Titipkan Harapanmu ke Bintang-Bintang…

Semakin gelap lokasi pengamatan, semakin terang langit malam.

Gugus Bintang Kolam Permintaan. Kredit: ESO/G. Beccari
Gugus Bintang Kolam Permintaan. Kredit: ESO/G. Beccari

Foto yang menakjubkan ini dipotret oleh teleskop di salah satu lokasi yang sangat terpencil di Bumi, dan jauh dari kota. Gurun Atacama. Foto ini memperlihatkan bintang-bintang terang di Gugus Kolam Permintaan. Gugus bintang tersebut diberi nama Kolam Permintaan karena di sana ada banyak bintang yang mirip dengan koin perak yang tampak bercahaya dari dasar kolam permintaan.

Biasanya, bintang-bintang di sebuah gugus memiliki usia yang sama karena mereka lahir dari awan gas yang sama pada waktu bersamaan.  Untuk bintang di gugus Kolam Permintaan, usianya diperkirakan 300 juta tahun.

Gugus Kolam Permintaan terdiri dari campuran 400 bintang biru dan merah. Warna yang berbeda menunjukan tingkat kemasifan atau kepadatan bintang.

Bintang yang lebih masif biasanya lebih panas, lebih terang dan lebih cepat menghabiskan bahan bakar dibanding bintang yang lebih kecil. Jadi, bintang yang lebih merah di foto merupakan bintang yang lebih masif. Bintang-bintang tersebut sedang berada di tahap akhir evolusinya atau sudah memasuki masa tua yakni fase raksasa merah. Bintang yang lebih biru atau yang kurang masif merupakan bintang yang masih muda atau masih di tahap awal kehidupan mereka.

Sayangnya, bintang yang paling masif di gugus tidak tampak di foto karena bintang-bintang tua tersebut sudah lama mengakhiri hidupnya dalam ledakan supernova yang sangat dasyat.

Fakta menarik: Di Bima Sakti, kamu bisa mengetahui usia dari gugus bintang berdasarkan lokasinya. Gugus yang sudah tua biasanya ditemukan jauh dari pusat galaksi. Dan gugus yang muda berada dekat dengan pusat galaksi Bima Sakti.

[divider_line]

Sumber: publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness .
Space Scoop edisi Bahasa Indonesia dialihbahasakan oleh langitselatan

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...