Mengamati Pertumbuhan Bayi Planet

Para astronom dalam melakukan penelitiannya akan alam semesta selalu ingin tahu bagaimana planet seperti Bumi ini terbentuk. Akan tetapi semua planet yang ada di Tata Surya sudah bertumbuh menjadi planet jadi tidak bisa lagi diteliti bagaimana sebuah planet ketika masih bayi. Untuk itu, para astronom menggunakan teleskop yang canggih untuk mencari bayi planet di sekitar bintang jauh.

Ilustrasi piringan di sekitar bintang muda T Cha. kredit : ESO/L. Calçada

Ternyata, planet itu terbentuk dalam piringan debu dan gas yang mengelilingi bintang.  Karena proses kelahiran planet itu terjadi sangat cepat dan karena bayi planet sulit sekali untuk dikenali, astronom tidak dapat melihat bayi planet ini sebelumnya.

Dengan menggunakan empat buah teleskop besar yang dikenal sebagai Very Large Telescope di Chille, sebuah negara di Amerika Selatan maka para astronom bisa melihat bayi planet tersebut. Teleskop yang digunakan untuk melihat bayi planet tersebut memiliki cermin dengan ukuran masing-masing 8 meter – lebih besar dari ukuran ruang kelas !-.  Apa yang ditemukan para astronom tersebut? Ternyata mereka menemukan sebuah obyek yang menurut mereka adalah planet termuda yang pernah ditemukan di alam semesta! Planet ini masih sangat muda dan ia masih berada dalam piringan debu bintang yang jadi orang tuanya.

Sumber : Space Scoop / UNAWE

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...