Ngarai Besar Yang Membentang di Charon

Berada pada jarak 5 juta km dari Bumi, tak menghalangi New Horizons untuk terus melakukan tugasnya. Dan foto-foto yang dikirimkan kembali mencengangkan para astronom dan juga kita. Siapa sangka dunia yang sedemikian jauh dari Bumi bisa menyampaikan cerita yang luar biasa.

Charon. Satelit Pluto. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI
Charon. Satelit Pluto. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI

Setelah memperlihatkan detil Pluto dalam foto-foto yang dikirimkan, kali ini New Horizons memperlihatkan wajah Charon, salah satu satelit kecil yang mengiringi Pluto tersebut.

Lagi-lagi tidak ada yang menyangka Charon merupakan sebuah dunia lain yang kompleks dengan masa lalu yang keras. Jauh dari dugaan para astronom.  Satelit yang ukurannya setengah diameter Pluto memang pada awalnya diperkirakan penuh dengan bopeng kawah akibat tabrakan di masa lalu dan tanpa warna. Dunia monoton yang dingin.

Ternyata, semua dugaan itu tak terbukti. Mirip Pluto, Charon punya cerita yang tak kalah menarik. New Horizons memperlihatkan kalau bentang permukaan satelit kecil ini diselubungi pegunungan, lembah, longsoran, juga permukaan yang warnanya bervariasi. Kejutan yang menyenangkan dari sebuah satelit beku di tepi Tata Surya.

Patahan dan ngarai yang membentang di Charon. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI
Patahan dan ngarai yang membentang di Charon. Kredit: NASA/JHUAPL/SwRI

Foto yang diambil berasal dari permukaan Charon yang berhadapan dengan Pluto dan dikirimkan ke Bumi pada tanggal 21 September. Foto-foto tersebut menyingkap detil patahan dan ngarai di utara belahan utara ekuator Charon. Di Charon, ada ngarai besar yang merentang sepanjang 1600 km di permukaan Charon dan diperkirakan masih berlanjut sampai ke sisi lain Charon yang tak tampak oleh New Horizons. Ngarai besar di Charon diperkirakan memiliki ukuran 4 kali lebih panjang dan 2 kali lebih dalam dari Grand Canyon di Bumi. Jika diperhatikan pola patahannya,  tampak kerak Charon seperti terbelah dan terbuka.

Kehadiran patahan dan ngarai di permukaan Charon mengindikasi terjadinya pergolakan geologi yang besar di masa lalu Charon. Fitur ini mirip dengan sistem ngarai Valles Marineris di Mars.

Dalam foto yang dikirim New Horizons, kehadiran ngarai besar tersebut membentang di antara dua area yang cukup berbeda. Di utara ngarai, permukaan Charon memiliki lebih banyak kawah besar sedangkan di bagian selatan atau di daerah dataran Vulkan, tidak banyak kawah besar yang ditemukan.

Kondisi ini menjadi indikasi kalau daerah Dataran Vulkan usianya masih muda. Dataran yang mulus dengan alur pegunungan samae merupakan tanda kalau daerah tersebut mengalami pembentukan ulang. Jika menilik pada permukaan yang mulus di Dataran Vulkan, maka diperkirakan kalau di daerah tersebut terjadi aktivitas vulkanik es atau cryovolcanism. Aktivitas tersebut diperkirakan berasal dari lautan air internal yang kemudian membeku di masa lalu. Perubahan volume yang terjadi menyebabkan permukaan Charon retak dan lava berupa air mencapai permukaan.

Foto-foto Charon dengan resolusi tinggi masih akan terus dikirim oleh New Horizons ke Bumi. Jadi bersabarlah untuk menerima kejutan lainnya.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.