Kesadaran Semesta, Kesadaran Membangun Masa Depan

Dalam beberapa waktu ini Indonesia sedang diramaikan oleh beberapa kegiatan yang berhubungan dengan astronomi, seperti Temu Astronomi Indonesia 2007 di Stasiun Pengamat Dirgantara LAPAN, Sumedang (Kompas, 27 Agustus 2007). Atau adanya Mata Pelajaran Astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional, 2-8 September 2007 di Surabaya.

Menarik untuk mencermati bahwa minat pada astronomi meningkat di tengah masyarakat tanpa melihat usia, suku, agama bahkan pendidikan. Astronomi, sebagai cabang ilmu yang tertua dan mempelajari fenomena langit, telah menjadi menyumbangkan inspirasi pada perkembangan kemanusiaan, dari generasi ke gererasi. Astronomi adalah ilmu tentang semesta dan sangat universal. Setiap kebudayaan mempunyai aspek pembelajaran astronomi, dari seni, filsafat, sains dasar, teknologi, navigasi, bahkan sampai pertanian. Apapun itu, astronomi adalah pembelajaran tentang semesta melalui cara yang menyenangkan.

Kesempatan untuk menikmati keindahan semesta dan mengambil suatu pelajaran dari situ, adalah hak semua orang, terutama bagi anak-anak. Belajar astronomi adalah belajar tentang keindahan, bisa melalui pendekatan seni, maupun belajar aspek-aspek yang membangun rasionalitas. Memberikan kesempatan belajar pada anak-anak untuk mengenal keindahan alam berarti memberi kesempatan untuk mengapresiasi alam dan membangun kemampuan kognitif.

Dengan adanya pembelajaran tersebut, diharapkan anak-anak berkembang menjadi manusia dewasa yang lebih terbuka pikirannya, mempunyai kesadaran akan posisinya dalam semesta, dan tumbuh rasa tanggung jawab, sehingga dapat memelihara kehidupan bersama serta mengatasi konflik akibat perbedaan kultur, ras, politik, dsb.

Pada masa kini, kesempatan untuk menikmati keindahan langit dapat diikuti di berbagai tempat, seperti Planetarium Jakarta, Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat. Komunitas-komunitas penggemar astronomi pun bermunculan di banyak kota di Indonesia, dengan jumlah anggota yang terus bertambah. Demikian juga dengan peningkatan prestasi putra-putri Indonesia, dari tingkat SMP-SMU melalui ajang Olimpiade Astronomi di tingkat Nasional maupun Internasional. Tetapi, tidak semua anak-anak cukup beruntung menikmati kesempatan tersebut.

Masalah kesempatan belajar dan bermain bagi anak-anak, bagi sementara anak-anak adalah suatu keberuntungan, tetapi di sisi yang lain, masih banyak juga anak-anak yang tidak cukup beruntung, baik yang di daerah terpencil yang jauh dari sarana dan prasarana, bahkan di kota-kota besarpun masih banyak ditemui anak-anak yang kurang beruntung, baik kurang pendidikan, tempat berteduh dan gizi.

Terlalu pelik membahas anak-anak yang kurang beruntung, karena kompleksitas permasalahan sosial merupakan wacana yang harus melibatkan banyak pihak. tetapi menghadirkan pengenalan astronomi sedikit banyak bisa membantu memberi harapan pada pemberdayaan mereka.

Gagasan pembelajaran astronomi untuk anak-anak yang kurang beruntung, lahir dari pemikiran sekumpulan anggota masyarakat yang peduli, yang pada akhirnya menjadi prakarsa global. merupakan prakarsa global.

UNAWE bertujuan untuk mengkomunikasikan keindahan semesta pada generasi mendatang (anak-anak) untuk memperluas wawasan dengan cara yang menyenangkan dan membantu pengembangan pandangan mereka tentang dunia, diharapkan program ini bisa menggapai banyak anak-anak yang kurang beruntung di seluruh dunia. Dengan membuka wawasan dan kesempatan, maka diharapkan generasi mereka adalah penerus generasi sekarang yang bisa membangun dunia menjadi lebih baik lagi.

Bagaimana UNAWE mencapai tujuannya? Hal yang paling prinsipil dari program ini adalah perkembangan alamiah anak-anak, yang membutuhkan imajinasi yang baik dan sehat, kesadaran akan sekeliling dengan penilaian yang obyetif, melalui permainan dan hiburan. Kesadaran pada lingkungan berarti juga kesadaran dimana mereka hidup, dengan demikian maka kesadaran akan budaya lokal menjadi pertimbangan yang harus dipegang. Dari tempat berpijak lokal tersebut, dengan wawasan yang diperluas, diharapkan bisa tumbuh kesadaran sebagai warga suatu lokal, warga negara dan pada akhirnya sebagai manusia yang hidup dalam keragaman di muka Bumi ini. Kesadaran ini juga mengantarkan pada penyadaran pada tempat umat manusia di tengah semesta raya.

