fbpx
langitselatan
Beranda » Lima Planet Pertama Kepler

Lima Planet Pertama Kepler

Perkembangan pencarian exoplanet berkembang sangat pesat. Planet-planet yang selama beraad-abad hanya bisa ditemukan di dalam Tata Surya, kini dalam hitungan beberapa belas tahun manusia bisa menemukan planet lain. Tak hanya satu namun sudah berjumlah ratusan.

Pencarian di masa kini memang tak hanya bertumpu pada pengamatan landas Bumi namun juga landas angkasa yang dilakukan oleh teleskop yang ditempatkan di ruang angkasa seperti teleskop Hubble, Spitzer ataupun Chandra. Misi lainnya pun diluncurkan untuk melakukan pencarian yang lebih mendetil, utamanya untuk mendapatkan planet serupa Bumi di sistem keplanetan lainnya. Berhasil? Setidaknya pengamatan landas Bumi dan angkasa saat ini sudah berhasil mendeteksi tidak hanya planet seukuran Jupiter tapi juga planet Super Bumi.

Penemuan Exoplanet
Teleskop Ruang Angkasa Kepler yang diluncurkan pada bulan Maret 2009 untuk pertama kalinya berhasil menemukan 5 exoplanet baru dengan ukuran cukup beragam. Teleskop Kepler didesain memiliki sensitifitas tinggi untuk bisa mendeteksi planet yang besar maupun kecil. Utamanya Kepler memang ditujukan untuk bisa menemukan planet seukuran Bumi. Kelima exoplanet pertama Kepler yang dinamai Kepler 4b, 5b, 6b, 7b dan 8b ini tergolong dalam planet “hot Jupiter” dan mengorbit bintang yang lebih panas dari Matahari.

Ukuran dan Temperatur exoplanet Kepler. Kredit : NASA

Kelima planet tersebut memiliki periode orbit beragam dari 3,3 – 4,9 hari dan ada yang seukuran Neptunus sampai lebih besar dari Jupiter dengan temperatur 1200 – 1700 derajat Celsius. Dengan suhu seperti itu, sangat sulit bagi kehidupan untuk ada, karena temperatur yang demikian panas tak kan mungkin membuat kehidupan bertahan jika memang ada. Khususnya kehidupan yang seperti kita kenal.

Pencarian Bumi Lain
Dalam tugasnya Kepler akan mengamati secara simultan dan terus menerus 150000 bintang untuk mencari apakah ada planet lain di bintang-bintang tersebut. Kepler mendeteksi exoplanet melalui metode transit dan mengukur penurunan kecerlangan pada bintang. Biasanya jika sebuah bintang memiliki planet, maka dalam pergerakannya saat si planet melintas di depan Bintang atau mengalami transit dengan bintang seperti terlihat dari Bumi, maka secara periodik si planet ini akan menghalangi cahaya bintang. Dari kejadian transit, ukuran exoplanet dapat diketahui dari ukuran halangan yang ditimbulkan saat transit. Selain itu temperatur juga dapat ditentukan dari karakteristik bintang induk dan periode orbit exoplanet.

Kurva cahaya ke-5 exoplanet yang ditemukan Kepler. Kredit: NASA

Sensitifitas Kepler akan dapat mendeteksi planet-planet kecil yang diharapkan dapat membawa manusia pada era baru penemuan exoplanet seukuran Bumi. Dan dengan kemampuannya untuk mendeteksi atmosfer maka bukan tak mungkin kita bisa mendapatkan planet “Bumi” di area  habitasi.

Teleskop Kepler akan terus bertugas sampai bulan November 2012. Ia mencari planet seukuran Bumi di bintang lain. Ia juga akan mencari planet yang mengorbit bintang pada daerah habitasi yang hangat. Jika ada planet di daerah tersebut, maka bisa diyakini bahwa planet tersebut memiliki air dalam bentuk cair di permukaannya.

Baca juga:  Astro Wicara bersama Dr. Stevanus Kristianto Nugroho - Bagian 3

Namun yang perlu diingat, transit planet yang berada di daerah habitasi pada bintang serupa Matahari terjadi hanya sekali dalam setahun. Sedangkan untuk melakukan verifikasi keberadaan sebuah exoplanet dibutuhkan 3 kali transit, maka Kepler akan membutuhkan waktu setidaknya 3 tahun untuk mencari dan membuktikan keberadaan planet serupa Bumi.
Jadi apakah kita hanya sendiri di alam semesta ini? Mungkin manusia perlu bersabar menanti jawaban dari berbagai misi pencarian yang sudah dan akan diluncurkan.

Sumber : NASA

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Kok penamaannya gak dimulai dari satu ya? (langsung dari 4) dan juga kenapa langsung pakai notasi b dan bukannya a dulu. Pasti ada maknanya kan Mba Ivie?

    • karena exoplanet Kepler 1b, 2b dan 3b udah digunakan dalam penamaan exoplanet lainnya yang kebetulan masuk dalam medan pandang Kepler Space telescope. Ketiganya juga ditemukan melalui metode transit namun dalam project berbeda dan sekarang dalam pengamatan kepler untuk studi lanjut.

      Mengapa notasi yang digunakan itu notasi b dan bukan a, ini dilakukan agar tidak terjadi kebingungan dimana notasi a walau tidak digunakan namun itu diacu pada si bintang induk. karena itu semua planet pertama dalam sistem extrasolar diberi notasi b dan selanjutnya.