Planet HD 95086 b yang dilihat VLT

Planet, obyek yang jauh lebih kecil dibanding bintang ini tidaklah mudah untuk ditemukan. Butuh teknik khusus untuk bisa mengenali keberadaan sebuah planet. Apalagi jika harus melihat planet yang kecil dan redup ini secara langsung. Tapi bukan berarti tak mungkin. Para astronom kemudian menemukan cara efektif untuk melihat keberadaan planet di sebuah bintang. Caranya? Dengan melihat dan menganalisa perilaku bintang seperti goyangannya atau cahayanya yang merdup secara berkala.

Langit di sekeliling bintang HD 95806 yang berada di selatan rasi bintang Carina. Kredit: ESO/Digitized Sky Survey 2. Acknowledgement: Davide De Martin
Langit di sekeliling bintang HD 95806 yang berada di selatan rasi bintang Carina. Kredit: ESO/Digitized Sky Survey 2. Acknowledgement: Davide De Martin

Tapi siapa sih yang tidak ingin memotret sebuah planet di bintang secara langsung? Semua astronom pun menginginkannya.  Pencitraan aka pemotretan secara langsung memang menarik dan membanggakan tapi itu tidak mudah. Bayangkan sebuah benda yang sangattttttttt kecil dipotret sedang mengitari bintang yang hanya tampak sebagai noktah cahaya di malam hari! Butuh instrumen yang sangat sensitif untuk bisa melakukannya.

Pemotretan Planet
Dari hampir 1000 planet yang sudah ditemukan di bintang lain, hanya ada 12 yang berhasil diamati secara langsung. Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya Very Large Telescope milik ESO memotret sebuah planet secara langsung. Waktu itu yang dipotret adalah planet yang menemani bintang katai coklat 2M1207. Sembilan tahun kemudian, di tahun 2013, tim yang sama yang memotret planet di bintang katai coklat membuat gebrakan baru. Mereka berhasil memotret planet yang paling kecil.

Exoplanet yang baru ditemukan mengorbit bintang induknya. Si bintang sendiri telah dipisahkan dari foto ini sehingga kita bisa melihat si planet dengan lebih jelas. Exoplanet yang dimaksud tampak di bagian kiri bawah. Kredit: ESO/J. Rameau.
Exoplanet yang baru ditemukan mengorbit bintang induknya. Si bintang sendiri telah dipisahkan dari foto ini sehingga kita bisa melihat si planet dengan lebih jelas. Exoplanet yang dimaksud tampak di bagian kiri bawah. Kredit: ESO/J. Rameau.

Planet redup itu mereka temukan saat melakukan pengamatan dalam panjang gelombang inframerah dengan Very Large Telecope milik ESO. Mereka melihat sebuah obyek redup yang bergerak di dekat sebuah bintang terang. Setelah dipotret, ternyata obyek yang bergerak itu adalah sebuah planet yang sedang mengorbit bintang. Diperkirakan planet yang ditemukan oleh Julien Rameau (Institut de Planetologie et d’Astrophysique de Grenoble, Perancis)  ini massanya 4 – 5 kali massa Jupiter.

Hasil pemotretan planet yang dilakukan para astronom menunjukkan kalau planet kecil tersebut tampak sebagai titik redup yang berada di dekat bintang HD 95086. Pengamatan lanjutan menunjukkan benda yang dilihat para astronom bergerak bersama bintang di angkasa. Dari sini para astronom kemudian menyimpulkan kalau obyek tersebut sedang berada dalam orbitnya mengitari sang bintang induk. Obyek tersebut kemudian diberi nama HD 95086 b dan kecerlangannya mengindikasikan kalau ia memang memiliki massa hanya 4 – 5 kali massa Jupiter.

Bintang HD 95086 b
Planet kecil yang baru ditemukan tersebut mengorbit atau mengelilingi bintang muda HD 95086 pada jarak yang “cukup jauh” yakni sekitar 56 kali jarak Matahari – Bumi atau dua kali jarak Matahari – Neptunus. Bintang muda tersebut sedikit lebih masif dari Matahari dan menariknya, bintang ini masih memiliki piringan debu di sekelilingnya. Dengan demikian bisa dikatakan kalau planet HD 95086 b merupakan kandidat ideal untuk menjadi pelabuhan bintang – bintang muda yang masif.

Bintang HD 95086 berada 300 tahun cahaya dari kita, dan diperkirakan ia baru berusia 10 – 17 juta tahun cahaya. Bintang yang masih muda! Dari kondisi ini, bisa diketahui kalau planet yang dipotret itu lahir dalam piringan gas dan debu yang mengelilingi bintang.

Tapi, lokasi planet HD 95086 b memang menimbulkan pertanyaan terkait kelahiran atau pembetukannya. Ada dua skenario kelahiran yang diajukan. Skenario pertama, planet diperkirakan terbentuk dari susunan batuan yang membentuk inti padat dan kemudian secara perlahan mengakumulasi gas dari lingkungan di sekeliling untuk membentuk atmosfer yang berat. Atau, si planet terbentuk dari gumpalan gas yang muncul akibat ketidakstabilan gravitasi di piringan.  Selain skenario pembentukan, kemungkinan lain planet bisa berpindah dari lokasi kelahirannya juga disebabkan oleh interaksi antara planet dan piringan gas dan debu di sekitar bintang atau interaksi dengan planet lain.

Dari kecerlangan bintang, bisa diperkirakan temperatur permukaan planet HD 95086 b hanya 700º Celsius. Cukup dingin untuk uap air dan memungkinkan keberadaan metana di atmosfer. Masih banyak rahasia yang harus diungkapkan dari planet kecil tersebut. Akan tetapi, keberadaan planet yang berhasil dipotret secara langsung menjadi jejak baru yang penting dalam memahami planet raksasa dan pembentukannya. Tak hanya itu, setiap penemuan eksoplanet atau planet di bintang lain, sellau menjadi sebuah petunjuk penting tentang pembentukan dan evolusi planet.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...