Gerhana Matahari Cincin 26 Februari 2017

Rangkaian gerhana matahari tahun 2017 akan dimulai dengan Gerhana Matahari Cincin yang melintasi Amerika Selatan dan Afrika. Tidak akan ada gerhana matahari yang mampir di Indonesia tahun ini.

Gerhana Matahari Cincin yang dipotret dari Lampung oleh: Ferry M. Simatupang.
Gerhana Matahari Cincin yang dipotret dari Lampung oleh: Ferry M. Simatupang.

Gerhana Matahari terjadi saat bulan sedang mengalami fase bulan baru dan berada sejajar di antara Matahari dan Bumi. Tapi, gerhana matahari tidak terjadi setiap Bulan Baru. Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi dan Matahari (ekliptika). Karena kemiringan orbit Bulan inilah, tidak setiap fase bulan baru, bulan berada tepat sejajar dengan Bumi dan Matahari. Ada kalanya bayangan Bulan melintas di atas atau di bawah Bumi sehingga tidak terjadi gerhana. Gerhana matahari hanya akan terjadi ketika Bulan Baru terjadi di dekat titik noda atau titik simpul yang merupakan titik perpotongan antara Bulan dan bidang orbit Bumi.

Kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi, 5º sehingga tidak setiap bulan terjadi gerhana. Kredit: langitselatan
Kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi, 5º sehingga tidak setiap bulan terjadi gerhana. Kredit: langitselatan

Ketika Bulan berada di titik simpul dan sejajar dengan Matahari dan Bumi, cahaya Matahari akan terhalang untuk tiba di Bumi. Pada saat itu, bayang-bayang Bulan akan membentuk kerucut umbra dan penumbra. Pengamat yang berada di kawasan penumbra tidak akan banyak mengalami perubahan karena sorot cahaya Matahari tidak akan mengalami perubahan drastis. Tapi, semakin dekat dengan kawasan umbra, makin besar pula sorot cahaya Matahari yang tertutup oleh Bulan. Pengamat di kawasan umbra Bulan akan mengalami gelap.

Untuk gerhana matahari pertama tahun 2017, piringan Bulan tidak akan menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, masih ada cahaya Matahari yang diterima Bumi, meskipun sebagian besar cahaya terhalang Bulan.

Mengapa demikian?

Gerhana Matahari dari sudut pandang pengamat. Kredit: Avivah / langitselatan

Bulan mengitari Bumi dalam orbit elips. Artinya, ada saat dimana Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dan ada kalanya ia berada pada jarak terjauh dari Bumi. Karena itu, kenampakan piringan Bulan di langit juga memiliki ukuran yang berbeda. Maka, ketika Bulan berada jauh, piringannya akan tampak lebih kecil atau si piringan Matahari tampak lebih besar.

Skema Gerhana Matahari Cincin. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Matahari Cincin. Kredit: langitselatan

Inilah yang terjadi saat gerhana matahari cincin. Bulan berada pada jarak terjauh sehingga piringan Bulan akan tampak lebih kecil dari Matahari. Hasilnya, kerucut bayangan umbra yang gelap tidak mencapai permukaan Bumi dan ada kerucut lanjutan yang disebut antumbra yang terbentuk dan mencapai Bumi. Pengamat yang berada dalam antumbra inilah yang akan melihat cincin api Matahari terbentuk saat Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari.

Piringan bulan yang tampak lebih kecil dari Matahari akan berada di tengah piringan Matahari dan menyisakan area bercahaya bak cincin api di langit. Cincin api inilah yang akan disaksikan sebagian pengamat di Bumi pada tanggal 26 Februari 2017.

Jalur dan Waktu Gerhana Gerhana Matahari Cincin

Pada tanggal 26 Februari 2017, gerhana matahari cincin akan dimulai dari Samudera Pasifik Selatan kemudian melintas Chile dan Argentina sebelum kembali menyebrang Laut Atlantik Selatan dan melintasi daratan Angola, Zambia, dan berakhir di Kongo.

Secara umum, tahapan GMC 26 Februari 2017 adalah sebagai berikut:

 UTWIBWITAWIT
P112:10:47,919:10:47,920:10:47,921:10:47,9
U113:15:18,320:15:18,321:15:18,322:15:18,3
U213:16:54,420:16:54,421:16:54,422:16:54,4
Puncak14:53:24,621:53:24,622:53:24,623:53:24,6
U316:30:07,723:30:07,700:30:07,701:30:07,7
U416:31:37,823:31:37,800:31:37,801:31:37,8
P217:36:01,800:36:01,801:36:01,802:36:01,8

Seluruh informasi gerhana bisa diperoleh di Gerhana.Info

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.