ultraungu, dan cahaya tampak, dalam jumlah besar.

Pada tahun 1859, Matahari menyemburkan jet plasma yang sangat besar sehingga atmosfer Bumi tidak mampu menahan badai elektromagnetik yang menyertainya. Jaringan telegraf yang masih relatif baru di Amerika dan Eropa mati total, dan jaringan listrik di seluruh dunia terputus. Kejadian tersebut dikenal dengan nama Peristiwa Carrington, sesuai nama Richard Carrington yang menemukan penyebab peristiwa tersebut.


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Baca juga:  Siklus Kehidupan Bintang
Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini