Penentuan Awal Ramadan dan Syawal 1438 H di Indonesia

Kedudukan bulan Ramadan dalam kalendar Islam berada pada urutan bulan ke 9 dari 12 bulan, bulan Ramadan diantara bulan Sya’ban dan bulan Syawal. Jumlah hari dalam bulan Ramadan bisa 29 hari atau 30 hari, begitu pula untuk bulan Islam lainnya. Kapan awal Ramadan dan Syawal 1438 H di Indonesia?

Bulan Sabit 4% tanggal 24 Mei 2017. Kredit: Avivah Yamani / langitselatan
Bulan Sabit 4% tanggal 24 Mei 2017. Kredit: Avivah Yamani / langitselatan

Sebagai contoh misalnya pada tahun 2017, dalam kalendar Taqwim standar, kalendar Islam yang mempunyai legalitas dikeluarkan oleh pemerintah RI yang sah, awal Bulan Islam seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1a. Setahun bisa terdapat 12 atau 13 awal bulan Islam/Hijrah. Pada prinsipnya dalam 19 tahun terdapat 12 tahun dengan 12 awal Bulan Islam dan 7 tahun dengan 13 awal bulan Islam. Pada tahun 2017 terdapat 12 awal bulan Islam seperti ditunjukkan pada Tabel 1b dan hari libur Nasional ditunjukkan dalam Tabel 1c.

Tabel 1a: Awal Bulan Hijrah 1438 – 1439 tahun 2017 Masehi.
Tabel 1a: Awal Bulan Hijrah 1438 – 1439 tahun 2017 Masehi.
Tabel 1b: Lunasi Islam (LI) Muharram 1 H = no LI 1, Safar 1 H = LI 2 dst
Tabel 1b: Lunasi Islam (LI) Muharram 1 H = no LI 1, Safar 1 H = LI 2 dst
Tabel 1c: Hari – hari Libur Nasional dalam Taqwim Standar Indonesia 2017
Tabel 1c: Hari – hari Libur Nasional dalam Taqwim Standar Indonesia 2017

Jumlah hari dalam tiap bulan Islam dalam kurun waktu 4 tahun (2014, 2015, 2016 dan 2017) diperlihatkan dalam Tabel 2a dan Tabel 2b

Tabel 2a: Jumlah hari dalam Bulan Islam dalam kurun waktu 2014 – 2015 M
Tabel 2a: Jumlah hari dalam Bulan Islam dalam kurun waktu 2014 – 2015 M
Tabel 2b: Jumlah hari dalam Bulan Islam dalam kurun waktu 2016 – 2017 M
Tabel 2b: Jumlah hari dalam Bulan Islam dalam kurun waktu 2016 – 2017 M

Jumlah hari dalam 1 tahun Hijrah dari 1430 H – 1439 H diperlihatkan dalam Tabel 3.

Tabel 3: Jumlah hari dalam setahun dalam kalendar Hijrah periode 1430 – 1439 H.
Tabel 3: Jumlah hari dalam setahun dalam kalendar Hijrah periode 1430 – 1439 H.

Kapan Awal Ramadan 1438 H?

Dalam kalendar Taqwim Standar tanggal 1 Ramadan 1438 H bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017; kalendar dibuat berjangka panjang, jadi kalendar Islam atau kalendar Hijrah selalu dibuat dengan perhitungan atau hisab, dan menggunakan aturan kalendar Hijrah, serta kriteria yang ada di dalamnya. Taqwim Standar mengadopsi model hisab hakiki kontemporer, jumlah hari tiap bulan Islam bisa 29 hari atau 30 hari:

  1. Awal tahun Hijrah adalah tahun yang terdapat peristiwa Hijrah.
  2. Satu tahun terdiri dari 12 bulan Islam Muharram, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ula Akhir, Jumadal Ula, Jumadal Akhirah, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulqadah dan Dzulhijjah.
  3. Satu bulan Islam minimal 29 hari dan maksimal 30 hari.
  4. Jumlah hari dalam setahun minimal 354 hari dan maksimal 355 hari.
  5. Dalam 30 tahun terdapat 19 tahun basit (tahun pendek=354 hari) dan 11 tahun kabisat (tahun panjang=355 hari)
  6. Awal bulan ditetapkan dengan kriteria 2-3-8 (tinggi saat Matahari terbenam minimal 2 derajat, elongasi = jarak busur Bulan dan Matahari minimal 3 derajat dan/atau umur Bulan, dari konjungsi hingga Matahari terbenam minimal 8 jam).

Awal Ramadan 1438 H

Ijtimak akhir Sya’ban 1438 H akan berlangsung pada tanggal 26 Mei 2017 jam 02:44 wib. Di Pos Pegamatan Bulan Pelabuhan Ratu Matahari terbenam 17:44 wib dan Bulan terbenam 18:24 wib. Pada saat Matahari terbenam, posisi Bulan mencapai tinggi plus 8 derajat 1 menit busur dan fraksi iluminasi mencapai 1%, hilal memungkinkan diamati. Ragam kalendar Islam di Indonesia tanggal 1 Ramadan 1438 H bertepatan dengan tanggal 26 Mei 2017 setelah maghrib. Tarawih hari pertama tanggal 26 Mei 2017 dan shaum hari pertama Sabtu, 27 Mei 2017. Untuk kepastian awal Ramadan 1438 H perlu menyimak sidang itsbat awal Ramadan 1438 H Kementrian Agama yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2017.

