Melihat Wajah Sang Surya dari SD No. 2 Kelating

Dari tanggal 18 – 25 Mei 2013, saya berkesempatan untuk berbagi cerita astronomi kepada para tamu di Alila Villas Soori bersama rekan saya, astronom Janette Suherli. Berdua kami mengisi kelas astronomi dan pengamatan untuk para tamu hotel. Tapi, sebelum kami kembali ke Bandung, ada satu kegiatan tambahan yang menyenangkan yang kami lakukan di Bali.

Tanggal 24 Mei 2013, Alila Villas Soori mengadakan sesi Astronomi di SD No. 2 Kelating untuk memperkenalkan astronomi kepada para siswa. Agak dadakan tapi persiapan singkat yang dilakukan tidak menghalangi berlangsungnya acara. Kelas Astronomi yang dihadiri siswa-siswa dan guru SD. No 1 & 2 Kelating dimulai pada jam 09.00 setelah para siswa melaksanaan upacara sembahyang pagi di Pura.Kelas astronomi yang dilaksanakan pagi itu membawa para siswa untuk mengenal astronomi lewat cerita, gambar dan film. Menyenangkan? Tentu saja! Para siswa yang pada umumnya hanya mengetahui sekilas tentang planet-planet di tata Surya bisa mengenal tidak saja anggota Tata Surya melainkan juga tentang gambaran langit malam dan cerita tentang kehidupan bintang dan betapa luasnya alam semesta ini. Bedanya siswa-siswa di SD Kelating dan di Bandung mungkin terletak pada kesigapan bertanya sepanjang presentasi. Tidak ada yang menyela dan bertanya. Tapi… setelah sesi berakhir dan dilaksanakan pengamatan Matahari, berbagai pertanyaan pun meluncur dari para siswa. Apa itu lubang hitam kak? Apakah itu lubang raksasa di langit? Kalau jatuh kesana bagaimana? Kakak, apakah ada manusia di lain di alam semesta?  apakah ada planet Bumi lain?

Apakah ada kehidupan lain selain di Bumi memang menjadi pertanyaan yang tak lekang dimakan waktu, karena itulah natur manusia. Selalu ingin tau dan terus mencari tau. Dan itu juga yang seharusnya dibiarkan bertumbuh dalam diri setiap anak. Terus bertanya dan mencari tahu. Kunci pengembangan sains di masa depan.

Sesi astronomi diakhiri dengan pengamatan Matahari! Sangat menyenangkan! Para guru dan siswa semuanya antusias untuk melihat sumber cahaya raksasa yang memberi energi bagi Bumi dan menerangi kita di siang hari. Ada yang melihat lewat teleskop, ada juga yang menggunakan kacamata Matahari. Celetukan pun kembali muncul. “Kak, Matahari itu bulat ya? Mirip telur!”. Atau ada juga yang berulang-ulang ingin kembali melihat wajah Sang Surya.

Ada perjumpaan ada perpisahan. Akhirnya kelas Astronomi di SD No. 2 Kelating pun berakhir dengan harapan cerita yang kami bawa pagi itu bisa memberi inspirasi untuk membawa para siswa mencintai sains di masa depan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...