Pertunjukan Cahaya Dua Galaksi Memeriahkan Langit Malam Jelang Perayaan Natal

Saat ini masyarakat dunia tengah bersiap memeriahkan perayaan Natal dengan memasang lampu-lampu berwarna-warni. Foto tabrakan galaksi ini pun turut memeriahkan perayaan. Lengan kedua galaksi tersebut seakan-akan telah didekorasi dengan rangkaian lampu hias berwarna pink. Cantik ‘kan?

Tabrakan dua galaksi menyajikan pertunjukan cahaya yang menawan. Lengan-lengan kedua galaksi seakan telah didekorasi dengan rangkaian lampu hias berwarna pink. Kredit: NASA/CXC/SAO/S.Mineo dkk./STScI/JPL-Caltech
Tabrakan dua galaksi menyajikan pertunjukan cahaya yang menawan. Lengan-lengan kedua galaksi seakan telah didekorasi dengan rangkaian lampu hias berwarna pink. Kredit: NASA/CXC/SAO/S.Mineo dkk./STScI/JPL-Caltech

Dua galaksi itu berpapasan saat mengarungi ruang angkasa. Papasan ini menciptakan pancaran-pancaran sinar-X yang sangat terang dan paling keren! Tiap titik cahaya pink dalam foto ini — jumlahnya ada 28 titik — adalah objek spesial yang sangat terang dan dikenal sebagai “ultraluminous X-ray source” atau disingkat ULX. Artinya, sumber sinar-X yang sangaaaaaaaaaaat terang.

Apa sejatinya ULX itu masih menjadi misteri, tapi kebanyakan ilmuwan sepakat ULX mungkin jenis sistem bintang yang aneh, beranggotakan sebuah bintang normal dan sebuah lubang hitam yang saling mengitari. Sebagian lubang hitam bermassa 5 hingga 10 kali massa Matahari dan lainnya mungkin ratusan atau bahkan ribuan kali massa Matahari.

Para peneliti menduga bintang-bintang penyebab ULX sangatlah muda (setidaknya di dalam dunia bintang). Jika usia Matahari kita sekitar 5 milyar tahun, usia bintang-bintang itu sekitar 10 juta tahun.

Itu sebabnya mengapa sebagian besar ULX ditemukan di lengan spiral galaksi, tempat bintang-bintang dibentuk.

Fakta Menarik: Galaksi-galaksi ini melahirkan bintang baru dengan laju 10 kali lebih cepat daripada galaksi tempat tinggal kita, Galaksi Bimasakti.

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...