Awal Ramadhan 1428H

Hilal sebagai penentu awal bulan Ramadhan, bulan suci umat Islam pada tahun ini dilaporkan tidak dapat dilihat dari kawasan Indonesia. Berikut ini kutipan dari Rukyatul Hilal Indonesia:

Ijtimak/konjungsi awal bulan Ramadhan 1428 H jatuh pada
Selasa, 11 September 2007 Pukul 19:44 WIB / 20:44 WITA / 21:44 WIT / 12:44 GMT

Ijtimak terjadi saat matahari dan bulan berada pada jarak paling dekat, sehingga menghasilkan fase bulan baru atau bulan mati. Hilal menurut hadis Nabi adalah sabit bulan yang pertama kali terlihat dengan mata setelah terjadi ijtimak.
Garis ketinggian hilal di kawasan Indonesia pada hari Ijtimak menunjukkan rata-rata ketinggian hilal antara minus 2,5° sampai dengan minus 4° dibawah horison saat matahari terbenam di masing-masing lokasi. Melihat kondisi tersebut hilal tidak mungkin dapat dirukyat pada hari dan tanggal terjadinya ijtimak.

Beberapa tahun terakhir selalu terjadi perbedaan pendapat antar ormas-ormas Islam dan pemerintah mengenai penentuan awal dan akhir Ramadhan. Pada tahun ini, kecil kemungkinan terjadi perbedaan pendapat dalam penentuan awal Ramadhan dengan melihat berbagai kriteria hilal yang ada.

Sebagian besar kriteria hilal menunjukkan tanggal 13 September 2007 sebagai awal Ramadhan, kecuali kriteria Saudi yang menyimpulkan 1 Ramadhan 1428H jatuh pada tanggal 12 September 2007.

Pemerintah Indonesia menggunakan kriteria Imkanur Ruhyah yang menyimpulkan awal bulan Ramadhan adalah 13 September 2007.

Mutoha sebagai anggota tim BHR DIY menyatakan :

“kurangnya pemahaman terhadap perkembangan ilmu falak sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut hilal baik yang sengaja salah maupun yang tidak disengaja

Mutoha pun menyatakan bahwa Saudi memakai kriteria Rukyatul Hilal dengan dasar laporan dari seseorang tanpa melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap laporan tersebut. Hal ini memang dapat berbuah menjadi kontroversi dalam penentuan awal bulan Ramadhan karena setiap orang bisa saja melaporkan hal yang berbeda karena masing-masing punya persepsi yang berbeda tentang hilal.

Salah satu kriteria hilal yang menunjukkan 13 September 2007 sebagai awal Ramadhan adalah kriteria yang diperoleh dari pertemuan Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanur Rukyah dengan

Hilal dianggap terlihat dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:
(1)· Ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan
(2). Jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau
(3)· Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtimak berlaku.

Karena syarat tersebut tidak dapat dipenuhi dikarenakan bulan pada saat ijtimak yang berada di bawah ufuk, maka bulan Syaban 1428H digenapkan menjadi 30 hari sesuai tuntunan syariah.

Pemerintah resmi menentukan tanggal 11 September sebagai tanggal Rukyatul Hilal, sedangkan menurut kriteria Danjon tanggal Rukyatul Hilal jatuh pada tanggal 12 September. Penentuan dengan kriteria Danjon akan menunggu hasil pengamatan dari pos-pos pengamatan Rukyatul Hilal di Indonesia pada tanggal tersebut.

Sumber: http://rukyatulhilal.org/visibilitas/1428/ramadhan.html

Ditulis oleh

D. Dewantara

D. Dewantara

Alumni astronomi ITB, dengan topik kajian tugas akhirnya tentang hasil dari tabrakan asteroid ke Bumi, besar gempa dan tsunami. Mengkaji hubungan empiris ukuran asteroid tersebut dengan besar tsunami dan gempa.

