Sisi Bulan Yang Penuh Warna

Jika kamu akan mewarnai gambar Bulan, tentunya warna yang kamu gunakan adalah warna abu-abu dan putih. Tapi, kalau kamu ingin menggambar Bulan dengan akurat maka kamu membutuhkan beberapa warna tambahan seperti merah, biru dan coklat!

Warna warni di permukaan Bulan. Kredit : NASA/GSFC/Arizona State University

Mata manusia tidak mampu untuk melihah warna yang sangat redup ini di permukaan Bulan. Tapi para astronom punya beberapa teknik fotografi yang canggih untuk bisa memotretnya. Foto Bulan yang akurat itu diambil oleh wahana ruang angkasa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang saat ini sedang mengitari Bulan. LRO memotret seluruh permukaan Bulan dengan menangkap seluruh warna yang ada di wajah Bulan tersebut. Salah satu warnanya seperti yang terlihat di gambar.

Warna yang berbeda menceritakan pada para astronom unsur kimia apa yang ditemukan di area yan berbeda di Bulan. Dan ini penting untuk eksplorasi Bulan di masa depan. Nanti, ketika astronot kembali ke Bulan, foto yang diambil LRO akan membantu para ilmuwan untuk menentukan dimana mereka akan mendarat dan akan melakukan berbagai percobaan. Mengetahui kimiawi permukaan Bulan penting jika rencana masa depan ke Bulan akan diteruskan. Untuk bisa menetap di Bulan dan bekerja di sana, astronot akan menggunakan sumber daya alam yang saat ini terkunci di dalam batuan Bulan, seperti misalnya oksigen.

Fakta menarik : Aneh tapi nyata: Bulan juga berotasi. Tapi, wajah Bulan yang sama yang selalu berhadapan dengan Bumi! Ini karena Bulan butuh waktu yang sama untuk berotasi dengan waktu yang ia butuhkan untuk mengelilingi orbit Bumi.

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.