Lubang Hitam Ditemukan Menari Bersama Bintang Normal

Sebagian besar bintang di Galaksi Bimasakti tidak seperti Matahari kita, yang melayang-layang sendirian di ruang angkasa. Delapan dari 10 bintang termasif mempunyai satu atau lebih bintang pasangan. Sepasang bintang yang saling mengelilingi satu sama lain disebut “sistem bintang ganda”.

Foto ini menunjukkan galaksi spiral Messier 51 yang cemerlang. Tiap titik ungu terang yang kita lihat merupakan jenis sistem bintang ganda yang spesial. Kita menyebutnya ‘bintang ganda sinar-X’ karena pasangan bintang tersebut memancarkan sinar-X.

Galaksi Messier 51 yang cemerlang, tiap titik ungu terangnya merupakan jenis bintang ganda yang spesial, yaitu bintang ganda sinar-X. Kredit: NASA/CXC/Wesleyan Univ./R.Kilgard, et al/STScI.
Galaksi Messier 51 yang cemerlang, tiap titik ungu terangnya merupakan jenis bintang ganda yang spesial, yaitu bintang ganda sinar-X. Kredit: NASA/CXC/Wesleyan Univ./R.Kilgard, et al/STScI.

Bintang ganda sinar-X beranggotakan bintang normal dan bintang yang telah melewati akhir hayatnya. Pasangan ini objek yang eksotis, umumnya berupa bintang neutron atau adangkala berupa lubang hitam.

Jika kedua sejoli itu sangat berdekatan, gravitasi kuat dari pasangan yang eksotis akan menarik gas dari bintang normal hingga membentuk cincin melingkarinya, sebelum kemudian menelannya. Ketika ini terjadi, materi gas menjadi panas hingga jutaan derajat dan mulai memancarkan sinar-X.

Selain itu, semakin kuat gravitasi, semakin terang pula sinar-X. Foto Messier 51 ini memperlihatkan minimal ada 10 bintang ganda sianr-X yang cukup terang sehingga kemungkinan sistem tersebut beranggotakan lubang hitam. Delapan dari pasangan-pasangan ini, lubang-lubang hitamnya sedang menarik materi dari bintang pasangannya yang jauh lebih besar dari Matahari!

Fakta Menarik
Setelah menyelidiki berbagai bintang di Galaksi Bimasakti, astronom menemukan bukti bahwa semakin masif bintang semakin besar kemungkinannya memiliki pasangan.

Sumber: Cross post Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.