Gerhana Matahari Total 2017

Jelang tengah malam tanggal 22 Agustus 2017 waktu Indonesia atau tanggal 21 Agustus 2017 di Amerika, sebagian masyarakat Amerika Serikat bisa menikmati kegelapan total saat Gerhana Matahari Total melintas dari pantai barat ke pantai timur negara tersebut.

Totalitas dari balik awan di Maba. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan
Totalitas dari balik awan di Maba. Kredit: Fajar Ariadi / langitselatan

Jalur totalitas GMT 21-22 Agustus 2017 akan dimulai dari lautan Pasifik Utara dan kemudian membelah Amerika Serikat dan melintasi 14 negara bagian, sebelum berakhir di laut Atlantik Selatan.. Di luar jalur totalitas, masyarakat di Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Afrika dan Eropa bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian. Mirip dengan kejadian tahun lalu di Indonesia, saat jalur totalitas GMT 2016 melintas Indonesia.

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Kesejajaran ini hanya terjadi pada saat Bulan sedang dalam fase Bulan Baru. Tapi perlu diingat, tidak setiap Bulan Baru terjadi gerhana karena orbit Bulan memiliki kemiringan 5º terhadap orbit Bumi. Ketiga benda langit yang berada sejajar ini menyebabkan Bulan menghalangi cahaya Matahari yang mengarah ke Bumi.

Pada saat terjadi gerhana Matahari atau saat Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi maka bayang-bayang Bulan akan membentuk kerucut umbra dan penumbra. Pengamat yang berada di kawasan penumbra akan mengalami gerhana Matahari sebagian. Tidak banyak perubahan karena cahaya Matahari masih tetap diterima meskipun kurang dari 100%. Semakin mendekati umbra atau bayang-bayang inti, cahaya yang diterima semakin sedikit karena cahaya Matahari yang terhalang Bulan semakin besar.

Skema Gerhana Matahari Total. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Matahari Total. Kredit: langitselatan

Kawasan bayang – bayang umbra Bulan pada hakekatnya adalah suasana malam dan manusia dapat menyaksikan bintang dan planet seperti malam hari.

GMT terjadi pada saat piringan Bulan sama dengan piringan Matahari atau tampak lebih besar dari piringan Matahari akibat variasi jarak Bumi – Bulan dan perbandingan diameter sudut Matahari terhadap Bulan. Piringan Bulan akan tampak lebih besar dari piringan Matahari saat posisi Bulan dan Matahari berada di posisi terdekat dengan Bumi. Tapi bagi pengamat tidak akan ada perbedaannya.

Gerhana Matahari Total akan dimulai jelang tengah malam nanti yakni saat gerhana sebagian dimulai di lokasi pertama yakni di lautan pasifik pada pukul 22:46:50 WIB.

Bagi masyarakat di jalur totalitas, Gerhana Matahari Total dimulai di lautan Pasifik pukul 23:48:34 WIB dan puncaknya terjadi pukul 01:25:35 WIB. Durasi puncak totalitas gerhana bervariasi di setiap lokasi. Tapi durasi terlama akan terjadi di wilayah Kentucky, Amerika Serikat selama 2 menit 40 detik pada tangal 22 Agustus 2017 pukul 01:25:31 WIB. Lokasi terakhir yang melihat gerhana matahari total akan terjadi pada pukul 03:02:33 WIB. Pada akhirnya, gerhana matahari sebagian berakhir di lokasi terakhir yang melihat gerhana yakni di lautan Atlantik pada 22 Agustus 2017 pukul 04:04:21 WIB.

GMT di Amerika

Sama seperti di Indonesia, penjualan kacamata Matahari meningkat dan sampai hari ini sebagian masyarakat sudah kehabisan persediaan kacamata untuk melihat gerhana. Salah satu perusahaan kacamata yang kebanjiran pesanan adalah Eclipse Glasses yang menjadi salah satu penyedia kacamata gerhana resmi. Dalam satu hari pengiriman kacamata gerhana bisa mencapai lebih dari 5000 kacamata. Selain itu, kacamata dengan filter jadi-jadian pun dijual karena animo masyarakat yang sangat tinggi. Berbagai cerita dan kekuatiran akan bahaya pengamatan gerhana secara langsung juga merebak. Karena itu, seluruh astronom maupun komunitas astronomi amatir melakukan penyuluhan terkait pengamatan gerhana Matahari yang aman maupun kegiatan pengamatan bersama pada saat GMT.

Gegap gempita persiapan pengamatan GMT di Amerika Serikat pun tak berbeda dari Indonesia. Para pemburu gerhana sudah siap di berbagai lokasi untuk melihat keindahan totalitas malam ini. Bagi masyarakat AMerika Serikat, peristiwa GMT 2017 termasuk “langka”. Bukan karena Gerhana Matahari Total itu langka, tapi karena untuk pertama kalinya sejak tahun 1918, jalur totalitas kembali membelah Amerika Serikat dari sisi barat ke timur.

Gerhana Matahari Total bukan peristiwa langka. Bagi para astronom, GMT merupakan peristiwa astronomi yang biasa terjadi setiap 18 bulan dan dalam satu tahun kita bisa menikmati setidaknya 2 gerhana Matahari. Gerhana Matahari Total berikutnya yang bisa diamati di Amerika adalah GMT 8 April 2024 dan GMT 12 Agustus 2045.

Bagi para pemburu gerhana, GMT berikut yang akan dikejar adalah GMT 2 Juli 2019 dan 14 Desember 2020 di Amerika Selatan. Juga di Antartika saat totalitas melintas tanggal 4 Desember 2021.

Untuk Indonesia, siapkan dirimu untuk gerhana matahari cincin 26 Desember 2019!

Live Streaming

Bagi yang tertarik untuk melihat peristiwa Gerhana Matahari Total 21-22 Agustus 2017, silakan kunjungi situs yang melakukan siaran langsung berikut ini:

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avatar

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...