Mencari Tahu tentang ‘Alien’ dalam Acara Kumkum 2010

Ingin tahu tentang ‘Alien’? Apa benar ada? Apa berwarna biru seperti di film ‘Avatar’, berujud manusia seperti dalam film ‘Planet 51’, imut seperti di film ET? Atau bisa berperang seperti di film ‘Star Trek’? Menembus lubang cacing seperti di film ‘Contact’?

Lalu, kalaupun benar ada ‘Alien’ di luar sana, apa mereka, seperti juga manusia, punya mata, telinga, hidung dan mulut? Kalau iya, dari mana datangnya? Planet lain seperti planet Pandera di ‘Avatar’?  Benar adakah planet lain diluar Tata Surya kita, dan mungkinkah kita berpindah ke planet lain seperti di film ‘Pandorum’? Atau alien berasal dari Dimensi lain? Benarkah alam semesta begitu sunyi dan gaib seperti di ‘Space Oddyssey 2001’?

Ingin tahu jawabannya? Ikuti bincang-bincang bertema ‘Dari Bintang-Bintang ke Layar Perak’, yang dipersiapkan oleh Komunitas langitselatan untuk acara Kumkum Kumpul yuk kumpul untuk berbagi dan berbuat.

Acara ini dapat dinikmati mulai dari anak SD sampai yang sudah punya anak, keponakan, atau cucu usia SD. Ayo RSVP segera, jangan sampai ketinggalan kesempatan langka ini!

Narasumber: Ferry M. Simatupang, a.k.a kaka Tupang, adalah dosen astronomi yang aktif dalam mempopularkan ilmu astronomi untuk masyarakat lewat berbagai kegiatan komunitas langitselatan, juga seorang penikmat sinema dengan ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan yang terkait dengan astronomi. Kaka Tupang juga terlibat dalam studi hubungan astronomi & Borobudur.

Moderator: Arief Ash Shiddiq adalah penyunting dengan ketertarikan yang multi-dimensi. Waktu kecil, ia sempat keracunan artikel Erich von Daniken yang dimuat bersambung di Koran Suara Karya tentang para makhluk langit dan sejarah peradaban. Racun ini menjalar dan makin mengakar melalui interaksi dengan serial Star Trek, Buck Rogers, media massa ’80-an yang gila UFO, hingga fenomena X-Files.

===============================
Tentang Komunitas langitselatan

Astronomi yang tampaknya eksklusif dan mengawang-awang dibawa membumi oleh Komunitas Langit Selatan. Komunitas ini menyadari pada prakteknya, astronomi begitu dekat dengan keseharian. Kalender, penentuan hari raya, penentuan tahun baru, navigasi arah semuanya berasal dari Astronomi.

INFO & TIPS bagi Pengunjung KumKum

  • Acara KumKum GRATIS, alias tidak dipungut bayaran
  • Pengunjung diminta untuk membawa SAKE (sampah kering) & atau BABE (barang bekas) dari rumah/ kantor/ sekolah. Jenis SAKE & BABE bisa dilihat pada taut ini.
  • Bagi Ibu yang mempunyai anak bayi, KumKum menyediakan ruang khusus untuk menyusui.

Apa yang perlu DIBAWA untuk mengurangi sampah di KumKum?

  • Bawa botol minum/tumbler, tersedia minuman galon untuk isi ulang. GRATIS!
  • Bila perlu bawa kotak makan, untuk bawa makanan pulang, karena stand makanan di KumKum tidak menyediakan kantong kresek/styrofoam.
  • Bawa tas yang besar/tas lipat, jika akan membeli berbagai produk di bazar KumKum, karena stand tidak menyediakan kantong kresek.

Tentang KumKum
Bukan…KumKum di sini bukanlah nama tokoh kartun Jepang yang jika tersenyum lebar, mulutnya bergeser ke pipinya.

KumKum di sini merupakan sebuah ajang kumpul-kumpul bareng berbagai komunitas. Tapi tidak hanya ditujukan bagi anggota komunitas-komunitas yang ikut BERKOLABORASI sebagai penyelenggara maupun pengisi acara.

KumKum juga ditujukan bagi warga Kota Jakarta dan sekitarnya yang berminat untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas serta tertarik untuk menciptakan perubahan di kota yang ditinggali.

Beragam acara menarik telah dipersiapkan dan akan berlangsung dua hari penuh pada Sabtu & Minggu, 17 & 18 April 2010 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua, Jakarta.

Acaranya tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga. Beberapa acara yang bertempat di dalam ruangan, akan membutuhkan RSVP.

KumKum merupakan ajang untuk bisa saling BERBAGI ide, pemikiran & inisitif untuk kemudian masing-masing dapat BERBUAT hal nyata guna menciptakan sebuah perubahan.

Lewat KumKum pengunjung akan merasakan langsung sebuah ‘pesta’ yang sejak awal penyelenggaraannya diupayakan agar ramah lingkungan. Diupayakan agar menghasilkan emisi yang rendah dengan jumlah sampah minimal. Dan lewat KumKum diharapkan ke depannya tradisi penyelenggaraan acara publik, tidak hanya acara lingkungan, yang lebih ramah lingkungan bisa tercipta.

Harapannya, KumKum dapat berperan sebagai ruang bagi beragam komunitas dan warga kota untuk saling kenal dan saling berbagi. Semoga KumKum dapat menjadi sebuah awalan menuju terciptanya kolaborasi dalam menciptakan perubahan.

Semuanya……yuk kita KumKum!

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.