Ayo Kita Saksikan Pembentukan Planet dari Dekat!

Kita belum tahu seperti apa kehidupan alien, tetapi banyak orang percaya, mungkin alien membutuhkan planet seperti Bumi kita untuk dihuni; dengan temperatur yang sejuk dan samudra-samudra berair. Pertama, kita mencari planet sejenis ini di sekitar bintang-bintang yang mirip Matahari kita.

Setengah bintang yang mirip Matahari terlahir dengan kembaran. Ketika dua bintang lahir bersama, mereka saling mengitari, menciptakan sebuah sistem yang kita sebut bintang ganda. Penyelidikan kita tentang bintang-bintang mirip Matahari ini menjadikan sistem bintang ganda sebagai target observasi yang penting.

Dua cincin pembentukan planet yang ditemukan di bintang ganda. Kredit: ESO/L. Calçada
Dua cincin pembentukan planet yang ditemukan di bintang ganda. Kredit: ESO/L. Calçada

Selama pencarian mereka, para astronom menemukan banyak sekali planet raksasa yang berada di dalam sistem bintang ganda. Kebanyakan planet ini mengitari kedua bintang tersebut. Jika ada planet-planet yang hanya mengitari salah satu bintang ganda, itu karena jarak dua bintang itu saling berjauhan.

Namun, bahan-bahan pembentuk sebuah planet baru saja terlihat dalam segumpal awan kecil yang mengelilingi salah satu bintang dalam sebuah bintang ganda dan awan lebih besar yang mengelilingi keduanya. Biasanya, bintang akan segera menyantap jenis awan seperti ini, tetapi awan tersebut menemukan cara untuk bertahan,  meningkatkan peluangnya suatu hari nanti untuk menjadi sebuah planet!

Metode bertahan awan kecil ini adalah dengan tanpa henti mengisi diri sendiri dengan materi yang dicuri dari awan yang lebih besar. Saat ini, awan tersebut memiliki materi yang cukup untuk membuat sebuah planet seukuran Jupiter. Jupiter adalah planet terbesar di Tata Surya kita, yang 300 kali lebih masif daripada Bumi!

Fakta menarik: Diyakini, sekitar setengah jumlah planet di alam semesta berada dalam sistem bintang ganda!

Sumber: dipublikasikan kembali dari Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Maria M. Lubis

Maria M. Lubis

Alumnus Astronomi ITB, pegawai tetap Bos Kecil Sakya, dan penerjemah/editor buku fiksi freelance yg akhirnya mendapat jawaban mengapa harus belajar Astronomi.