Fenomena Langit Bulan Maret 2020

Nikmati kehadiran planet kala fajar dan senja di bulan Maret. Ada Merkurius, Mars, Jupiter, dan Saturnus kala fajar serta Venus kala senja. Bulan Maret juga menandai saat di mana Matahari berada di khatulistiwa dan panjang siang dan malam jadi sama.

Mars dan Jupiter tanggal 20 Maret 2020. Kredit: Stellarium
Mars dan Jupiter tanggal 20 Maret 2020. Kredit: Stellarium

Planet 

Merkurius, Mars, Jupiter, & Saturnus. Keempat planet ini bisa diamati setip pagi sebelum Matahari terbit. Akan tetapi, Merkurius masih tidak tampak di minggu pertama dan masih terlalu rendah di horison di sepanjang minggu kedua Maret. Mulai pertengahan Maret, Merkurius yang berada di rasi Aquarius bisa diamati bersama Mars, Jupiter, dan Saturnus sebelum Matahari terbit. Planet ini akan mencapai titik tertingginya di timur dan berpapasan dengan Bulan jelang akhir Maret.

Mars, Jupiter, dan Saturnus bisa diamati sebelum fajar menyingsing. Pada awal Maret, si planet merah terbit paling awal setelah lewat tengah malam, disusul Jupiter, dan Saturnus. Jelang akhir Maret, Jupiter yang menanjak naik dengan cepat justru terbit lebih awal disusul Mars dan Saturnus yang terbit hampir bersamaan. Jupiter dan Saturnus yang menanjak naik di langit juga akan berpapasan dengan Mars. Pengamat juga bisa menikmati saat Bulan berpapasan dengan pasangan Jupiter dan Mars, maupun Saturnus keesokan harinya.

Venus. Bintang Kejora ini bisa diamati setiap malam setelah Matahari terbenam selama bulan Maret. Planet Venus akan tampak cemerlang di barat dandari ari ke hari akan tampak bergerak dari rasi Pisces, ke Aries, dan akhirnya ke Taurus. Venus juga akan berpapasan dengan Bulan di penghujung bulan Maret.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut. Selama bulan Maret, Uranus bisa diamati setelah Matahari terbenam. Di penghujung bulan Maret, Uranus hanya bisa diamati sampai sekitar pukul 19:00 WIB. Neptunus dengan cepat menghilang di balik Matahari pada awal Maret dan kembali hadir jelang akhir Maret sebelum fajar menyingsing.

Bulan

Fase Bulan selama Maret 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan
Fase Bulan selama Maret 2020. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.

3 Maret. Bulan Perbani Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

10 Maret. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 357.122 km.

10 Maret. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

Bulan Purnama bertepatan dengan Bulan di titik terdekat dengan Bumi. Karena itu, Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari saat Bulan di jarak rata-rata.  Bulan purnama ini dikenal sebagai Bulan Purnama Perigee atau Supermoon atau Bulan Super.

16 Maret. Bulan Perbani Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

24 Maret.  Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 406.692 km

24 Maret. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

Bulan Baru ini bertepatan dengan Bulan di titik terjauh dari Bumi, karena itu jika bisa diamati, Bulan akan tampak sedikit lebih kecil dari saat berada di jarak rata-rata. Tapi kita tidak akan bisa melihat perbedaannya karena Bulan terbit dan terbenam berbarengan dengan Matahari.

Peristiwa

8 Maret Konjungsi Neptunus

Konjungsi planet Neptunus. Kredit: langitselatan
Konjungsi planet Neptunus. Kredit: langitselatan

Neptunus berada pada jarak terjauhnya dari Bumi yakni 30,92 AU. Neptunus akan berada pada sisi berlawanan dari Bumi dan Matahari berada di antara kedua planet. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, Neptunus akan tampak sangat dekat dengan Matahari dengan jarak 1° dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Jika Neptunus bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 2,2 detik busur.

18 Maret — Bulan — Mars — Jupiter

Bulan, Mars, dan Jupiter yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 18 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Bulan, Mars, dan Jupiter yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 18 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Bulan sabit tampak hampir segaris dengan Mars, dan Jupiter. Planet Mars dan Jupiter tampak berpasangan meski belum pada jarak terdekatnya bulan ini, sementara Bulan berada di selatan kedua planet. Bulan terbit lebih dahulu pada pukul 00:55 WIB, disusul Mars pada pukul 01:25 WIB dan Jupiter pukul 01:31 WIB. Ketiganya bisa diamati sampai saat Matahari terbit, dengan ketinggian 57º saat Matahari muncul di timur pukul 05:42 WIB.

