Membangun Edukasi Astronomi Melalui Hands On Universe

Di bulan Juli lalu, setelah acara lokakarya Global Hands on Universe (GHOU), pada tanggal 20 – 23 Juli 2008 di Lisbon, Portugal, diadakan juga pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan Hands on Universe di berbagai negara sekaligus persiapan International Year of Astronomy (IYA) 2009. Dalam IYA 2009, GHOU akan berperan sebagai salah satu node untuk cornerstone project yakni Galileo Teacher Training Program (GTTP). Program yang bertujuan untuk mendidik guru mengenal materi dan alat-alat astronomi yang dapat membangkitkan ketertarikan dan pemahaman siswa mengenai astronomi.

Foto bersama peserta GHOU 2008. Kredit : langitselatan

Pertemuan GHOU sendiri diawali dengan laporan dari berbagai negara seperti China, Jepang, Thailand, Amerika, Jerman, Portugal, Perancis, Italia, Spanyol, Polandia, Kenya dan Swedia. Selain negara-negara tersebut Indonesia dan Afrika Selatan juga berkesempatan untuk memaparkan aktivitas pendidikan astronomi di negaranya sebagai perkenalan untuk ikut bergabung dalam komunitas dan kegiatan Hands on Universe. Dari Indonesia, langitselatan berkesempatan menjadi representatif HOU dan memaparkan aktivitasnya dalam mengedukasi masyarakat dalam astronomi.

Beragam kegiatan dan pendekatan yang dilakukan di setiap negara memberi masukan buat setiap peserta. Memang tidak semua pendekatan dan metode bisa diterapkan di semua negara namun setidaknya kita bisa belajar banyak dari perbedaan tersebut.

Selain pemaparan kegiatan di berbagai negara, paparan mengenai berbagai materi dan alat peraga juga dilakukan. Tidak hanya itu kesempatan juga diberikan kepada peserta untuk turut bergabung dalam pencarian asteroid maupun penggunaan teleskop secara remote untuk pengamatan jarak jauh dari berbagai belahan bumi. Pengembangan piranti lunak untuk siswa juga menjadi salah satu pokok pembicaraan yang hangat. Disini siswa diajak untuk belajar memproses citra, memahami dasar-dasar cahaya, memahami bagaimana mengamati matahari maupun menghitung bintik matahari, bahkan siswa juga diajak untuk bisa memahami penggunaan efek Doppler dalam mencari planet ekstrasolar.

Pertemuan GHOU 2008 ini juga membahas materi IYA 2009, yang diawali dengan perkenalan pada IYA 2009 oleh Pedro Russo koordinator IYA 2009 tersebut. Pedro memperkenalkan apa itu IYA dan setiap proyek yang akan dilaksanakan di tahun mendatang. Dalam pertemuan ini ada tiga cornerstone project yang memaparkan perencanaannya yakni Galileo Teacher Training Program, Universe Awareness dan Developing Astronomy Globally.

GTTP yang akan dilaksanakan tahun depan ini akan membuat pelatihan pada guru dengan materi-materi yang sebagian besar diajarkan selama lokakarya GHOU 2008. GTTP akan memberi pelatihan secara global pada guru-guru secara berantai mulai dari tingkat global sampai lokal di setiap negara dan provinsi. Dengan demikian diharapkan materi yang diberikan akan dapat diterapkan secara luas sampai pelosok tidak hanya di perkotaan. yang menarik cornerstone project yang ada tersebut tidak akan berjalan sendiri karena bagaimanapun pelatihan guru juga terkait dengan pengembangan astronomi secara global terutama di negara-negara yang belum memiliki astronomi atau di negara-negara berkembang. Dan GTTP juga punya kesinambungan dengan UNAWE yang memfokuskan diri pada memperkenalkan astronomi kepada anak-anak yang kurang beruntung (baik dalam hal ekonomi, pendidikan maupun permasalahan lainnya).

Presentasi siswa Portugal tentang kegiatan astronominya yakni I am martian. kredit : langitselatan

Di hari terakhir pertemuan GHOU, kita dipertemukan dengan aktivitas nyata yang dilakukan terkait dengan astronomi. Ada Yang Hong yang bekerja dalam hal kosmologi, ada juga siswa dari China dan Portugal yang menemukan asteroid. Sangat menakjubkan melihat semangat dan kegembiraan para siswa yang terlibat dalam program pencarian asteroid tersebut. Selain itu kita juga diperkenalkan dengan pengembangan peralatan radio astronomi yang dibuat oleh Keizo Nonaka dan juga Naoko Sato. Sangat menarik karena peralatan tersebut dibangun secara sederhana untuk keperluan siswa. Pengembangan peralatan ini pernah dilakukan oleh salah satu kontributor langitselatan yakni Radial Anwar yang saat ini sedang memperdalam ilmunya di Malaysia.

Dengan adanya berbagai program untuk tahun 2009 tersebut, diharapkan di masa mendatang guru-guru di Indonesia pun dapat mengaplikasikan hal-hal sederhana dalam mengajarkan astronomi pada siswa. Sehingga siswa tidak lagi menganggap sains sebagai momok yang menakutkan melainkan sebagai sebuah pelajaran yang menyenangkan yang dapat menggairahkan mereka untuk terus belajar dan menggali untuk mendapatkan jawaban dari keingintahuan mereka. Dan tidak hanya itu, diharapkan dengan adanya berbagai program pendidikan di tahun astronomi 2009, akan dapat menjadi salah satu jalan untuk memberi pemahaman dasar kepada masyarakat tentang astronomi.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.