Peluncuran Wahana BepiColombo ke Merkurius

20 Oktober 2019, peluncuran wahana BepiColombo dengan roket Ariane 5 dari Kourou menandai awal perjalanan panjang selama 7 tahun menuju Merkurius.

Ilustrasi Wahana BepiColombo mendekati planet Merkurius. Kredit: ESA
Ilustrasi Wahana BepiColombo mendekati planet Merkurius. Kredit: ESA

Merkurius. Planet ini berada paling dekat dengan Matahari, sekaligus planet terkecil di Tata Surya. Sebagai salah satu objek terang di langit malam, masyarakat sudah mengenal Merkurius sejak dahulu. Tapi, sampai saat ini Merkurius masih merupakan planet misterius di Tata Surya.

Lokasi Merkurius yang sangat dekat Matahari, membuat planet ini jadi tempat berbahaya untuk dikunjungi. Apapun yang mendekat ke planet ini harus berhadapan dengan suhu super panas lebih dari 450ºC. Hanya ada dua wahana antariksa yang pernah melakukan perjalanan itu. Dan kali ini, BepiColombo siap menghadapi tantangan!

Misi BepiColombo merupakan misi pertama Eropa dan Jepang ke Merkurius, untuk melakukan penelitian pada lingkungan Merkurius yang dinamis. Wahana BepiColombo terdiri dari dua orbiter yakni Mercury Planetary Orbiter (MPO) dan Mercury Magnetospheric Orbiter (MMO, atau ‘Mio’), serta mesin Mercury Transfer Module (MTM) yang memanfaatkan propulsi listrik tenaga surya dan bantuan gravitasi saat terbang lintas untuk bisa mencapai orbit Merkurius pada akhir tahun 2025.

Sebelum tiba di Merkurius, BepiColombo akan melakukan satu kali terbang lintas di Bumi, dua kali di Venus dan enam kali di Merkurius sebelum akhirnya memasuki orbit planet terdekat tersebut. Selama perjalanannya itu, kedua robot orbiter yang dibawa BeppiColombo juga bisa bertugas untuk mengumpulkan data dari Venus.

Untuk bisa meneliti Merkurius, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Wahana Antariksa. Salah satunya adalah gravitasi Matahari yang luat biasa kuat. Karena itu, para astronom harus bisa memastikan kalau wahana antariksa yang dikirim ke Merkurius akan tetap stabil mengorbit planet tersebut. Wahana yang dikirim ke Mekurius harus melakukan pengereman secara terus menerus untuk memastikan wahana tetap terkontrol dalam pengaruh gravitasi Matahari.

Tantangan lain adalah temperatur Merkurius yang ekstrim. Wahana antariksa yang dikirim ke Merkurius harus bisa bertahan pada suhu ekstrim antara -180ºC – 450ºC. Supaya selamat dari suhu yang melebihi panasnya oven pizza di sekitar Merkurius, panel surya besar pada MTM akan dimiringkan pada sudt yang tepat agar tidak mengalami kerusakan akibat radiasi. Tapi, pada saat bersamaan, panel surya tersebut masih tetap berfungsi untuk menyediakan energi yang cukup untuk BepiColombo.

Mio, orbiter milik JAXA, akan melakukan guling barbeku atau berputar 15 kali dalam satu menit untuk mengeluarkan panas. Sementara itu, MPO justru aman karena sudah dibungkus selimut yang akan melindunginya dari sinar Matahari. MPO bahkan bisa terbang dekat dengan ketinggian lebih rendah dibanding misi Merkurius sebelumnya.

Dalam misi ini, MPO dan Mio akan melakukan berbagai penelitian untuk mengungkap teka teki di Merkurius. Untuk itu, keduanya membawa serta sebanyak mungkin instrumen. Apalagi BepiColombo berencana tinggal lebih lama untuk memberikan pandangan jarak dekat dari Merkurius, dibanding dua misi sebelumnya.
Di antara semua teka-teki di Merkurius, BepiColombo akan mencoba untuk memecahkan teka-teki inti raksasa Merkurius. Di Bumi, inti logam yang ada di pusat planet kita itu hanya 17% volume Bumi. Berbeda dengan Merkurius. Inti planet ini menghabiskan 60% volume planet terdekat tersebut!

Tidak ada yang tahu mengapa demikian. Tapi, para astronom menduga kalau dulunya Merkurius terbentuk jauh dari Matahari, dibanding jaraknya sekarang. Ketika planet Merkurius muda sedang mendekati Matahari, ada benda besar lain yang menabraknya.

Tabrakan itulah yang melontarkan sebagian besar batuan yang menyusun Merkurius ke angkasa. Akhirnya planet Merkurius pun jadi semakin kecil dibanding saat baru terbentuk. Inti yang terkubur dalam batuan tetap selamat sampai sekarang.

Selain inti raksasa Merkurius, BepiColombo berencana untuk mengungkap asal usul dan evolusi planet yang berada dekat dengan bintang induknya. Wahana BepiColombo juga akan mempelajari struktur dan dinamika magnetosfer, eksosfer dan medan magnet Merkurius. BepiColombo juga akan menyelidiki berbagai aktivitas yang ada di permukaan merkurius seperti terjadinya kawah, proses tektonik maupun vulkanik.

Fakta keren:

Nama BepiColombo mungkin aneh untuk yang baru pertama kali mendengarnya. Nama wahana ini berasal dari nama ilmuwan Italia, Giuseppe “Bepi” Colombo, yang ikut mengerjakan misi Mariner 10, misi pertama ke Merkurius.

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...