Belajar dan Bermain dengan Universe in the Box

Tahun ini langitselatan menerima Universe in the Box dari UNAWE. Alam semesta dalam kotak ini diisi dengan berbagai materi astronomi untuk anak-anak. Ada seri khusus tentang  Bumi – Bulan – Matahari, maket Tata Surya, satu set dunia konstelasi.

Pada tanggal 4 Juni 2013, kami pun melakukan pengujian di SD Alam Bandung. Atau lebih tepatnya saya diundang untuk memperkenalkan astronomi sekaligus mencoba Universe in the Box bersama siswa-siswi SD Alam Bandung, yang merupakan murid dari Aldino Adry Baskoro yang juga aktif di langitselatan.

Perjalanan ke SD Alam Bandung, agak sulit karena lokasinya yang cukup jauh tapi akhirnya saya pun berhasil menemukan sekolahnya setelah dijemput Aldino dan siswanya. Hari itu saya diminta mengajar siswa siswi kelas 4 di SD Alam Bandung. Acara dimulai dengan perkenalan dan obrol-obrol singkat sebelum kemudian saya memperkenalkan materi yang sangat umum yakni apa itu astronomi. Siswa siswi SD Alam Bandung sebenarnya “sudah cukup mengenal” astronomi dari Aldino tapi hari itu saya ingin memperkenalkan lagi gambaran astronomi secara kesleuruhan dengan gambar-gambar indahnya sekaligus membangun keingintahuan lebih dalam tentang astronomi. Kegiatan pagi itu lebih seperti disuksi dibanding mengajar. Yang paling menarik perhatian justru perbandingan ukuran benda-benda di Tata Surya yang ditampilkan lewat tayangan Solar Walk.

Setelah sesi presentasi, para siswa pun mulai bertanya dan tampak perbedaan minat dari mereka.  Ada yang tertarik mengutak atik piranti lunak di telepon pintar atau laptop saya, ada juga yang kemudian memilih sesi belajar menggunakan alat-alat dari Universe in the Box. Beberapa kelompok terbentuk. Ada yang belajar tentang rasi bintang dan gerak Matahari melintasi zodiak sepanjang tahun, ada yang belajar interaksi Matahari – Bumi – Bulan, dan ada juga siswa berkebutuhan khusus yang lebih tertarik mempelajari bola Bumi. Yang menarik, Bulan styrofoam yang ada di paket Universe in the Box sekarang sudah mirip Bulan betulan karena sudah banyak kawah. Percobaan membuat kawah dilakukan para siswa untuk menguji seberapa panas Matahari kalau didekati benda langit. Apakah si benda langit benar-benar akan habis terbakar atau tidak.  Walaupun terbentuk kelompok-kelompok yang berbeda, saya dan Aldino tetap memberi penjelasan terkait setiap kegiatan.

Beberapa siswa juga membuat fragmen singkat gerakan Matahari – Bumi – Bulan di kelas untuk memperlihatkan gerak Matahari – Bumi – Bulan serta mengapa hanya satu sisi wajah Bulan yang bisa kita lihat setiap harinya.

Sesi astronomi pun berakhir dengan makan siang bersama. Tapi tampaknya para siswa yang menguji piranti lunak astronomi di ponsel pintar dan laptop masih belum puas dan terus bertanya-tanya. Akhirnya, jam 2 siang saya pun meninggalkan Sekolah Alam Bandung dengan kesan yang sangat menyenangkan karena bisa bertemu, berdiskusi dan bermain bersama para siswa yang punya keingintahuan yang sangat tinggi.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...