Berita Kelahiran dari Antariksa

Bayi bisa bikin bete, misalnya di penerbangan yang lama atau di pagi buta, tapi mereka tidak berbahaya. Hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk bayi bintang. Bintang-bintang muda sangatlah liar. Mereka menembakkan materi dengan kecepatan yang tak terbayangkan – semburan jet berkecepatan ribuan kilometer per jam. Ketika jet ini menumbuk gas dan debu kosmis di sekeliling bintang muda, terbentuklah gumpalan cemerlang yang dikenal sebagai objek Herbig-Hero. Objek ini hidup selama sekitar seribu tahun. Foto ini memperlihatkan objek Herbig-Hero secara lebih dekat. Perhatikan pancaran jet yang membentang di langit seperti pertunjukan kembang api raksasa. Rupanya bintang tidak malu-malu mengumumkan berita kelahirannya.

Foto close-up objek Herbig-Haro. Perhatikan pancaran jet yang membentang di langit seperti pertunjukan kembang api raksasa. Kredit: ESO/ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/H. Arce. Ucapan terima kasih kepada: Bo Reipurth
Foto close-up objek Herbig-Haro. Perhatikan pancaran jet yang membentang di langit seperti pertunjukan kembang api raksasa. Kredit: ESO/ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/H. Arce. Ucapan terima kasih kepada: Bo Reipurth

Jet berwarna merah jambu dan ungu di sebelah kiri mengarah ke Bumi sedangkan yang lainnya ke arah yang berlawanan. Yang menjauhi kita ini nyaris tidak terlihat di foto-foto lainnya karena terhalangi awan debu kosmis. Foto baru dari teleskop ALMA ini akhirnya bisa memperlihatkan indahnya semburan kuning dan hijau. Foto ini juga menguak misteri lainnya: semburan-semburan itu rupanya lebih energetik daripada yang diduga para astronom. Semburan itu bahkan bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan lebih dari sejuta kilometer per jam. Kalau kalian bisa bergerak secepat itu, kalian bisa pergi ke Bulan dalam waktu kurang dari 20 menit!

Fakta Menarik: Jet-jet tersebut tampak kecil bila dibandingkan dengan awan dingin dan gelap di sekelilingnya. Tapi, jet-jet itu sebetulnya ratusan kali lebih besar dari Tata Surya kita!

Sumber & crosspost:Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...