Cahaya dari Kegelapan

Segala hal tidak selalu persis seperti apa yang terlihat, khususnya kalau di ruang angkasa. Bidang yang tampaknya paling kosong di langit seringkali justru merupakan tempat persembunyian rahasia yang menghebohkan. Foto indah ini menunjukkan pendaran sebuah awan debu kosmis berlatar belakang bintang-bintang bergemerlapan. Jika dilihat dengan mata telanjang, awan tebal semacam ini tampak kosong dan gelap, namuan sejatinya merupakan rumah bagi nebula paling terang dan bintang-bintang muda terpanas di alam semesta!

palung kelahiran bintang. Kredit : ESO
palung kelahiran bintang. Kredit : ESO

Bintang terdiri dari gas, jadi tidak mengejutkan kalau bintang dilahirkan di dalam awan gas yang tebal. Namun, awan yang melahirkan bintang-bintang ini juga menghalangi pandangan kita untuk melihat tumbuh kembangnya bintang-bintang tersebut di dalam awan. Untungnya, ketika bintang-bintang tersebut memanas dan semakin terang, mereka ‘membakar’ gas yang ada di sekeliling mereka, dan tampaklah semarak cahaya yang indah dipandang.

Gugusan bintang-bintang muda cemerlang yang ada tengah foto ini adalah salah satu contohnya. Cahaya benderang berwarna biru dapat dilihat bersinar terang, alih-alih lenyap di balik pusaran kegelapan akibat gas yang mengelilinginya. Di malam yang cerah sebetunya dua bintang paling terang di foto ini bisa dilihat dengan mudah meskipun hanya menggunakan binokuler. Kedua bintang ini sangat muda, kurang dari sejuta tahun. Kalau kita membicarakan umur bintang, sejuta tahun itu masih belum lagi balita lho.

Fakta menarik: Tempat pembentukan bintang, salah satunya seperti ini, bisa saja sangat besar. Misalnya, di Nebula Tarantula, yang bisa kalian lihat di sini, ratusan bintang besar sedang dibentuk. Jika kalian bisa mengakali fisika sehingga bisa bepergian secepat cahaya, kalian membutuhkan waktu 650 tahun untuk menyeberangi nebula tersebut.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...