fbpx
langitselatan
Beranda ยป Herschel Melihat Lubang Di Angkasa

Herschel Melihat Lubang Di Angkasa

Alam semesta tak pernah berhenti menyimpan misteri di dalamnya, meskipun satu per satu misteri itu telah disingkap.

lubang gelap di area awan yang berwarna hijau itu merupakan lubang yang ditemukan Herschel. Kredit : ESA/NASA/JPL-Caltech/STScI/Univ. of Toledo

Kali ini Herschel Space Observatory berhasil menyingkap misteri yang tak terduga bagi para astronom. Herschel menemukan sebuah celah dan lubang di awan yang mengelilingi sekumpulan bintang muda. Lubang ini tak pelak memberikan informasi yang sangat penting bagi para astronom khususnya mengenai tahap akhir proses pembentukan bintang.

Proses kelahiran bintang terjadi di balik awan gas dan debu yang tebal dan rapat akhirnya bisa dipelajari dengan lebih detil setelah Herschel berhasil menyingkap lubang yang ada di awan tersebut. Jet atau letupan yang tiba-tiba dan angin gas memang senantiasa terjadi dan mengalir dari bintang muda namun yang masih menjadi misteri adaah bagaimana bintang tersebut menggunakan jet untuk menerbangkan benda-benda di sekelilingnya dan keluar dari awan kelahirannya. Tahap inilah yang berhasil dilihat oleh Herschel dan disampaikan pada manusia.

Pandangan Mata Herschel
Kumpulan awan gas yang dapat memantulkan cahaya terang yang dikenal sebagai NGC 1999 berada dekat potongan langit yang gelap. Potongan tersebut selama ini dikenal sebagai awan gas dan debu yang sangat rapat dan menghalangi cahaya untuk melewatinya.

Ketika Herschel mengarahkan pandangannya ke area tersebut untuk mempelajari bintang muda dekat di area tersebut, para astronom justru terkejut karena area itu masih tetap tampak hitam padahal seharusnya tidak. Tentunya karena mata inframerah Herschel seharusnya dapat menembus awan tersebut. Pertanyaan yang muncul apakah awan ini sedemikian rapat ataukah ada sesuatu yang salah?

Penelitian lebih jauh menggunakan teleskop landas Bumi, para astronom juga menemukan hal yang sama. Potongan ini tampak hitam bukan karena ia merupakan sekelompok gas yang sangat rapat tapi justru karena potongan ini kosong. Ada sesuatu yang telah meniup area itu sehingga menjadi lubang di antara awan.

Belum ada orang yang bisa melihat lubang seperti ini. Dan diperkirakan lubang ini terbuka ketika terjadi letupan jet yang sangat tipis yang menembus awan gas dan membentuk lubang tersebut. Jet yang muncul tersebut diperkirakan berasal dari bintang muda yang menusuk lembaran awan gas dan debu yang membentuk NGC 1999. Tak hanya itu, radiasi yang sangat kuat dari bintang-bintang muda di area itu juga diperkirakan yang membersihkan area lubang tersebut.

Walau rantai kejadian yang sesungguhnya belum diketahui dengan pasti, namun penemuan ini merupakan secercah cahaya yang akan membawa manusia mengenali bagaimana bintang yang baru lahir merobek awan kelahiran mereka.

Sumber : Herschel / ESA/ NASA

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini