Komet 168P/Hergenrother yang Tercerai

Sejak akhir September sampai dengan Oktober, astronom amatir melakukan pengamatan intens pada komet 168P/Hergenrother yang sedang berada dalam fase yang sangat terang untuk beberapa malam. Peningkatan kecerlangan yang dialami komet ini sekitar beberapa magnitudo yakni magnitudo 15 ke magnitudo 8.

Komet 168P. Kredit : LCOGT / Teleskop Faulkes

Peningkatan kecerlangan yang sangat besar ini terjadi karena komet 168P/Hergenrother sedang berada pada posisi terdekatnya dengan Matahari pada jarak 1,4 au. Pengamatan secara intens dilakukan dengan menggunakan Teleskop Faulkes Selatan di Siding Spring, Australia untuk melihat pergerakan komet tersebut pada tanggal 26 September dan 3 Oktober.

Citra yang diambil pada tanggal 26 September menunjukkan pusat kondensasi yang berukuran 3” dan diameter koma yang diamati adalah 1,7’. Pada tanggal 3 Oktober, pusat kondensasi semakin besar menjadi 8” dan diameter koma hampir mendekati 3’.

Peningkatan kecerlangan sekaligus pusat kondensasi yang jadi semakin terang serta koma yang makin besar menarik perhatian para astronom amatir dan profesional. Diduga, peningkatan kecerlangan yang terjadi agak tidak biasa dan hanya bisa terjadi sebagai akibat aktivitas di dalam komet dalam hal ini terkait aktivitas inti komet.

Para pengamat komet 168P/Hergenrother menduga keberadaan pecahan baru yang muncul di koma, sebagai akibat dari tercerainya inti komet. Tapi apa buktinya?

Citra Komet 168P/Hergenrother yang diambil pada tanggal 3 Oktober 2012. Kredit: LCOGT/ Teleskop Faulkes

Sempat juga diduga kalau asumsi retaknya komet itu hanya dugaan keliru akibat kombinasi seeing dan resolusi instrumen yang digunakan komunitas amatir.

Tapi para astronom tetap melanjutkan pengamatannya menggunakan teleskop Faulkes yang memiliki kemampuan melihat obyek dan mengambil citra sampai dengan sub detik busur.

Hasilnya… tim ini menemukan pecahan inti komet tersebut…

Citra Komet 168P/Hergenrother yang tercerai. Kredit: LCOGT/ Teleskop Faulkes

Pengamatan kali ini dilakukan dari jarak jauh menggunakan Teleskop Faulkes Utara (Haleakala) pada kondisi seeing yang baik pada tanggal 26 oktober 2012.

Hasil pengamatan menunjukkan keberadaan inti kedua atau sebuah pecahan yang berada sekitar 2” dari pusat kondesansi komet 168P. Pecahan yang dilihat tersebut tidak pernah ada dalam citra komet yang diambil sebelumnya. Diduga pecahan yang dilihat merupakan gumpalan batuan es dari kabut gas dan debu yang mengelilingi inti utama yang tersembunyi.

Komet 168P/Hergenrother
Komet 168P merupakan komet periodik di Tata Surya yang ditemukan oleh C. W. Hergenrother dalam citra CCD yang diambil oleh T. B. Spahr dengan teleskop Schmidt dalam Catalina Sky Survey pada tanggal 21 November 1998 dan 21 Desember 1998. Pada citra tersebut, komet ini tampak bergerak ke timur laut. Pada saat ditemukan, komet tersebut diperkirakan memiliki kecerlangan 17,3 magnitud dengan ekor yang lebar sekitar 30-60 detik busur.

Komet merupakan obyek yang rapuh sehingga tidak mengherankan kalau ia kemudian retak dan tercerai saat berada dekat dengan sumber panas Tata Surya yakni Matahari. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kemudian? Akankah komet tersebut terpecah menjadi dua dengan dua kepala dan dua ekor dimana ekor satunya mengikuti induk komet sedang yang satu lagi mengikuti pecahannya?

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.