Si Mungil Penghancur Planet

Jika kamu penggemar sains fiksi, tentu kamu sudah sering melihat hal-hal yang sepertinya tidak masuk akal seperti perjalanan waktu dan penghancuran seluruh planet! Di Star Trek, Vulkan, planet asal dari Mr. Spock dihancurkan atau planet Alderaan, planet asal Putri Leia diledakkan berkeping-keping.

Tapi apakah penghancuran planet-planet juga terjadi di alam semesta, atau itu cuma fiksi sains?

Para astronom menemukan bukti dari Galaksi kita, ada planet yang sudah hancur. Bahkan yang lebih menakutkan, kehancuran planet tersebut justru disebabkan oleh bintang yang di masa mudanya serupa dengan Matahari!

Ketika Matahari kehabisan bahan bakar, lapisan terluarnya akan terlepas ke angkasa meninggalkan intinya. Untuk bintang yang ditemukan para astronom ini, dan juga Matahari kelak, inti yang tersisa hanya berupa bola seukuran Bumi (yang ukurannya jutaan kali lebih kecil), yang sangat terang, panas dan padat. Benda ini kita kenal dengan nama bintang katai putih.

Gugus bintang NGC 6388. Beberapa bintang di gugus ini usianya sudah lebih dari 10 milyar tahun. Kredit:  X-ray: NASA/CXC/IASF Palermo/M.Del Santo et al; Optical: NASA/STScI
Gugus bintang NGC 6388. Beberapa bintang di gugus ini usianya sudah lebih dari 10 milyar tahun. Kredit: X-ray: NASA/CXC/IASF Palermo/M.Del Santo et al; Optical: NASA/STScI

Bintang katai putih yang berada jauh di dalam gugus galaksi di foto inilah yang mengoyak planetnya sampai hancur. Tapi, bagaimana mungkin bintang yang mungil seperti ini bisa bertanggung jawab pada kekerasan dan kehancuran yang terjadi? Jawabannya adalah gravitasi..

Gravitasi di permukaan katai putih 10.000 kali lebih besar dibanding gravitasi di permukaan Matahari. Pada suatu hari, ketika si planet menyimpang dari orbitnya dan berada terlalu dekat dengan bintang maka gravitasi dari katai putih menariknya dan menghancurkan planet tersebut. Bahkan sebagian dari planet itu dilahap oleh bintang katai putih.

Fakta Menarik: Meskipun dijuluki katai putih, bintang – bintang tersebut tidak selalu putih, ada yang berwarna oranye atau bahkan berwarna biru!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...