Dampak di Uranus Bukan Keajaiban Sekali Tabrakan

Planet Uranus itu bola yang eksentrik. Hmm kok bisa dibilang eksentrik? Uranus, berbeda dengan planet lain di Tata Surya. Ia berputar pada sisinya!

Uranus. Kredit :NASA/Space Telescope Science Institute

Artinya, kalau kamu ada di Uranus maka kamu tidak akan melihat adanya siang dan malam seperti yang ada di Bumi. Perputaran planet ini tidak mempengaruhi bagian mana dari planet Uranus yang menghadap Matahari.

Astronom menduga kalau Uranus terkena pukulan sehingga jadi menyamping pada saat awal sejarah Tata Surya ketika ada obyek yang beberapa kali lebih masif dari Bumi menabraknya. Tapi ternyata ada tim astronom yang menyatakan kalau kejadian itu tidak sepenuhnya benar.

Para astronom menciptakan sebuah program komputer untuk melihat bagaimana Uranus tampak hari ini jika ada obek besar yang memukulna di masa lalu. Hasilnya, komputer menunjukkan kalau itu yang terjadi maka dua satelitnya akan mengitari Uranus di arah yang berbeda dari yang kita lihat hari ini. Tapi kalau program komputernya diubah supaya Uranus dibentur oleh setidaknya dua obyek yang lebih kecil maka simulasi menunjukkan kalau planet Uranus dan satelit-satelitnya akan berputar dan mengorbit seperti apa yang kita lihat hari ini.

Arti penemuan ini bagi para astronom, ternyata teori yang sudah ada tentang bagaimana planet Uranus, Jupiter, Saturnus dan Neptunus terbentuk salah. Menurut Alessandro Morbidelli, “fakta kalau Uranus ditabrak setidaknya dua kali menunjukkan kalau tarakan yang signifikan memang tipikal dalam pembentukan planet raksasa. Karena itu teori standar yang ada harus direvisi.”

Fakta Menarik : Satu tahun di Uranus lebih lama dari satu tahun di Bumi. Butuh waktu 84 tahun di Bumi bagi Uranus untuk mengitari Matahari!

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

13 thoughts on “Dampak di Uranus Bukan Keajaiban Sekali Tabrakan

  1. Mbak Vivie: Uranus berputar pada sisinya, Artinya, kalau kamu ada di Uranus maka kamu tidak akan melihat adanya siang dan malam, emang berputarnya seperti apa ??? apakah kutubnya menghadap matahari ?? tolong diperjelas seperti apa dan bagai mana uranus berotasi ? saya masing bingung membayangkannya.. thanks !

    1. yup. di uranus kemiringan sumbu rotasinya sekitar 90 derajat lebih jd kutubnya berhadapan dgn matahari. saya lagi ngerjain tulisan soal siang malam di uranus sekaligus memperlihatkan video singkatnya. tp plg baru minggu depan or plg cepet senin saya selesaikan.

  2. Kalau berotasinya sperti itu, berarti di Saturnus siang dan malam tidak bergantian, tp kutub yg menghadap matahari selalu siang dan kutub yg satu lagi selalu malam. di garis khatulistiwa nya selalu pagi atau sore.

    1. jadi kalau mau tidur malam, harus ke sisi gelapnya dulu dong, hehe 😀 kaya chalkzone aja

  3. Andai suatu hari umat manusia bisa membangun koloni disana, maka kalau mau kerja mesti ke sisi utara (depan) dan kalau mau tidur mesti ke sisi selatan (belakang), dan bisa juga kini sisi selatan dihuni mahluk bermata merah menyala seperti di film outlander.

    tapi konon permukaan uranus hampir semuanya lautan dan di kutubnya merupakan batuan kristal dan berlian.

    trims

  4. Andai suatu hari umat manusia bisa membangun koloni disana, maka kalau mau kerja mesti ke sisi utara (depan) dan kalau mau tidur mesti ke sisi selatan (belakang), dan bisa juga kini sisi selatan dihuni mahluk bermata merah menyala seperti di film outlander. Dan konon permukaan uranus hampir semuanya lautan dan di kutubnya merupakan batuan kristal dan berlian.

    trims

Tulis komentar dan diskusi...