Inikah Saudara Si Planet Biru?

Bumi dikenal sebagai ‘planet biru’ karena lautan luas yang menutupi dua per tiga permukaannya. Ketika dilihat dari luar angkasa, Bumi kita tampak seperti titik biru pucat. Kalian barangkali ingat gambar di bawah ini: foto Bumi yang diambil pada tahun 1990 oleh wahana Voyager 1 ketika berada pada jarak 6 milyar kilometer. Kini, untuk pertama kalinya astronom bisa mengetahui warna planet yang mengorbit bintang lain, dan kali ini juga berwarna biru, lho!

Foto Bumi yang dipotret oleh Voyager 1 pada tahun 1990 ketika wahana itu berada 6 milyar kilometer jauhnya dari kita. Kredit: NASA.
Foto Bumi yang dipotret oleh Voyager 1 pada tahun 1990 ketika wahana itu berada 6 milyar kilometer jauhnya dari kita. Kredit: NASA.

Tapi cuma itu persamaan antara kedua planet. Planet asing itu, atau dijuluki  ‘titik biru tua’, merupakan planet gas raksasa, kira-kira sama besarnya dengan Jupiter,  planet terbesar di Tata Surya kita. Planet tersebut mengorbit dekat sekali dengan bintangnya sehingga temperatur atmosfernya mencapai lebih dari 1000 °C! Mungkin kalian bertanya-tanya kok bisa lautannya tetap ada di lingkungan yang ekstrem seperti itu. Ternyata, tidak seperti di Bumi, di sana bukan air yang menyebabkan si planet berwarna biru. Atmosfernya mengandung sesuatu yang mirip dengan bahan yang ada pada kaca (yang disebut ‘silikat’) dan kilaunya berwarna biru.

Ilustrasi sebuah planet yang mengorbit bintang lain. Seperti Bumi, dari luar angkasa planet ini juga terlihat berwarna biru. Kredit: NASA/ ESA/ M. Kornmesser.
Ilustrasi sebuah planet yang mengorbit bintang lain. Seperti Bumi, dari luar angkasa planet ini juga terlihat berwarna biru. Kredit: NASA/ ESA/ M. Kornmesser.

Yang bikin lingkungan di planet itu makin tidak mirip dengan Bumi adalah hujan di sana mencurahkan kaca! Terlebih lagi, hujan kaca itu turun menyamping, ditiup oleh angin menderu berkecepatan 7.000 km per jam! Sementara kata ‘titik biru pucat’ mengingatkan kita pada perairan tropis yang tenang dan hujan rintik-rintik, kata-kata ‘titik biru tua’ ini kita asosiasikan dengan amukan badai yang menyayat dan panas menggelegak.

Fakta Menarik: Hingga saat ini ‘titik biru pucat’ adalah satu-satunya foto planet tempat tinggal kita yang dipotret dari jarak sejauh itu. Namun, pada tanggal 19 Juli tahun ini, wahana Cassini akan mengarahkan kameranya ke Bumi dan memotret Bumi. Saat ini Cassini berada pada jarak lebih dari satu milyar kilometer dari Bumi dan tengah mengelilingi Saturnus. Siap-siap tersenyum, ya!

Sumber: Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.