Awal Syawal 1438 H

Ijtimak akhir Sya’ban 1438 H akan berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 24 Juni 2017 jam 09:31 wib. Pada tanggal 24 Juni 2017, di Pos Pegamatan Bulan Pelabuhan Ratu Matahari terbenam 17:48 wib dan Bulan terbenam 18:07 wib.

Pada saat Matahari terbenam, posisi Bulan mencapai tinggi plus 3 derajat 27 menit busur dan fraksi iluminasi belum mencapai 1%, hilal sangat sulit diamati. Walaupun demikian kondisi itu telah memenuhi kriteria kesepakatan 2-3-8. Ragam kalendar Islam di Indonesia tanggal 1 Syawal 1438 H sebagian bertepatan dengan tanggal 24 Juni 2017 setelah maghrib, tarawih berakhir pada tanggal tersebut.

Shalat Ied 1438 H, Ahad tanggal 25 Juni 2017. Namun sebagian umat Islam yang menyandarkan pada rukyatul hilal bisa memutuskan lebaran sehari kemudian, bila terjadi kegagalan dalam pengamatan hilal. Hari libur Nasional menunjukkan hari libur Idul Fitri 1438 H bertepatan dengan tanggal 25 dan 26 Juni 2017 dilanjutkan dengan cuti Idul Fitri 1438 H tanggal 27 – 30 Juni 2017.

Shaum Ramadan 1438 H akan berlangsung 29 hari ataukah 30 hari?

Menurut analisa besar kemungkinan Ramadan 1438 H akan berlangsung 29 hari, namun tetap ada kemungkinan Ramadan 1438 H akan berlangsung 30 hari. Untuk kepastian awal Syawal 1438 H perlu menyimak sidang itsbat awal Syawal 1438 H Kementrian Agama pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2017.

Pentingnya Penentuan Awal Ramadan dan Syawal

Mengapa Awal bulan Ramadan 1438 H, awal Syawal 1438 H, awal Dzulhijjah 1438 H dan awal Muharram 1439 H masih dibicarakan dalam sebuah forum seperti ini? Mengapa tidak melihat saja dalam kalendar negara, Taqwim Standar Indonesia 2017?

Hari ini kita membicarakan kembali tentang awal bulan Islam untuk mendapatkan pemahaman dan sekaligus mendapatkan “kepastian” tentang awal bulan dalam kalendar Islam. Hal ini terjadi karena belum terjadinya penyatuan dalam penggunaan kalendar Islam, di Indonesia maupun di wilayah regional dan internasional. Mungkin juga tulisan ini merupakan potret penerapan kalendar Hijriah di Indonesia. Semua ormas Islam dan umat Islam menginginkan unifikasi kalendar Islam, masalah yang belum bisa dirumuskan kemana melangkah (Apakah menuju penyatuan kriteria? Apakah membangun atau menetapkan otoritas? Bagaimana melangkah pada masa transisi?

Bilamana melangkah secara bertahap?

Ramadan 1438 H juga merupakan Ramadan dengan lama shaum terpanjang bagi umat Islam dibelahan bumi Utara, beberapa hari menjelang akhir Ramadan 1438 H, dan sebaliknya bagi umat Islam dibelahan bumi Selatan, mereka menikmati lama shaum terpendek beberapa hari menjelang akhir Ramadan 1438 H. Kedudukan Matahari di posisi paling Utara, dalam bulan Ramadan tahun ini merupakan untaian sejak dua tahun terakhir, yaitu tahun 2015 dan tahun 2016. Fenomena ini akan berulang lagi pada sekitar 33 tahun ke depan.

Hari kedua Ramadan 1438 H umat Islam juga akan menyaksikan Matahari berada di zenith Ka’bah, momen yang dapat dimanfaatkan untuk kalibrasi arah Kiblat terutama di daerah lapangan yang akan dipergunakan untuk shalat Ied 1438 H. Momen Matahari di atas zenith Ka’bah pada hari Ahad 28 Mei 2017 jam 16:17 wib dengan toleransi plus minus 5 menit. Hingga dua tahun kedepan, tahun 2018 dan 2019, fenomena Matahari di atas zenith Ka’bah di bulan Ramadan 1439 H dan 1440 H masih akan berlangsung. Kedua fenomena ini, akan berulang setiap 33 tahun sekali.

Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadan 1438 H, semoga memperoleh shaum terbaik, mohon maaf lahir batin.

Ditulis oleh

Moedji Raharto

Moedji Raharto

menyelesaikan pendidikan strata sarjananya di Astronomi ITB pada tahun 1980 dan menyelesaikan program Doktor di University of Tokyo pada tahun 1998. Pernah menjabat sebagai Kepala Observatorium Bosscha dari tahun 1999-2004. Saat ini masih aktif di Kelompok Keahlian Astronomi sebagai Peneliti di Observatorium Bosscha dan Pengajar di prodi Astronomi FMIPA ITB.

Tulis komentar dan diskusi...