Tidak hanya diarahkan pada anak-anak, tetapi diperlukan juga guru dan semua unit penunjang untuk mencapai tujuan. Peran guru di sini penting untuk menjembatani tujuan UnAwe dan memahami kebutuhan-kebutuhan lokal. Dengan demikian, pendekatan yang penting dipahami oleh guru adalah bottom-up, yang artinya program-program yang dilaksanakan adalah milik para guru yang memang mengerti situasi lokal dan setiap lokal mempunyai keunikan masing-masing; tetapi dengan menjaga benang merah tujuan besarnya tercapai.

Bagaimana hal tersebut bisa dilaksanakan? Ide dasarnya adalah dengan mengajak anak-anak mengenal seperti apa semesta. Paling mudah mengajak mereka bertualan ke alam, melakukan observasi, sehingga menjadi akrab dengan keindahan semesta. Untuk membangun kreativitasnya, bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ketrampilan. Untuk membangun kesadaran akan sekeliling bisa dilakukan melalui nyanyian, bercerita tentang mitologi yang terkait dengan tradisi astronomi, dan banyak lagi yang bisa dikembangkan, disesuaikan dengan kebutuhan, tetapi yang paling penting adalah adanya peranan dari masukan nilai-nilai kebudayaan setempat.

Astronomi bisa berperanan sebagai alat bantu untuk pemberdayaan generasi, karena astronomi adalah ide tentang keindahan semesta. Secara alamiah, kecintaan pada alam semesta merupakan warisan turun temurun yang menentukan juga perkembangan kemanusiaan. Di sisi lain, terasa adanya kontradiksi, sementara pembangunan dan modernitas berupaya untuk meningkatkan kenyamanan hidup manusia, tetapi disisi lain, kekaguman pada alam mengalami penurunan secara perlahan. Sementara industri terus berupaya meningkatkan kesejahteraan manusia, tetapi jumlah anak-anak yang kurang beruntung bertambah.

Maka bukanlah ide yang buruk untuk memperkenalkan pada semakin banyak anak-anak, tentang indahnya alam kita, menanamkan kecintaan mereka pada alam dan fenomenanya, memberi kesempatan mereka untuk belajar dan menginspirasikan tentang alam dan keindahannya.

UnAwe merupakan satu langkah dalam membawa astronomi untuk turun ke bumi. Tetapi satu langkah ini bisa menentukan masa depan umat manusia secara global, ataupun bagaimana langkah suatu bangsa ke depan. Pertanyaannya adalah, siapakah yang melakukannya? Maukah kita melakukannya? Pada titik ini diperlukan adanya kerjasama dan kemitraan dari banyak pihak. Baik pihak yang memang telah bergelut dengan semesta, seperti ITB, Planetarium Jakarta, LAPAN, PP IPTEK, dengan pihak-pihak yang mempunyai pemahaman pada perkembangan anak-anaka, seperti para Guru, Lembaga-Lembaga Pendidikan Anak, DEPDIKNAS, UNICEF-Indonesia, UNESCO-Indonesia, dan lebih banyak lagi komponen masyarakat yang lainnya melibatkan diri.

Masa depan adalah masa yang akan dihadapi setelah melalui hari ini, bagaimana wajah masa depan kita akan ditentukan dari bekal warisan apa yang akan diberikan pada generasi mendatang. Astronomi sendiri sebuah cabang ilmu yang hadir dalam masyarakat, dan tumbuh berkembang secara unik pada setiap bangsa, tetapi astronomi mempunyai universalitas dalam memandang semesta, dengan demikian dapat mewakili penyadaran tentang kecintaan pada alam, penyadaraan pada hakikat keberadaan di tengah alam. Dengan penyadaran tersebut, maka diharapkan generasi mendatang mempunyai kesadaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Akankah kita membangun masa depan kita menjadi lebih baik lagi?

Ditulis oleh

Emanuel Sungging

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

2 thoughts on “Kesadaran Semesta, Kesadaran Membangun Masa Depan

  1. apa yang kita tanam, maka itulah yang akan kita petik nantinya.
    berbicara masa depan, orang yang yakin pada masa depannya dan optimis dengan usahanya akan diberi kemudahan dan jalan untuk menggapainya.

  2. berbicara masa depan dan mewujudkannya law of attraction sangat berperan penting. kinerja law of attraction berdasarkan dari pikiran seseorang. jika pikiran di arahkan kepada masa depan yang indah, baik, dan makmur, maka ia akan bekerja mewujudkannya. begitu juga sebaliknya. artinya, mulai sekarang haruslah mengelola pikiran dengn baik dan terus menerus dengan baik. kendalikan pikiran dan perintah pikiran untuk mewujudkan masa depan yang positif.

Tulis komentar dan diskusi...