19 Maret — Bulan — Saturnus

Bulan dan Sturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 19 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Bulan dan Sturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 19 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Bulan sabit dan Saturnus berpasangan di ufuk timur sejak keduanya terbit. Bulan terbit terlebih dahulu pada pukul 01:47 WIB disusul Saturnus pada pukul 01:59 WIB. Keduanya hanya terpisah 2° dan mencapai ketinggian 51º di atas horison sebelum menghilang di balik cahaya Matahari pada pukul 05:40 WIB.

20 Maret — Mars — Jupiter

Mars dan Jupiter yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 20 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Mars dan Jupiter yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 20 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Mars dan Jupiter berpasangan sangat dekat sejak keduanya terbit beriringan dengan selang satu menit. Mars terbit lebih dahulu pukul 01:23 WIB, disusul Jupiter pukul 01:24 WIB. Keduanya hanya terpisah 0,7º dan bisa diamati sampai ketinggian 58º saat Matahari terbit pukul 05:41 WIB.

20 Maret – Ekuinoks

Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan
Ekuinok, Solstis dan 4 musim yang terjadi di Bumi. Kredit: langitselatan

Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Ekuinoks atau titik balik musim semi yang menandai awal musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim gugur.

Vernal Ekuinoks akan terjadi tanggal 20 Maret pukul: 10:50 WIB, ketika Matahari berada di rasi Pisces.

24 Maret — Elongasi Barat Maksimum Merkurius

Merkurius saat berada pada titik tertingginya di timur saat elongasi barat maksimum. Kredit: Star Walk
Merkurius saat berada pada titik tertingginya di timur saat elongasi barat maksimum. Kredit: Star Walk

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Barat maksimum yang dicapai Merkurius 27,8º. Artinya, Merkurius yang berada di rasi Aquarius bisa diamati sejak terbit sampai ketinggian maksimum 27,8º kecerlangan 0,3 magnitudo saat Matahari terbit.

25 Maret — Elongasi Timur Maksimum Venus

Venus saat berada pada titik tertingginya di barat saat elongasi timur maksimum. Kredit: Star Walk
Venus saat berada pada titik tertingginya di barat saat elongasi timur maksimum. Kredit: Star Walk

Venus dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi Timur maksimum yang dicapai Venus 47º. Artinya, Venus akan berada 46º,1 di arah barat Matahari. Venus yang berada di rasi Aries bisa diamati dengan kecerlangan -4,3 magnitudo sejak Matahari terbenam sampai pukul 20:36 WIB.

28 Maret — Bulan — Venus

Pasangan Bulan dan Venus pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 18:30 WIB. Kredit: Star Walk
Pasangan Bulan dan Venus pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 18:30 WIB. Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis dan Venus akan berpapasan dekat dengan jarak 6,8º di rasi Aries setelah Matahari terbenam. Keduanya tampak 33º di atas horison barat dan perlahan menuju ufuk untuk terbenam 2 jam 43 menit setelah Matahari terbenam. Venus terbenam terlebih dahulu pada pukul 20:35 WIB disusul Bulan pada pukul 20:45 WIB.

31 Maret — Mars — Saturnus

Mars dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 31 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.
Mars dan Saturnus yang tampak dekat di langit malam pada tanggal 31 Maret 2020 pukul 03:00 WIB dini hari. Kredit: Star Walk.

Mars dan Saturnus berpasangan sangat dekat sejak keduanya terbit beriringan dengan selang satu menit. Mars terbit lebih dahulu pukul 01:13 WIB, disusul Saturnus pukul 01:15 WIB. Keduanya hanya terpisah 0,9º dan bisa diamati sampai ketinggian 58º saat Matahari terbit pukul 05:29 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Akhir Maret menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan menuju fase Bulan Baru. Bimasakti dapat diamati mulai tengah malam membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Setelah Matahari terbenam, ada Archenar di rasi Eridanus, Aldebaran di Taurus, Capella di rasi Auriga, Canopus di rasi Carina, Rigel dan Betelgeuse di rasi Orion, Sirius di rasi Canis Major, Procyon di rasi Canis Minor, Pollux dan Castor di Gemini, Regulus di rasi Leo, Crux, Rigel Kentaurus di Centaurus, Spica di Virgo, Arcturus di rasi Bootes, yang bisa diamati sampai jelang tengah malam.

Jelang fajar, ada Antares di Scorpius, Vega di rasi Lyra, dan Altair di rasi Aquilla yang bisa diamati.

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.

Peta Bintang 1 Maret 2020

Peta Bintang 15 Maret 2020

Kampanye Langit Gelap

14 — 24 Maret — Kampanye Globe At Night

Di bulan Maret, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 14 – 24 Maret.  Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Untuk kampanye bulan Maret, para pengamat di belahan utara bisa mengamati rasi Gemini dan Orion sementara pengamat di belahan selatan diajak untuk mengamati Orion dan Canis Mayor. Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.