fbpx
langitselatan
Beranda » Gerhana Matahari Total 14 November 2012

Gerhana Matahari Total 14 November 2012

Pagi ini, bagi sebagian masyarakat Indonesia timur khususnya di area Papua bagian timur akan bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian saat Matahari bangun dari peraduannya. Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat di Pasifik Selatan (termasuk Australia dan Selandia Baru), bagian selatan Amerika Selatan dan sebagian Antartika.

Peristiwa GMT yang baru saja dimulai di Cairns, Australia. Kredit : SLOOH

Area yang cukup beruntung untuk bisa menikmati jalur Gerhana Matahari Total 14 November 2012  dimulai pada jam 03.35 wib dari Taman Nasional Ganak Garig di area bagian utara sekitar 250 km di timur kota Darwin. Dari situ, jalur GMT akan bergerak ke tenggara dan bayangan umbra akan melintasi Gulf of Carpentaria dan mencapai semenanjung Cape York pada jam 03.37 wib.

Salah satu area yang menjadi tujuan para pemburu gerhana adalah Cairns. Di sini, masyarakat setempat, turis ataupun pemburu gerhana akan dapat menikmati gerhana matahari total selama 2 menit dan posisi Matahari hanya 14º di atas horison. Dari Australia, bayangan umbra akan melintasi samudera tanpa daratan dan puncak Gerhana Matahari Total akan terjadi di tengah samudera raya Pasifik Selatan pada jam 05:11:48 wib. Durasi maksimum GMT 12 November ini hanya 4 menit dan 2 detik. Setelah melewati samudera pasifik, jalur bayangan umbra akan berakhir 800 km dari Chile pada jam 06:48 wib.

Gerhana yang tampak di Jayapura pagi ini. Kredit : Eclipses Online Portal
Gerhana Matahari Total dilihat dari Cairns, Australia. Kredit: Eclipses Online Portal

Proses Gerhana

Tahap-tahap gerhana
Tahap-tahap gerhana Matahari Total

Gerhana merupakan peristiwa ketika ada sebuah benda a melintas di depan benda b  sehingga menutupi si benda a.
Dalam interaksi Matahari-Bumi-Bulan, ada saat-saat ketika Bulan berada dalam satu garis lurus di antara Bumi dan Matahari dan menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bumi. Ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, biasanya Bulan sedang berada pada fase Bulan Baru dan peristiwa tertutupnya cahaya Matahari oleh Bulan ini disebut Gerhana Matahari. Tapi, tidak setiap Bulan Baru terjadi gerhana Matahari karena orbit Bulan memiliki kemiringan 5º terhadap orbit Bumi.

Jarak Bumi menuju Matahari kurang lebih 400 kali jarak Bumi-Bulan, ukuran Matahari relatif terhadap Bulan memiliki perbandingan yang kurang lebih sama. Garis tengah Matahari kurang lebih 400 kali garis tengah Bulan. Dengan demikian, apabila dilihat dari Bumi, ukuran kedua benda langit tersebut berukuran hampir sama sehingga piringan Matahari dapat benar-benar tertutup oleh Bulan dan langit menjadi benar-benar gelap. Peristiwa ini disebut Gerhana Matahari Total.

Tapi, perlu diingat kalau jarak Bumi-Bulan jauh lebih dekat dibanding jarak Bumi-Matahari, maka pada prinsipnya kita dapat sedikit “mengintip” Matahari yang terhalangi Bulan dengan cara menggeser sedikit posisi kita. Ketika posisi kita digeser maka kita akan berada di area yang disebut penumbra di mana kita dapat melihat sedikit porsi Matahari yang terhalangi Bulan. Daerah ini melihat apa yang dinamakan Gerhana Matahari Sebagian, di mana hanya sebagian piringan Matahari yang tampak ditutupi Bulan seperti yang akan tampak besok dari Jayapura.

Baca juga:  Perjalanan FPA ke Pekan Baru

Dan berdasarkan perhitungan, kira-kira setiap tahun dapat terjadi 1 atau 2 kali Gerhana Matahari Total, namun tidak semua bagian Bumi yang mengalami siang hari dapat melihat Gerhana Matahari.

Seri Saros 133
Gerhana Matahari Total 14 November 2012 merupakan bagian dari Seri Saros 133, yang terjadi saat Bulan sedang berada di titik tanjak naik dan bergerak ke barat daya di setiap gerhana. Seri Saros gerhana ini dimulai dengan gerhana sebagian di belahan bumi utara pada 13 Juli 1219 dan akan berakhir dengan gerhana sebagian di belahan bumi selatan pada 5 September 2499. Durasi total seri saros 133 adalah 1280,14 tahun.

Seri Saros 133 memiliki 72 gerhana Matahari dari 12 gerhana sebagian, 6 gerhana cincin, 1 gerhana hybrid, 46 gerhana total, dan 24 gerhana parsial, yang susunannya adalah sbb :

12 Parsial / Sebagian
6 Cincin (Annular)
1 Hybrid
46 Total
7 Parsial

atau disingkat dalam sebuah pola 12P 6A 1H 46T 7P ( P = parsial / sebagian ; A= Annular atau cincin, H = hybrid dan T = Total).

Seri Saros merupakan sebuah siklus terjadinya gerhana secara periodik yang berselang 18 tahun 11 hari 8 jam. Artinya kalau ada dua gerhana yang terpisah atau terjadi dalam selang waktu tersebut, kedua gerhana itu akan memiliki geometri gerhana yang sama.

Tahapan Gerhana Matahari Total

Jalur GMT 14 November 2012. Kredit : EclipseMaps

Dalam peristiwa Gerhana Matahari Total 14 November 2012, kontak Penumbral dan Umbral sbb:

Waktu Indonesia bagian Barat
P1 = 02:37:58.1 wib
U1 = 03:35:08.4 wib
U2 = 03:37:03.7 wib
P2 = 04:43:42.5 wib
T = 05:11:48.2 wib
P3 = 05:39:44.4 wib
U3 = 06:46:27.5 wib
U4 = 06:48:24.1 wib
P4 = 07:45:34.1 wib

Waktu Indonesia bagian Tengah
P1 = 03:37:58.1 wita
U1 = 04:35:08.4 wita
U2 = 04:37:03.7 wita
P2 = 05:43:42.5 wita
T = 06:11:48.2 wita
P3 = 06:39:44.4 wita
U3 = 07:46:27.5 wita
U4 = 07:48:24.1 wita
P4 = 08:45:34.1 wita

Waktu Indonesia bagian Timur
P1 = 04:37:58.1 wit
U1 = 05:35:08.4 wit
U2 = 05:37:03.7 wit
P2 = 06:43:42.5 wit
T = 07:11:48.2 wit
P3 = 07:39:44.4 wit
U3 = 08:46:27.5 wit
U4 = 08:48:24.1 wit
P4 = 09:45:34.1 wit

Siaran Langsung GMT 14 November 2012

Update:

Gerhana Matahari Total 14 November 2012. Kredit : Panasonic live feed
Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

    • itu dikonversi ke wib. tp kan dijelasin kalau yg bisa ngamat di Indonesia bagian timur dan australia. di Indonesia bagian barat selain ga dilewatin jalur gerhana dan matahari mang belon terbit.