Kajian Kimiawi Pada Kandungan Uap Air di Bulan

Apakah Bulan yang selama ini dikenal tanpa kehidupan dan kering, benar-benar sebagaimana itu adanya?

skematik bulan dan pemetaan kimiawi. kredit : ISRO/NASA/JPL-Caltech/Brown University/USGS

Ternyata, kajian terkini yang dilakukan sekelompok peneliti astronomi dari China menunjukkan bahwa Bulan mempunyai kandungan uap air. Dalam bahasa paling awam, ada air di Bulan.

Tetapi, janganlah kemudian disalah artikan, bahwa di Bulan ada kolam atau laut dengan air yang melimpah ruah. Tidak akan pernah kita temukan air dalam bentuk cair. Kandungan uap air disini juga bukanlah penanda adanya kehidupan. Alih-alih, keberadaan air disini lebih merupakan penghalang pengoperasian pengamatan astronomi. Pada tahun 2013, China berencana untuk membangun observatorium yang bisa mengamati informasi pada panjang gelombang ungu-ultra di permukaan Bulan, karena pengamatan ungu-ultra hanya bisa dilakukan pada wilayah yang hampa udara; sedangkan uap air di permukaan Bumi menyerap cahaya ungu-ultra.

Jadi, lebih memungkinkan untuk pengamatan ungu-ultra mempergunakan wahana antariksa yang mengorbit Bumi, atau di permukaan Bulan. Akan tetapi, ternyata, pengamatan dari Survei Kimia wahana Chandrayaan-1 milik India mendeteksi adanya uap air di permukaan Bulan (berwarna biru pada gambar).

Kebanyakan uap air pada lapisan luar Bulan akan dipecah oleh radiasi ungu-ultra matahari menjadi molekul hidroxil (OH) dan Hidrogen, yang menghamburkan cahaya ungu-ultra, menyebabkan perubahan warna pada gambar tersebut. Penemuan ini menggambarkan bahwa pengamatan ungu-ultra tidak akan mungkin dilakukan dari permukaan Bulan; tetapi lebih penting bahwa hasil tersebut memberikan gambaran pemahaman pada kajian fenomena ionosfer Bulan.

Referensi : EUROPEAN PLANETARY SCIENCE CONGRESS (EPSC) 2010

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.