Nebula Orion: Ibu Tahun Ini

Nebula Orion, palung kelahiran bintang yang jadi Ibu favorit tahun ini!

Pada 2009, seorang perempuan di Amerika Serikat memecahkan rekor dunia dengan melahirkan anak paling banyak dalam sekali kehamilan. Dia melahirkan delapan bayi kecil yang sehat.

Dalam dunia binatang, rekor ini dipegang oleh kuda laut jantan yang bisa mengandung 2.000 bayi sekaligus, sebelum melahirkannya bagaikan meriam confetti hidup. Namun, pemenang penghargaan “Ibu Tahun Ini” yang sebenarnya adalah nebula-nebula.

Nebula Orion. Kredit: ESO/G. Beccari
Nebula Orion. Kredit: ESO/G. Beccari

Nebula adalah awan gas dan debu di luar angkasa, tempat jutaan bintang baru lahir. Seperti kuda laut, bintang-bintang biasanya terlahir dengan ribuan saudara kandung, semua terbentuk dari awan yang sama, pada waktu yang sama.

Fotografi angkasa ini menunjukkan awan pembentuk bintang paling terkenal di langit, “Nebula Orion”. Kau bisa melihat awan-awan gas berpusar dan berwarna-warni yang membentuk nebula, bersama ribuan bintang yang baru lahir.

Nebula Orion sudah dikagumi manusia selama beribu-ribu tahun, tetapi kita masih terus bisa menyingkap rahasia-rahasia baru. Dengan menggunakan fotografi angkasa untuk mengukur kecerlangan dan warna semua bintang itu, para ilmuwan bisa menghitung usia mereka secara presisi.

Ternyata, meskipun semua bintang ini terlahir dari awan yang sama (Nebula Orion), sebenarnya ada tiga kelompok yang berbeda. Masing-masing kelompok terbentuk pada waktu yang berbeda. Jadi, meskipun semua bintang ini bersaudara dengan nebula “ibu” yang sama, umurnya berbeda-beda!

Fakta Keren

Kelompok ini juga menemukan bahwa tiga generasi berbeda ini berputar dengan kecepatan berbeda—bintang-bintang paling muda memiliki energi paling besar dan berputar paling cepat, sementara bintang-bintang paling tua berputar paling lambat.

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan perluasan dari artikel Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Maria M. Lubis

Maria M. Lubis

Alumnus Astronomi ITB, pegawai tetap Bos Kecil Sakya, dan penerjemah/editor buku fiksi freelance yg akhirnya mendapat jawaban mengapa harus belajar Astronomi.

Tulis komentar dan diskusi...