13 thoughts on “Awal Ramadhan 1428H

  1. ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH.
    Memang semestinyalah masayarakat muslim di Indonesia beribadah kepada ALLAH menurut tuntunan yang di bawa Nabi Muhammad SAW, dalam hal berpuasa kita merujuk hadis Nabi yang artinya: “Hendaklah kalian berpuasa dengan melihat bulan dan berbuka (berhari raya) dengan melihat bulan, jika kau tidak dapat melihatnya maka genapkan bilangan harimu”. Di hadist ini jelas bahwa awal berpuasa ditentukan dengan cara rukyah bukannya hisab.
    WAASSALAMUALAIKUM WARAHMAYULLAH

  2. Wah, tadi di Bosscha langit tertutup awan. Bulan baru tidak dapat terlihat.

    Insya Allah hari Kamis (13-9) kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa buat teman-teman muslim dan muslimah. 🙂

  3. Assalamualaikum,…
    Owor owoR kodok SegorO, Bandeng matenG di PangaN uLO. Sa iki DinO Puoso, KulO sakeluargO nyuwon pangApuRO,… semogo mendapat ridho Allah SWT… Amien…
    Salam bani Windri Teguh Widodo
    @@@@@@@@@@@@@@@@
    Wassalamualaikum,….

  4. Silahturrahmi lewat kata dan suara menambah pahala bagi kita semua,..
    Saya tunggu contact2 ukhuwahnya…. di 02189144392 atau 08128715596
    Terima kasih ya ALLAH…

  5. Bulan Ramadhan kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah, tidak usah menyalahkan yang menggunakan hisab atau rukyat, karena semua ada dasarnya baik dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan dilandasi keyakinan. Wallahu a’la, bishawab

  6. Banyak umat Islam yang lupa bahwa Rukun Islam itu bertingkat dan saling mengikat. Maksudnya begini, tidak diterima sholatnya orang yang belum bersyahadat, tidak diterima zakatnya orang yang belum sholat, tidak diterima puasanya orang yang belum berzakat, dan tidak diterima hajinya orang yang belum menjalankan ibadah puasa. Ini menjawab fenomena di Indonesia bahwa begitu banyak haji bahkan sudah jutaan haji dari Indonesia TETAPI kemaksyiatan juga tumbuh subur, korupsi, pornografi, kekerasan, segala kebejatan setiap hari hadir di rumah kita melalui televisi, koran, tabloid, internet, dll. Berhati-hatilah dalam beragama dan telitilah segala aktifitas kita. Ilmu yang wajib bagi umat Islam adalah Ilmu Agama, maka marilah kita selalu belajar dan belajar dan belajar terus sampai ajal menjemput.

  7. Hal yang mendasar yang menjadi perbedaan bukanlah masalah cara, hisab atau rukyat. Tetapi berapa tinggi bulan di atas ufuk saat seluruh piringan matahari sudah terbenam, untuk dapat ditentukan sebagai bulan baru.

    Muhammadiyah mendasarkan perhitungannya pada Wujudul Hilal. Apabila seluruh piringan bulan sudah berada di atas ufuk, meskipun cuma 0.001 derajat, dianggap sudah memenuhi (cmiiw). Lihat “Maklumat Pimpinan Muhammadiyah no. 03/MLM/I.O/E/2007 tentang Penetapan 1 Syawal 1428 H” di http://www.muhammadiyah.or.id

    Bagi penganut sistem rukyat, hilal harus nampak. Ketinggian bulan yang hanya 0,001 derajat di atas ufuk adalah hal yang mustahil untuk bisa dilihat. Ketinggian yang disyaratkan adalah minimum 2 derajat. Lihat http://www.ruktyatulhilal.org.

    Tinggi bulan saat terbenam matahari di tanggal 11-Oct-2007 adalah 19′ (utk daerah Yogyakarta). Lihat http://www.ruktyatulhilal.org.

    Untuk bisa mendapat hasil yang sama mengenai kapan 1 Syawal 1428 H, adalah mustahil apabila asumsi dasarnya tidak disamakan.

    Salam,
    Iwan Gunawan

  8. Pemahaman terhadap Islam secara sempurna akan membawa kita pada kebahagiaan dunia akhirat. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini menjadi moment bagi kita untuk terikat sepenuhnya dengan hukum2 Allah dengan penerapan Islam secara Kaffah melalui Daulah Islamiyah

Tulis komentar dan diskusi...